Belajar di Institut Ibu Profesional #NHW1

Tulisan ini untuk memenuhi tugas mingguan NICE HOMEWORK #1 di Institut Ibu Profesional

ADAB MENUNTUT ILMU

1). Tentukan satu jurusan ilmu yang akan anda tekuni di universitas kehidupan ini!

2). Alasan terkuat apa yang anda miliki sehingga ingin menekuni ilmu tersebut?

3). Bagaimana strategi menuntut ilmu yang akan anda rencanakan di bidang tersebut?

4). Berkaitan dengan adab menuntut ilmu, perubahan sikap apa saja yang anda perbaiki dalam proses mencari ilmu tersebut?

Menuntut ilmu adalah salah satu cara meningkatkan kemuliaan hidup kita, maka carilah dengan cara-cara yang mulia

 


 

Jika diminta untuk memilih jurusan ilmu yang akan di tekuni di dalam universitas kehidupan ini, saat ini aku memilih jurusan Ilmu parenting khususnya untuk special needs kids.

Nggak pernah terpikirkan sebelumnya kalau Allah membawa kami melewati jalur kehidupan di bagian ini. Anak adalah anugerah dan selalu dinantikan, didambakan setiap pasangan suami istri. Anugerah yang memberikan warna warni dan arti hidup di kehidupan kami. Anak adalah titipan Allah, yang harus kita rawat dan dididik di jalanNya.

Jika disuruh memilih tentu saja semua orang akan memilih untuk memiliki anak yang sehat, sempurna tanpa kurang suatu apapun. Namun apa yang bisa kita lakukan jika Allah memberikan anugerah anak istimewa. Kita tetap harus bersyukur dan tidak boleh menyerah dengan keadaan. Penglihatan arthur sudah terenggut ROP stadium 5 saat dia berusia 4bulan karena prematuritasnya. Saat ini dia low vision dan Penglihatannya terbatas.

Ilmu parenting “biasa” sudah umum tapi memang ilmu yang paling menantang bagi seorang ibu untuk membesarkan anak-anaknya. Tapi jika untuk special need kids, akan berbeda. 
Tujuan utama saya adalah Bagaimana membesarkannya , merawatnya dan mendidiknya serta mengajarkannya untuk dapat hidup mandiri. Menjadikan kekurangannya sebagai kelebihan yang dimilikinya. Dan menjadikannya orang hebat walaupun dengan keterbatasan yang dimilikinya.

Alasan terkuat saya sehingga ingin menekuni ilmu tersebut adalah Karena siapa lagi kalau bukan orangtuanya, bukan ibunya. Aku masih perlu banyak belajar bagaimana mendidik anak yang memiliki hambatan dan berkebutuhan khusus. Untuk menjadikannya anak yang hebat dan memiliki prestasi.

Selain itu aku juga ingin menyadarkan orang-orang agar tidak mendiskriminasikan anak/orang dengan disabilitas. Karena diluar sana masih banyak orang yang masih saja memandang sebelah mata anak disabilitas. Pasti masih ada saja tatapan maupun kata-kata yang nggak enak.

Masyarakat kita masih terlalu kuat hukum “adat”nya sehingga kadang menganggap penyandang disabilitas adalah aib atau karma. Padahal secara medis bisa dijelaskan dan diketahui penyebabnya. Melalui Social media , kampanye awareness, dan kegiatan sosial lainnya bisa juga dimanfaatkan untuk membantu menyadarkan masyarakat mengenai anak / orang penyandang disabilitas, Dan juga sosialisasi untuk mencegahnya.

Strategi menuntut ilmu yang akan saya rencanakan di bidang tersebut Yang pasti belajar dengan orang yang berpengalaman dan menjadikannya guru , dengan mengikuti suatu komunitas. Di dalam suatu komunitas akan ditemui beberapa orang yang berpengalaman. Saat ini aku sudah tergabung dengan komunitas para orang tua yang memiliki anak dengan hambatan penglihatan, sehingga saya tidak merasa sendirian dan dapat berjuang bersama para ibu yang lain untuk membesarkan anak-anak istimewa ini. Dan didalam komunitas tersebut kami juga saling bertukar informasi mengenai tips menstimulasi, sharing, belajar huruf braille, rencana pendidikan anak-anak kami nantinya, dan lainnya.

Saya tidak akan membedakan arthur dengan adik-adiknya nanti agar dia bisa mandiri. Arthur memang anak special, tapi kami tidak ingin menjadikannya special dengan membedakannya dengan adik-adiknya kelak. Agar dia juga bisa mandiri.

Selain itu membangun kekompakan tim bersama suami juga penting. Karena ayah ibu dan anak-anak adalah tim seumur hidup. Segala sesuatu harus di komunikasikan. Walaupun kadang saya menjalani hubungan LDM dengan suami.

Saat ini saya sedang fokus dengan tumbuh kembang arthur, dia baru berusia 1 tahun.  Tetapi saya sangat bersyukur perkembangannya tidak ada masala. Walaupun pada awalnya saya juga khawatir karena anak yang memiliki hambatan biasanya perkembangannya akan mengalami keterlambatan, atau bisa disebut GDD (Global Development Delay). Meski kadang saya pasti merasakan berkeluh kesah, capek, dll. Apalagi jika sedang berjauhan dengan suami.

Mengenai perubahan sikap yang perlu saya perbaiki dalam proses belajar tersebut adalah memiliki Stok ekstra sabar yang banyak. Bersabar dengan situasi, keadaan, maupun perkataan orang. Stok sabar yang harus banyak juga sangat diperlukan jika mendengar apa kata orang. Pasti akan ada saja yang ngomongin. Aku juga harus sabar dan belajar Bagaimana menanggapi nya dan bagaimana bersikap cuek tidak peduli apa kata mereka. Karena mereka tidak paham dan tidak merasakan bagaimana berada di posisi orang tua yang memiliki anak “special”.

Wassalam….


Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s