Tantangan 10 Hari Komunikasi Produktif #Day5 – Belajar Makan Sendiri

PR Arthur lainnya adalah Arthur belajar makan minum sendiri dengan peralatan makannya piring, sendok, gelas. Kalau untuk anak biasa lainnya, mungkin gampang aja ngajarin makan sendiri pakai sendok. Karena tidak ada masalah dengan penglihatannya, tinggal ngajarin koordinasi antara mata dan tangan aja. Kalau Arthur kan susah sekali belajar koordinasi mata dan tangan. Dia harus pakai feeling nya juga. Jadi untuk Arthur, makan dengan sendok membutuhkan koordinasi feeling dan tangan. Menantang mamanya banget buat ngajarin ini. Karena butuh kesabaran yang ekstra juga.

PR makan sendiri ini sudah beberapa bulan dilakukan tapi masih belum mencapai goalsnya, karena aku sepertinya memang belum terlalu konsisten dan optimal juga ngajarinnya. Soalnya Arthur kalau makan, masih sesukanya sendiri. Kalau kata orang, biasakan anak makan sambil duduk sedari dini sejak pertama mengenal MPASI. Supaya nggak terbiasa makan sambil digendong atau lari-larian kesana kemari. Duhh, itu cuma sukses diawal aja, setelah Arthur mulai aktif dia mulai nggak betah atau bahkan menolak duduk di kursi makannya. Akhirnya sekarang kalau makan, syukur-syukur mau duduk di kursinya sampai makanan habis. Seringnya sih dia terus pencalitan minta turun dari kursinya, abis itu makan disuapin sambil jalan kesana kemari. Aduh, kalau udah begini aku jadi gampang ngerasa emosi. Harus ngawasin atau megangin Arthur jalan, sambil bawa makanannya. Rempong byanget… Selain itu Arthur juga jadi ngga bisa belajar makan sendiri pakai sendoknya. Mau maksain duduk di kursinya sambil makan, malah dia bisa ngambek. Yaudah, daripada Arthur nggak mau makan atau makannya cuma sedikit aku dengan sangat terpaksa menuruti kemauannya. Karena Arthur juga harus banyak asupan makanan untuk mengejar kenaikan berat badannya. Maklum aja, dia kan anak prematur.

Aku udah sering ngomong dan sounding ke Arthur. Kadang kalau dia lagi tidur pun aku sounding dia juga. Aku kasih tau kalau makan itu duduk di kursinya, nggak sambil jalan-jalan. Tapi nggak mempan juga. Dasarnya anaknya memang lagi aktif dan suka eksplorasi kesana kemari.

Aku juga pernah ceritain, tentang ajaran-ajaran Rasulullah kalau sebelum makan itu berdoa dulu, makannya sambil duduk, nggak sambil ngomong karena bisa tersedak, makannya pakai tangan kanan,dll. Mungkin terlalu panjang juga ceritaku, dan dia susah nangkepnya.

Kayak waktu makan hari ini.

πŸ‘©πŸ» Mama : “Arthur, maem dulu ya… maemnya sambil duduk… ayo, Berdoa dulu sebelum makan”

Sambil baca doa mau makan dan ngajarin tangan Arthur buat berdoa, biasanya abis berdoa tangannya terus Amin sendiri.

Aku terus megangin sendok ke Arthur dan mengarahkan tangannya ke mangkok. Kalau Arthur pegang sendok, aku juga sambil megangin dan ngarahin. Kalau nggak, sendoknya bisa kebalik dan makanannya banyak yang tumpah. Atau sendoknya dikelamutin ama dia, kadang juga di lempar ama dia. Mangkok nya pun sambil aku pegangin, karena bisa disampar atau di obok-obok ama dia.

πŸ‘©πŸ» Mama : “Arthur, kalau makan pegang sendoknya begini ya, pakai tangan yang kanan.. Sekarang ambil nasinya pakai sendok, terus masukin ke mulut haaapppp… dikunyah-kunyah nyam nyam nyamm… Pinterr, Arthur bisa makan sendiri pakai sendok.”

Β Tapi nggak berlangsung lama Arthur makan sambil pegang sendok sendiri. Dia terus main-main atau pencalitan di kursi. Se enggak nya dia udah latihan sedikit-sedikit setiap hari. Arthur belakangan ini juga suka ngemut makanannya. Dan ini bikin kegiatan makan jadi lama.

πŸ‘©πŸ» Mama : “Eh Arthur, nasi nya mau masuk ke perut. Udah ditungguin di perut. Ayo telan lewat tenggorokan sini (sambil pegang tenggorokannya) terus lewat sini (pegang dadanya) terus sampai deh ke perut Arthur”

πŸ‘©πŸ» Mama : “Ayoooo… ini wortel nya mau masuk ke perut Arthur, tok tok tok… Mau masuk lewat mulut dulu nih, ayo dibuka mulutnya.. haaaaakkk…. emmm…”

πŸ‘©πŸ» Mama : “Arthur, ayo maemnya dikunyah-kunyah nyam nyam.. terus ditelan glek glek… Biar makanannya masuk ke perut, Arthur kenyang deh. Biar Arthur juga cepet gede badannya tambah tinggi”

Makan duduk di kursi cuma berlangsung beberapa suapan. Abis itu dia merengek minta turun dari kursinya. Akhirnya aku turunin aja dia biar sambil jalan-jalan kesana kemari, yang penting makanannya bisa masuk pikirku. Walaupun sangat melelahkan. Karena Arthur kudu ngejar berat badannya, yang seret kenaikannya.

Entah kenapa sekarang kegiatan makan ini jadi melelahkan. Belum lagi kalau makanannya di samplak, tumpah, dilepeh. Aduh jadi gampang bikin emosi dan ngomel. Kalau anaknya lagi mau duduk dan lahap rasanya bahagia sekali. Tapi seringnya pencalitan di kursi dan ujung-ujungnya makan sambil kejar-kejaran. Dia lagi aktif bereksplorasi jalan kesana kemari. Entah kata-kata yang bagaimana lagi buat ngasih tau Arthur supaya makan dengan baik. PR lagi ini buat mama Arthur. Semoga aja kalau sering dibilangin secara konsisten dia mengerti.

#level1

#day5

#tantangan10hari

#komunikasiproduktif

#kuliahbunsayiip

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s