Belajar Tentang Orientasi Mobilitas di Luar Ruangan

TMII – Sabtu, 12 Agustus 2017

Hari ini kami mengikuti pertemuan komunitas area Jabodetabek. Komunitas ini kami sebut dengan baby community, yaitu komunitas untuk tumbuh kembang anak dengan hambatan penglihatan. Saat Arthur di Jogja pun, Arthur selalu datang ke acara pertemuan baby community area Yogyakarta. Biasanya pertemuan dilaksanakan di area indoor. Tapi kebetulan, kali ini pas Arthur lagi di Bekasi pertemuan dilakukan di outdoor, dan dipilih Taman Mini Indonesia Indah sebagai lokasinya. Selain piknik, tentu saja ada materi yang akan disampaikan, yaitu belajar mengenai orientasi mobilitas di luar ruangan, khususnya di ruangan publik, dan juga pengenalan whitecane (alat bantu berupa tongkat untuk tuna netra).

Materi disampaikan oleh ibu primaningrum yang sudah banyak pengalaman di dunia disabilitas, khususnya pendampingan ABK tuna netra. Pada pertemuan baby community kali ini, ada beberapa tema yang dibahas oleh bu prima.

 

1. Pengenalan whitecane

a. Kaitan / Crook  

Seperti namanya, bagian ini merupakan bagian yang memiliki fungsi sebagai pengikat pergelangan tangan dengan tongkat, tujuannya adalah agar tongkat tidak terlepas dari tangan pengguna jika terjadi benturan atau ketika tongkat terlepas dari genggaman pengguna. Disisi lain, bagian ini juga memiliki fungsi untuk mengikat disaat tongkat dilipat.  Pengikat ini biasanya berbahan yang bisa melar, seperti karet.

b. Pegangan / grip  

Bagian yang memiliki fungsi sebagai tempat jemari tangan untuk menggenggam tongkat.

c. Reflektor

Bagian yang memiliki fungsi memantulkan cahaya jika terkena sinar pada malam hari, sebagai penanda.

d. Ujung tongkat / tip

Bagian ini memiliki fungsi sebagai penuntun. Tip ini ada 2 macam, yaitu type fix(tetap) dan roller (beroda). Type fix biasa digunakan sebagai penuntun jalan yang memiliki berbagai macam kontur, sedangkan type roller digunakan pada jalan yang memiliki kontur rata/datar karena type ini dapat bergerak sesuai dengan dorongan tongkat. Biasanya type roller lebih cocok digunakan di area indoor.

2. Cara memakai tongkat

a. Mengukur panjang tongkat  

Mengukur panjang tongkat merupakan hal yang wajib dilakukan agar pengguna mendapatkan tongkat yang ideal sesuai dengan tinggi badannya, dengan panjang tongkat yang ideal maka akan memberikan kenyamanan bagi pengguna dalam melakukan aktivitasnya. Panjang tongkat yang ideal dapat diukur dengan mengukur tinggi antara dada pengguna hingga ujung kaki pengguna.

b. Menggunakan tongkat  

Cara penggunaan tongkat adalah dengan mengarahkan tip pada posisi 1-2 langkah didepan pengguna, lalu menggerakan tongkatnya ke kiri dan kanan dengan batasan selebar bahu pengguna.  Agar keberadaan tongkaatnya tidak mengganggu keberadaan orang lain disekitarnya.

3. Orientasi mobilitas

Pada sesi ini, bu prima menjelaskan mengenai pentingnya komunikasi berupa deskripsi kondisi dan situasi bagi para ABK tuna netra dalam melakukan mobilitas aktifitasnya. Dalam kegiatan ini para orang tua diberikan tantangan untuk mencoba menjadi seperti para ABK yang memiliki keterbatasan dalam penglihatan. Para orangtua ditantang menggunakan blindfold (tutup mata) agar merasakan apa yang dirasakan anak-anak saat berada di ruang publik tanpa melihat.

Tantangan pertama, orangtua berjalan dengan blindfold dan dituntun tanpa adanya komunikasi. Kendala yang kami alami adalah, kami tidak ada bayangan sama sekali mengenai apa yang akan kami lakukan, seperti apa bentuknya, bagaimana melaluinya, dll.  Tentu saja banyak yang merasa ketakutan akan bahaya atau celaka apa saja yang ada didepannya saat berjalan. Karena tanpa diberikan informasi apapun tentang lingkungan tersebut.

Tantangan kedua, orangtua berjalan dituntun dengan blindfold dan diberikan pengarahan informasi,  mengenai situasi dan kondisi lingkungan tersebut dan  tentang apa saja yang ada didepannya. Sehingga kami memiliki bayangan mengenai apa yg akan kami lakukan dan kami mengerti apa yang harus dilakukan untuk melaluinya.  Kami merasa lebih baik berjalan tanpa melihat tetapi diberikan penjelasan mengenai jalanan yang dilewati sehingga merasa lebih waspada.

Jadi, kita sebaiknya harus memberikan informasi sebanyak-banyaknya mengenai situasi dan kondisi lingkungan tempat anak berada dan apa yang ada di depan anak serta ada apa saja disekitarnya. Bahkan kalau bisa informasi tersebut diberikan secara detail. Sejak dirumah, sudah diinformasikan kita mau pergi kemana dan disana ada apa. Dan selama diperjalanan, menginformasikan kepada anak tentang situasi dan kondisi perjalanan yang dilalui. Misalnya lewat jalan apa, belok kemana, melewati apa, dan sebagainya.

 

4. Pendamping ABK  tuna netra

Menjadi pendamping ABK tuna netra kadang dilihat sebagai sebuah kegiatan yang mudah karena hanya tinggal mengarahkan dan menuntun sesuai dengan tujuan yang diinginkan. Hal ini terpatahkan ketika bu prima menjelaskan bagaimana menjadi pendamping bagi para ABK, ada teknik-teknik tertentu untuk menjadi pendamping bagi ABK tuna netra ketika menuntunnya berjalan yaitu :

a. Pendamping harus berada disisi terlemah anak

Teknik ini dimaksudkan agar para pendamping dapat menutupi bagian terlemah dari anak, dalam artian ketika mendampingi anak untuk berjalan dan menemui halangan maka pendamping bisa mencegah anak terjatuh.

b. Pendamping didepan anka

Teknik ini ditujukan ketika anak melalui jalan yang sempit. Hal ini dimaksudkan agar pendamping dapat menuntun anak untuk melewati jalan tersebut, pendamping disarankan tidak berada dibelakang anak. Karena jika tinggi badan anak lebih tinggi dari pendamping maka akan menutupi pandangan pendamping.

Ibu Prima berbagi ilmu dan pengalamannya

Belajar penerapan mengenai orientasi mobilitas di ruang publik memang lebih menantang dibandingkan dengan belajar orientasi mobilitas didalam rumah.

Karena di ruang publik, para orangtua harus “kebal” dengan tatapan orang-orang. Tidak semua orang merasa welcome dengan keberadaan ABK. Pasti ada saja tatapan, pertanyaan maupun perkataan tentang ABK.

Kami, Para orangtua anak-anak dengan hambatan penglihatan

#Day2

#Level3

#MyFamilyMyTeam

#KuliahBunsayIIP

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s