Welcome to the world our preemie baby…

Ragasya Arthur Rayyan

Artinya : Seorang ksatria pemberani pembuka pintu surga yang disyukuri kedua orang tuanya.

Nama itulah yang akhirnya kami berikan kepada seorang anak laki-laki kami yang lahir pada minggu dini hari pukul 01.50 WIB, tanggal 24 januari 2016.

Kelahiran arthur bener-bener tak terduga. Majunya 2,5 bulan dari HPL.

Singkat cerita, pulang kantor aku kontraksi padahal umur kehamilan masih 30minggu. Dini hari langsung dibawa ke rumah sakit bersalin. Aku ngerasain kontraksi sehari semalam. Bidannya bilang ini tanda persalinan tapi aku nggak percaya dan kekeuh tetep minta kehamilan ini dipertahankan. Waktu itu aku sempet dikasih obat untuk pengembang paru-paru bayi. Supaya kalau bayi nya lahir paru-paru nya sudah berkembang, bisa bernafas, dan menangis saat dilahirkan. Tapi baru 2x suntikan, eh ketuban pecah dan arthur nya keburu lahir. Padahal seharusnya aku diberikan 4x suntikan.

Arthur lahir secara normal dan spontan. dengan berat badan lahir yang sangat rendah, hanya 1500gr dan panjang 38cm. Kecil bangettt… Tapi tangisannya kenceng banget. Dokter Spog kasih nilai APGAR 7 ke Arthur. Walaupun kecil tapi nangisnya kenceng. Alhamdulillah….

Waktu itu lingga (ayah arthur) pas lagi dinas ke sampit. Aku ngelahirin arthur cuma sama 1 dokter dan 2 bidan. nggak ditemenin siapa2, ibuku diluar kamar bersalin sibuk nelponin lingga & keluarga yg lainnya. Padahal sejak hamil dah ngewanti2 si lingga buat nemenin lahiran, tapi ternyata anaknya pengen lahir nggak ditemenin ayahnya. hadehhhh… Hebat juga ya ternyata aku bisa berjuang sendirian (nyenengin diri sendiri).

 

Ragasya Arthur Rayyan 24 Januari 2016

Gimana kondisi arthur setelah lahir??

Aku nggak sempet ngelakuin yang namanya IMD (Inisiasi Menyusui Dini), padahal aku dah minta dokter dan bidan untuk IMD. Karena kondisi arthur yang mungil dan rentan kedinginan (waktu itu jam 2 pagi). Lagipula bayi sekecil arthur belum memiliki reflek hisap. Jadi setelah dibersihkan , Arthur cuma diliatin ke aku (dia melek, diem, anteng, ngeliatin emaknya). Abis itu terus buru-buru dibawa ke inkubator. RSIA tempat lahiran aku adalah klinik milik dokter kandungan di jogja, berseberangan dengan klinik anak milik dokter anak menantu dokter kandungan itu. Jadi arthur dibawa ke klinik anak di seberang pagi-pagi itu. Bukan dibawa ke ruang bayi tempat arthur lahir. Karena di ruang bayi nggak ada inkubatornya.

Pagi nya, aku ke ruang bayi untuk lihat Arthur. Abis melahirkan jam 2 pagi, jam 7 pagi udah jalan kaki keluar klinik dan nyeberang jalan. Ini yang dibilang orang enaknya melahirkan secara normal.  Habis melahirkan udah bisa kemana-mana. Apalagi aku ngelahirin bayi yang semungil itu. Walaupun sebenernya masih nahan perih dan ngilu juga sih. Kalau udah berdiri takut sendiri kalau mau duduk, padahal kata perawat ngga apa-apa disuruh biasa aja biar cepet pulihnya. Pagi itu Arthur di dalem inkubator, nggak dipasang alat apa-apa. Mungil banget, rambut lanugo nya masih terlihat banyak di wajah dan badannya. Dia gerak terus. Alhamdulillah berarti kondisi nya normal dan stabil. Aku cuma bisa megang & ngelus kaki Arthur sambil bilang dalam hati “Maaf ya nak, mama belum bisa gendongin kamu”. Perawat juga bilang supaya bayi nya diberikan rangsangan dengan sentuhan – sentuhan agar dia bergerak dan bernafas dengan lancar.

Siangnya aku ke ruang bayi lagi, ternyata arthur dah dipasang infus. Supaya enggak kekurangan cairan, soalnya dia juga udah pup. Tapi waktu itu asi ku masih dikit banget. Dengan kekuatan marmet, sejam cuma bisa 2-3 tetes doang. Dan perawat bilang ngga bisa dikasihin ke bayi nya. Aku juga belom persiapan beli breastpump, soalnya semuanya mendadak banget. Padahal yang aku baca tetesan-tetesan ASI pertama itu berhaga banget buat imun bayi.

Sore nya aku dipanggil perawat supaya dateng ke ruang bayi, karena dokter anak udah dateng. Hari itu pas hari minggu jadi sebenernya nggak ada jadwal dokter yang praktek, dokternya baru bisa visit sore itupun karena di telepon dulu. Pas aku kesana Arthur kepalanya di tutup pake alat kayak toples plastik gitu (aku lupa namanya apaan). Dokter jelasin ke aku , Arthur sempet ngalamin APNEA OF PREMATURITY. Apnea (dibaca Apnu) umum dialami pada bayi prematur, yaitu kondisi dimana bayi sempat berhenti bernafas selama beberapa detik (ada juga yang sampai beberapa menit). Karena organ – organnya belum berkembang secara sempurna. (Oh pantes aja aku dikasi suntikan pengembang paru-paru bayi sebelum melahirkan). Dan arthur juga aktif banget bergeraknya, kita aja kalau terlalu aktif bergerak bisa ngos-ngosan, apalagi preemie baby. Kalau nggak segera ditangani nanti kondisi bayi bisa membiru, kemudian pengaruh ke organ yang lain juga. “Terus gimana dok?”

Klinik anak tempat Arthur lahir , peralatannya tidak lengkap dan tidak mendukung untuk bayi prematur sekecil Arthur. Karena dibutuhkan banyak peralatan untuk memonitoring jantung, pernafasan, dan terutama alat yang bernama CPAP. CPAP  atau Continuous Positive Airway Pressure adalah alat yang ditempelkan melalui hidung bayi prematur untuk membantu bayi lancar bernafas agar tidak terjadi APNEA. Oksigen berhembus melalui lubang hidung bayi untuk mengembangkan paru-paru secara perlahan. Semakin lama tekanan oksigen diturunkan, sesuai dengan kondisi kestabilan bayi. Karena memang pada umumnya, bayi prematur (kelahiran <32w) permasalahannya pada sistem pernapasannya karena paru-paru belum mengembang sempurna (masih lengket).

Sore itu juga dibantu dengan dokter anak, dicarikan rumah sakit yang mempunyai CPAP dan CPAP nya sedang tidak dipakai. Dokter mencarikan Rumah Sakit yang bekerja sama dengan perusahaan asuransi dari kantor aku. Akhirnya, ada salah satu rumah sakit swasta yang bisa menangani Arthur. Waktu itu udah maghrib dan hujan, arthur langsung dibawa dengan Ambullans ke rumah sakit diantar keluarga.

arthur digendong perawat dengan kondisi kepala nya masih dipakein tutup yang kayak toples itu dan dipasang infus



Aku nggak bisa ikut karena statusku masih pasien dan keluarga nyuruh aku buat istirahat aja di RS bersalin. Menurut cerita keluarga aku, arthur sampai di RS dibawa ke UGD terus diganti infusnya. Terus masuk ke ruang NICU. Nggak sembarang orang bisa masuk ke ruang NICU jadi setelah itu nggak tau lagi arthur diapain, tapi aku dikasih babygram pas arthur udah pulang dari NICU. Babygram adalah foto rontgen dada yang biasanya dilakukan pada bayi lahir kurang bulan dengan BBLR (Berat Badan Lahir Rendah). Karena Arthur mengalami Apnea jadi dilakukan babygram dulu untuk ngecek paru-paru nya sebelum dipasang CPAP (menurut aku sih gitu).

Lingga jam 7an juga udah sampai jogja, dia shock banget karena nggak nyangka anaknya lahir secepat ini. Pas ditelepon dini hari itu dikabarin kalau anaknya udah lahir, dia bengong dulu antara seneng, sedih, bingung. Bukannya langsung cari tiket buat terbang jogja. hahaha.. Malemnya dia langsung ke RS mo lihat arthur sekalian urus administrasinya. Akhirnya ayah bisa ketemu anaknya. Walaupun nggak bisa megang dan nyentuh, hanya bisa lihat dari balik inkubator. Dan aku baru bisa pulang dari RS bersalin besok siangnya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Advertisements

2 thoughts on “Welcome to the world our preemie baby…

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s