bola plastik VS bola kaca

Seorang teman sering membuat status di media sosialnya, mengutip dari quotes Brian Dyson – CEO coca cola. Kira-kira seperti ini: 

hidup itu seperti memegang bola, tangan kanan memegang bola kaca dan tangan kiri memegang bola karet. Bola kaca ibarat keluarga, teman, kesehatan. Sedangkan bola karet ibarat pekerjaan. Kedua nya harus seimbang, namun jika harus memilih mana yang akan dilempar… 

Lemparlah bola karet karena ketika dia jatuh akan memental dan kembali ke tangan kita. Ibarat pekerjaan. Rejeki sudah ada yang mengatur. Jika kita meninggalkan pekerjaan demi keluarga, suatu saat akan ada rejeki lain yang datang.

Tapi jika kita melemparkan bola kaca, ketika jatuh dari tangan dia akan langsung retak dan hancur. Seperti keluarga, kesehatan, hubungan pertemanan. Jika rusak akan susah untuk menjadikannya utuh dan baik kembali. 

Aku pernah mendengar tentang pilihan seorang ibu yang meninggalkan pekerjaannya demi mengurus anak dan keluarga itu pilihan yang sangat mulia. Tidak penting apa kata orang. “rejeki bisa dicari” , “rejeki pasti datang lagi” tapi sebenernya anak dan keluarga itulah yang dibilang rejeki. 

Jadi, Aku lebih memilih lempar bola karet yang ada di genggaman ku agar tangan ku bisa menggenggam bola kaca erat dengan kedua tangan ini.

Merasa jleb banget waktu di path ada yang share postingan itu. Hahaha..

Yap, kemudian aku memilih resign dari pekerjaan. Demi masa depan arthur, dan demi bisa bertemu setiap hari dengan ayah arthur. Aku ingin mendidik arthur dengan tangan ku sendiri. 

Waktu itu, aku cukup lama untuk periksakan arthur di jakarta dan sementara akan tinggal di bekasi dulu. Aku ambil cuti dan ijin terlalu lama. Sampai jatah cuti ku habis, dan untuk pegawai dengan grade seperti aku ini sepertinya belum bisa mengajukan cuti diluar tanggungan. Daripada aku membebani perusahaan dan teman-teman di kantor, Aku putuskan Resign secara mendadak dan maaf tidak sempat berpamitan dengan teman-teman semua. Terima kasih perusahaan tempat aku bekerja selama hampir 5 tahun ini. 

Terimakasih fasilitas asuransi nya untuk arthur. Dari periksa kehamilan, melahirkan, arthur berada di NICU setelah lahir, vaksin arthur, perawatan arthur opname karena DB, CT Scan Arthur dan skrining-skrining periksa mata arthur. Dibiayai sama kantor semua, sampai plafon habis. 

Terima kasih kebersamaan dan kekeluargaannya selama ini. Terima kasih kalian sudah menjadi bagian dari hidup saya. Sukses untuk kalian semua. Sampai jumpa di episode kehidupan yang lain… 😊😊😊

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s