Kenapa saya bisa melahirkan prematur dok?

Pertanyaan itu beberapa kali aku tanya ke dokter yang membantu proses persalinanku. Aku tanya sebab kelahiran prematur ku, berapa persen kemungkinan kelahiran prematur lagi kalau besok aku hamil lagi, Dan kenapa kok pas abis lahiran dibilang plasentaku nggak utuh / udah hancur. Tapi jawaban beliau cuma gini :

udah nggak apa-apa jeng.. kehamilan itu salah satu resikonya kelahiran secara prematur, resiko kelahiran prematur lagi cuma 1%. Udah nggak usah dipikirin, yang penting sehat

Beliau jawabnya santai banget. Kayaknya tuh secara nggak langsung bilang, udah lah besok kamu kalau mau hamil lagi ya hamil aja nggak usah mikirin yang macem-macem dulu.

Ya ada baiknya juga sih, kata dokternya. Tapi aku kan jadi penasaran kenapa kok bisa lahir prematur, sampe kalau ada yang nanya aku juga nggak bisa jawab kenapa sebabnya. Paling simpel sih jawab aja “KECAPEKAN” hahahhaha…

Aku sempat baca – baca beberapa artikel dan postingan tentang penyebab kelahiran prematur. Dugaan sementara, kemungkinan aku mengalami plasenta previa marginal (tepi). Karena 2 minggu sebelum melahirkan (waktu usia kehamilan 28weeks) aku mengalami sedikit pendarahan (nge-flek), dan pas kontrol ke dokter di bilang plasenta nya turun, dan tepi plasenta berada di dekat jaln lahir tapi nggak sampai menutup jalan lahir. Dokter nggak jelasin kalau itu namanya termasuk plasenta previa, karena aku tau nya plasenta previa itu plasenta nya nutup jalan lahir. Dan dokter nggak menjelaskan kalau beresiko kelahiran prematur juga. Waktu itu Dokter cuma bilang, kalau dalam waktu 3 hari masih terjadi pendarahan langsung balik RS lagi untuk bedrest di RS.

Cerita nya bisa di buka di sini –> Kehamilan Arthur

plasenta previa
plasenta previa

 

Plasenta previa adalah kondisi dimana plasenta berada di bagian bawah dari uterus/rahim, sebagian atau seluruhnya. Plasenta bisa terpisah dengan dinding rahim saat terjadi pembukaan pada serviks/mulut rahim saat persalinan.

Plasenta previa terjadi di sekitar 1 dari 200 ibu hamil, pada trimester ketiga. Plasenta previa lebih umum ditemui pada ibu dengan kondisi sebagai berikut:
– Lebih dari satu anak
– Riwayat operasi sesar sebelumnya
– Riwayat operasi pada rahim
– Kembar

  • Plasenta previa ada yang menutup seluruhnya ke jalan lahir, disebut plasenta previa totalis/komplit.
  • Sedangkan jika hanya sebagian jalan lahir yang tertutup disebut plasenta previa sebagian/parsial.
  • Sementara jika plasenta berada di tepi dari jalan lahir, disebut plasenta previa marjinal/tepi.

Gejala dari plasenta previa sangat beragam, tapi paling sering adalah pendarahan yang tidak menimbulkan rasa nyeri yang terjadi pada trimester ketiga.

Sebagian kecurigaan terjadinya plasenta previa bila:
– Kontraksi prematur
– Posisi sungsang atau lintang
– Ukuran uterus/rahim yang lebih besar daripada usia kehamilan.

Penanganan plasenta previa biasanya membutuhkan bed rest dan rutin kontrol ke RS. Sesuai dengan usia kehamilan, injeksi steroid bisa diberikan untuk membantu mematangkan paru-paru bayi. Jika ibu mengalami pendarahan yang tidak terkendali, tindakan operasi sesar emergensi bisa dibutuhkan berapapun usia kehamilannya. Sebagian dari plasenta previa marjinal bisa lahir per vaginam, meskipun untuk plasenta previa parsial dan total, membutuhkan operasi sesar.

Sumber: American Pregnancy Association

Besok aku posting lagi di blog, kalau aku udah konsultasi dan sharing ke dokter SpOg yang lain dan udah ketemu jawaban yang pasti tentang penyebab kelahiran prematur ku kemarin.

Berikut ada sedikit penjelasan mengenai penyebab kelahiran bayi prematur.

Resiko Persalinan Prematur

Penyebab kelahiran bayi prematur jarang diketahui. Namun, menurut pendiri Komunitas Prematur Indonesia, dr. Agung Zentyo Wibowo, Bmedsc, ada beberapa penyebab yang akan membuat risiko kelahiran prematur meningkat. Penyebab tersebut di antaranya:

1. Kehamilan kembar. Biasanya beberapa mama ingin memiliki anak kembar, padahal kehamilan kembar memiliki risiko besar untuk bayi lahir prematur. Baik kembar dua, tiga, dan sebagainya, diharapkan mama bisa lebih waspada dalam menjaga kondisi agar kelahiran bisa cukup bulan.

2. Riwayat persalinan prematur dan riwayat dalam keluarga. Jika pernah melahirkan prematur, kemungkinan mama bisa mengalami persalinan prematur lagi. Bagaimana agar tidak terulang? Salah satu caranya, kenali faktor risiko sehingga bisa diatasi sejak dini.

3. Jarak yang terlalu pendek antar kehamilan. Jarak antar kehamilan yang kurang dari 2 tahun, dan jarak kehamilan yang terlalu jauh, misalnya 7 tahun, berisiko melahirkan prematur. Jarak kehamilan yang ideal adalah sekitar 2-5 tahun.

4. Preeklamsia. Kondisi ini disebabkan oleh hipertensi. Cara mencegahnya adalah dengan kontrol rutin.

5. Merokok. Maksud merokok di sini tak hanya perokok aktif, tapi juga perokok pasif. Maka, sangat dianjurkan bagi anggota keluarga lain untuk tidak merokok di sekitar mama hamil karena bisa menjadi risiko kelahiran prematur.

6. Kelainan pada mulut rahim. Salah satunya adalah mudah terjadinya pembukaan pada mulut rahim sehingga harus dilakukan pencegahan agar tidak terjadi kelahiran prematur.

7. Penyulit-penyulit lain. Contohnya penyakit kronis, riwayat keguguran, usia yang terlalu muda (di bawah 18 tahun), konsumsi alkohol dan obat-obatan terlarang, ketuban pecah dini, dan masalah pada plasenta.

*wawancara dengan dr Agung yang dimuat di tabloid Nakita

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s