Membuang Sampah Pada Tempatnya

Arthur lagi suka buang sampah di tempat sampah. Awalnya, karena aku latih untuk membiasakan buang sampah di tempatnya.

Sekarang, Kalau abis minum susu uht, ngemil, ada tissu kotor, plastik, dll terus disuruh buang sampah dia seneng banget 😅

Padahal kalau diajak main memasukan bola kedalam kardus, masukin mainan ke kotaknya, dan semacam itu, dia nggak mau. Terlihat kurang tertarik. Tapi giliran diajak buang sampah ketempatnya, dia semangat banget. Kalau sampahnya udah masuk ke tempat sampah, biasanya dia terus ketawa atau tepuk tangan sendiri.

Selain ngajarin supaya cinta kebersihan, karena kebersihan adalah sebagian dari iman. Pelajaran lain yang diambil adalah : 
1. Biar nggak asal buang barang terutama sampah sembarangan. Karena Arthur kalau udah bosan atau nggak suka sesuatu yang sedang dia pegang, main lempar aja. 

2. Melatih kebiasaan meletakkan benda pada tempatnya.

3. Melatih Koordinasi mata (kalo arthur feeling nya aja deh) dan tangan 

4. Belajar Orientasi Mobilitas di dalam rumah

5. Menghafal letak benda-benda didalam rumah

6. Memberikan penjelasan apa itu sampah dan mengapa harus dibuang ke tempat sampah 

Berikut ini link video Arthur membuang sampah pada tempatnya     

Arthur lagi suka buang sampah di tempat sampah. Awalnya, untuk membiasakan buang sampah di tempatnya. Sekarang, Kalau abis minum susu UHT, abis ngemil, ada tissu kotor, plastik, dll terus disuruh buang sampah dia seneng banget 😅 Selain mengajarkan untuk cinta kebersihan, karena kebersihan adalah sebagian dari iman. Banyak pelajaran lain yang bisa diambil : 1. Melatih kebiasaan meletakkan benda pada tempatnya. 2. Biar nggak asal main lempar atau buang barang sembarangan. Karena Arthur kalau udah bosan atau nggak suka sesuatu yang sedang dia pegang, main lempar aja. 3. Belajar Orientasi Mobilitas di dalam rumah. 4. Menghafal letak benda-benda didalam rumah. Dan… Lanjutannya ada di blog aja yah 😁 #Day8 #Level3 #MyFamilyMyTeam #KuliahBunsayIIP #InstitutIbuProfesional #FamilyProject

A post shared by ranny aditya (@rannyaditya) on

Sebuah kegiatan sederhana “membuang sampah” tapi ternyata banyak pelajaran yang bisa diberikan untuk Arthur. 

#Day8

#Level3

#MyFamilyMyTeam

#KuliahBunsayIIP #InstitutIbuProfesional #FamilyProject

Arthur Bantuin Mama Belanja 🛍🛒

Project keluarga kami hari ini adalah belanja. Sebenernya bukan belanja bulanan juga sih, cuma karena papa Arthur beberapa hari lagi mau dinas ke papua selama sekitar semingguan. Sebelum ditinggal dinas, kudu nyiapin amunisi dan kebutuhan lainnya. Supaya nggak bingung kalau ini itu nya udah habis, karena di bekasi kadang aku nggak berani pergi-pergi sendirian. Daripada ngerepotin yang lain kan, mending repotin suami aja. hehehe…

Hari ini kami belanja di s*p*r*ndo. Yang paling utama adalah beli cemilan, buah dan susu UHT buat Arthur.

Kami menerapkan ilmu dari pelajaran “orientasi mobilitas di luar rumah”. Jadi sebelumnya, kami udah ngasih tau Arthur kalau kita mau belanja dimana dan mau beli apa aja. Arthur ditanya nanti mau beli apa, dia bilang mau beli “mik ahh” (maksudnya susu 😅).

Sampai di tempat belanja tersebut, aku ambil trolly dan dudukin Arthur di trolly belanja. Ternyata dia nggak betah lama duduk di trolly belanja sambil di dorong. Dia minta turun dan maunya dia yang dorong trolly belanja nya. Oke, Arthur sepertinya mau bantuin mama belanja, dia nggak mau duduk-duduk doang 😅

“Sekarang kita cari susu Arthur, nanti Arthur yang ambil ya”

Kitapun menuju rak tempat susu UHT. Arthur ambil susunya dibantu papa, supaya nggak ngacak-ngacak rak nya.Hehehe…

Arthur maunya bawa susunya sendiri. Tapi kita kasih tau kalau susunya itu dibeli dulu, dibeli itu dibayar dengan memberikan uang ke mbak kasir (Pelajaran tentang konsep menjual dan membeli).

Arthur akhirnya dorong lagi trolly nya menuju ke kasir. Tentu saja didorong nya dibantu sama papa, kalau nggak udah nubruk kemana-mana 😅

Arthur Dorong Trolly Belanja

Link video Arthur bantuin mama belanja :

 #Day7

#Level3

#MyFamilyMyTeam

#KuliahBunsayIIP

#InstitutIbuProfesional

#FamilyProject

Belajar dari Buah Jeruk

🍊🍊🍊🍊🍊🍊🍊🍊🍊🍊🍊🍊🍊🍊🍊🍊🍊🍊🍊🍊🍊🍊🍊🍊🍊🍊🍊🍊🍊🍊🍊🍊🍊🍊🍊🍊

Hari ini, di rumah ada buah jeruk. Banyak yang bisa diajarkan ke Arthur dengan buah jeruk. Apalagi untuk melatih ketajaman indra penciuman, indra perasa, dan indra perabanya.

1. Bentuk buah jeruk

Aku kasih buah jeruk ke Arthur untuk dia pegang. Bentuknya yang bulat seperti bola kecil, eh malah dilempar sama Arthur 😅

2. Tekstur jeruk

Tekstur kulit jeruk sebelum dan setelah di kupas. Untuk diraba. Dan juga tekstur buah jeruk itu sendiri.

3. Bau jeruk

Bau jeruk paling kuat pada kulit bagian dalamnya. Setelah aku ajarkan untuk meraba tekstur kulitnya. Aku minta Arthur untuk mencium kulitnya supaya dia merasakan bagaimana bau jeruk. Ehhh tapi malah dia makan kulitnya 🙈😅

4. Rasa jeruk

Rasa jeruk nya pas dapet yang manis, sehingga Arthur doyan dan dia langsung habis 1 buah jeruk.

5. Bagaimana cara memakan buah jeruk

Buah Jeruk harus dikupas dulu kulitnya, lalu di ambil sesuai potongannya. Kemudian dihilangkan serat putih yang masih menempel dan dihilangkan bijinya. Baru deh dimakan.

Hal yang sederhana tapi banyak ilmu yang bisa diajarkan ke Arthur.

Arthur dan Buah Jeruk

#Day6
#Level3
#MyFamilyMyTeam
#KuliahBunsayIIP

Project Mingguan Kami : Mencuci Baju 

Mencuci baju adalah project mingguan kami yang biasa dilakukan 2-3 kali dalam seminggu.

Dulu arthur tidak terlibat dalam kegiatan mencuci baju ini, karena dia masih belum berani sama air dingin. Tapi belakangan ini, kami mencoba melibatkan Arthur. Karena Arthur sudah berani dengan air dingin dan mulai suka main air. Walaupun akhirnya dia nggak bakalan ikut nyuci tapi malah cuma mainan air aja.

Setidaknya kami sudah mencoba melibatkan anak dalam melakukan aktifitas rumah tangga. Supaya anak paham bagaimana itu aktifitas mencuci. Sambil di jelaskan step-step apa saja yang dilakukan saat mencuci baju. walaupun Arthur belum sepenuhnya paham.

Kalau di Jogja, Arthur nggak bisa ikutan cuci baju karena mesin cuci di jogja “terima beres” alias cemplungin baju, nyalain air, masukin detergen. Puter deh sampai bilas & dikeringkan. Bisa disambi sambil nyantai atau melakukan hal yang lain, kalau udah selesai baru deh tinggal kita jemur.

Nah kalau di bekasi, proses ngebilasnya manual. Pake ember & Kucek tangan baru deh dimasukin ke tabung pengering. Yah, cukup melelahkan sebenernya. Karena terbiasa yang langsung beres di Jogja. Dulu sempet agak protes juga ke papa arthur. Karena capek, rempong, dan Arthur susah disambi lama-lama.

Tapi, Daripada boros manggil tukang cuci atau nyuci di laundry (biaya laundry di bekasi mahal, nggak kayak di Jogja), Walaupun kalau nyetrika manggil orang untuk nyetrikain. Akhirnya kami pun membagi tugas dalam hal mencuci baju. Papa Arthur yang ngegiling ke mesin cuci, ngebilas & ngeringin. Mama Arthur yang jemurin. Yang paling penting papa Arthur yang ngebilasinnya, hehehee… Alhamdulillah, aku bersyukur punya suami yang mau membantu pekerjaan rumah tangga begini.

Kalau weekday kami seringnya cuci baju malam hari setelah papa Arthur pulang dari kantor. Kalau misal siang nya Arthur bisa disambi, aku cuci sendiri sambil Arthur bantuin (dia sambil mainan air).

Kalau weekend, semua kebagian tugas. Waktu giliran papa yang nyuci & mbilas, arthur sibuk bantuin nyuci alias main air. Mama bantuin sambil awasin arthur, supaya nggak kepleset atau jatuh. Sekalian arthur mandi juga. Setelah selesai semua, baru deh gantian mama Arthur yang jemurin bajunya. Sementara Arthur sudah selesai mandi, lalu main sama papa.

 

#Day3

#Level3

#MyFamilyMyTeam

#KuliahBunsayIIP

 

Belajar Tentang Orientasi Mobilitas di Luar Ruangan

TMII – Sabtu, 12 Agustus 2017

Hari ini kami mengikuti pertemuan komunitas area Jabodetabek. Komunitas ini kami sebut dengan baby community, yaitu komunitas untuk tumbuh kembang anak dengan hambatan penglihatan. Saat Arthur di Jogja pun, Arthur selalu datang ke acara pertemuan baby community area Yogyakarta. Biasanya pertemuan dilaksanakan di area indoor. Tapi kebetulan, kali ini pas Arthur lagi di Bekasi pertemuan dilakukan di outdoor, dan dipilih Taman Mini Indonesia Indah sebagai lokasinya. Selain piknik, tentu saja ada materi yang akan disampaikan, yaitu belajar mengenai orientasi mobilitas di luar ruangan, khususnya di ruangan publik, dan juga pengenalan whitecane (alat bantu berupa tongkat untuk tuna netra).

Materi disampaikan oleh ibu primaningrum yang sudah banyak pengalaman di dunia disabilitas, khususnya pendampingan ABK tuna netra. Pada pertemuan baby community kali ini, ada beberapa tema yang dibahas oleh bu prima.

 

1. Pengenalan whitecane

a. Kaitan / Crook  

Seperti namanya, bagian ini merupakan bagian yang memiliki fungsi sebagai pengikat pergelangan tangan dengan tongkat, tujuannya adalah agar tongkat tidak terlepas dari tangan pengguna jika terjadi benturan atau ketika tongkat terlepas dari genggaman pengguna. Disisi lain, bagian ini juga memiliki fungsi untuk mengikat disaat tongkat dilipat.  Pengikat ini biasanya berbahan yang bisa melar, seperti karet.

b. Pegangan / grip  

Bagian yang memiliki fungsi sebagai tempat jemari tangan untuk menggenggam tongkat.

c. Reflektor

Bagian yang memiliki fungsi memantulkan cahaya jika terkena sinar pada malam hari, sebagai penanda.

d. Ujung tongkat / tip

Bagian ini memiliki fungsi sebagai penuntun. Tip ini ada 2 macam, yaitu type fix(tetap) dan roller (beroda). Type fix biasa digunakan sebagai penuntun jalan yang memiliki berbagai macam kontur, sedangkan type roller digunakan pada jalan yang memiliki kontur rata/datar karena type ini dapat bergerak sesuai dengan dorongan tongkat. Biasanya type roller lebih cocok digunakan di area indoor.

2. Cara memakai tongkat

a. Mengukur panjang tongkat  

Mengukur panjang tongkat merupakan hal yang wajib dilakukan agar pengguna mendapatkan tongkat yang ideal sesuai dengan tinggi badannya, dengan panjang tongkat yang ideal maka akan memberikan kenyamanan bagi pengguna dalam melakukan aktivitasnya. Panjang tongkat yang ideal dapat diukur dengan mengukur tinggi antara dada pengguna hingga ujung kaki pengguna.

b. Menggunakan tongkat  

Cara penggunaan tongkat adalah dengan mengarahkan tip pada posisi 1-2 langkah didepan pengguna, lalu menggerakan tongkatnya ke kiri dan kanan dengan batasan selebar bahu pengguna.  Agar keberadaan tongkaatnya tidak mengganggu keberadaan orang lain disekitarnya.

3. Orientasi mobilitas

Pada sesi ini, bu prima menjelaskan mengenai pentingnya komunikasi berupa deskripsi kondisi dan situasi bagi para ABK tuna netra dalam melakukan mobilitas aktifitasnya. Dalam kegiatan ini para orang tua diberikan tantangan untuk mencoba menjadi seperti para ABK yang memiliki keterbatasan dalam penglihatan. Para orangtua ditantang menggunakan blindfold (tutup mata) agar merasakan apa yang dirasakan anak-anak saat berada di ruang publik tanpa melihat.

Tantangan pertama, orangtua berjalan dengan blindfold dan dituntun tanpa adanya komunikasi. Kendala yang kami alami adalah, kami tidak ada bayangan sama sekali mengenai apa yang akan kami lakukan, seperti apa bentuknya, bagaimana melaluinya, dll.  Tentu saja banyak yang merasa ketakutan akan bahaya atau celaka apa saja yang ada didepannya saat berjalan. Karena tanpa diberikan informasi apapun tentang lingkungan tersebut.

Tantangan kedua, orangtua berjalan dituntun dengan blindfold dan diberikan pengarahan informasi,  mengenai situasi dan kondisi lingkungan tersebut dan  tentang apa saja yang ada didepannya. Sehingga kami memiliki bayangan mengenai apa yg akan kami lakukan dan kami mengerti apa yang harus dilakukan untuk melaluinya.  Kami merasa lebih baik berjalan tanpa melihat tetapi diberikan penjelasan mengenai jalanan yang dilewati sehingga merasa lebih waspada.

Jadi, kita sebaiknya harus memberikan informasi sebanyak-banyaknya mengenai situasi dan kondisi lingkungan tempat anak berada dan apa yang ada di depan anak serta ada apa saja disekitarnya. Bahkan kalau bisa informasi tersebut diberikan secara detail. Sejak dirumah, sudah diinformasikan kita mau pergi kemana dan disana ada apa. Dan selama diperjalanan, menginformasikan kepada anak tentang situasi dan kondisi perjalanan yang dilalui. Misalnya lewat jalan apa, belok kemana, melewati apa, dan sebagainya.

 

4. Pendamping ABK  tuna netra

Menjadi pendamping ABK tuna netra kadang dilihat sebagai sebuah kegiatan yang mudah karena hanya tinggal mengarahkan dan menuntun sesuai dengan tujuan yang diinginkan. Hal ini terpatahkan ketika bu prima menjelaskan bagaimana menjadi pendamping bagi para ABK, ada teknik-teknik tertentu untuk menjadi pendamping bagi ABK tuna netra ketika menuntunnya berjalan yaitu :

a. Pendamping harus berada disisi terlemah anak

Teknik ini dimaksudkan agar para pendamping dapat menutupi bagian terlemah dari anak, dalam artian ketika mendampingi anak untuk berjalan dan menemui halangan maka pendamping bisa mencegah anak terjatuh.

b. Pendamping didepan anka

Teknik ini ditujukan ketika anak melalui jalan yang sempit. Hal ini dimaksudkan agar pendamping dapat menuntun anak untuk melewati jalan tersebut, pendamping disarankan tidak berada dibelakang anak. Karena jika tinggi badan anak lebih tinggi dari pendamping maka akan menutupi pandangan pendamping.

Ibu Prima berbagi ilmu dan pengalamannya

Belajar penerapan mengenai orientasi mobilitas di ruang publik memang lebih menantang dibandingkan dengan belajar orientasi mobilitas didalam rumah.

Karena di ruang publik, para orangtua harus “kebal” dengan tatapan orang-orang. Tidak semua orang merasa welcome dengan keberadaan ABK. Pasti ada saja tatapan, pertanyaan maupun perkataan tentang ABK.

Kami, Para orangtua anak-anak dengan hambatan penglihatan

#Day2

#Level3

#MyFamilyMyTeam

#KuliahBunsayIIP

DIY touch and feel letters card

Kata dokter mata saat kontrol kemarin, ketika sekolah besok Arthur menggunakan huruf braille. Namun tak ada salahnya mengajarkannya untuk tahu bagainama bentuk huruf awas. Di buku touch and feel yang belajar tentang bentukletters, belum tentu semua huruf bisa diraba bentuknya. Daripada sayang kalau beli juga percuma, akhirnya aku coba bikin sendiri touch and feel letters card. Yahhh… walaupun hasil akhirnya tidak begitu rapi, tapi not too bad lah, yang penting fungsinya. Meskipun setelah dicobakan, Arthur belum mau main kartu – kartu tersebut.

 

Bahan : 

1. kertas tebal (aku pake kertas marga tebal). – harga 1 gulung 5500

2.  3 cat timbul warna shocking terang – harga @3000

3. ring untuk menjilid – harga @1500

4. riglet, stylus, kertas mika bening untuk braille

bahan

 

 

cara membuat :

– potong kertas marga seukuran kartu-kartu. Kalau aku sekitar 9×14 cm

– Tulis huruf A sampai Z, dengan huruf besar dan kecil di kartu-kartu tersebut menggunakan cat timbul.

– Sambil menunggu cat timbul tersebut kering, tulis huruf braille A-Z di mika. Lalu potong dan tempelkan dengan double-tip sesuai dengan hurufnya.

– Kalau sudah bener-bener kering, jadikan satu dengan ring. Kalau aku, tak kasih selotip dulu di pinggiran kertasnya sebelum dibolong baru deh di masukin ke ring supaya awet dan kertas nggak gampang sobek pinggirannya.

img_9911

 

Cara main :

Ajak anak untuk meraba bentuk huruf timbul tersebut. Dan juga huruf braille nya. Sambil kita kasihtau huruf apa yang sedang dia raba.


#Day1
#Level3
#MyFamilyMyTeam
#KuliahBunsayIIP

How To Train Your “Dragon”

“The most helpful thing a person can do for a blind child is to treat them like a human being with normal social and emotional needs and to help others learn to do the same”

(wonderbaby.org)

 

Mengajarkan kemandirian pada anak dengan hambatan penglihatan, rasanya seperti menjinakkan naga. Jadi postingan ini judulnya how to train your dragon. Hahaha…

Susah? iya..

Sabar? Hadeh… Stok sabar harus ekstra ekstra ekstra buanyaaakk….

Dan yang masih menjadi kekuranganku adalah “konsisten”. Aku belum konsisten melatih Arthur mencapai kemandiriannya. Padahal Kalau terus-terusan terjadi pemakluman. “Maklum penglihatannya nggak seperti anak lain”. Kapan berhasilnya?. Goals nya Arthur adalah kemandirian, anak yang mandiri adalah anak yang memiliki keinginan dan menjalankan keinginanya sendiri tanpa perlu banyak bantuan orang tua mapun orang lain.

PR nya arthur itu banyak. Maksud PR disini, apa yang harus dilakukan Arthur agar tidak terjadi ketertinggalan motoriknya dan melatih kemandiriannya. Maklum, anak prematur rentan mengalami delay tumbuh kembang nya. Apalagi dengan keterbatasan yang dia miliki. Tapi Alhamdulillah dia sudah bisa berjalan saat usia sekitar 13 bulan. Tinggal ngajarin motorik halusnya dengan menggunakan sisa penglihatannya yang entah seberapa dan juga mengoptimalkan indra yang lainnya.

Kita bisa mengerjakan PR arthur belajar dengan bermain. Karena pada dasarnya anak memang senang bermain. Tapi sebelum belajar, kita harus tau tipe anak nya dulu. Supaya tidak memaksakan anak.

Ada 4 tipe gaya belajar anak:
1⃣ visual: informasi bisa lebih cepat diterima kalau informasi masuk lewat mata/melihat
2⃣ auditori: informasi bisa lebih cepat diterima kalau informasi masuk lewat telinga/mendengar
3⃣ kinestetik: informasi bisa lebih cepat diterima kalau informasi masuk lewat gerakan badan
4⃣ taktil : informasi bisa lebih cepat diterima kalau informasi masuk lewat rabaan tangan

Arthur sepertinya termasuk type anak kinestetik, cara belajar dan informasi cepat dia terima kalau lewat gerakan badan. Selain itu, Arthur type anak yang nggak bisa duduk anteng sambil mainan. Kalo main sambil duduk, nggak sampe semenit dia terus kabur lagi. Kalau anak lain dengan type ini mungkin juga belajar dengan meniru gerakan orang lain. Kalau Arthur, biasanya aku gerakin tangan atau badannya dulu, kalau dia anteng dan diem berarti dia sedang mencerna informasi yang aku berikan. Tapi kalau udah usil nggak betah atau nolak berarti dia lagi nggak mau dan aku nggak boleh memaksa.

Di usianya yang belum genap 2 tahun ini, yang harus Arthur capai adalah bisa makan sendiri dengan alat makan dan lulus toilet training. Itu hal mendasar kemandirian anak-anak di usia tersebut. Sama seperti anak-anak normal lain yang usianya sama. Namun cara atau threatment nya yang berbeda.

Anggap saja sebagai sebuah challenge.

Mungkin ada yang mbatin, kasihan anaknya buta tapi disuruh dan dipaksakan bisa ini itu. Saya tidak memaksakan. Tapi ini demi masa depan anak saya. Agar tidak selalu bergantung pada orang lain. Karena kami orang tuanya pun juga tidak selamanya bisa mendampinginya. Keberhasilan seorang tuna netra pada dasarnya adalah kemandirian.

Mengajarkan kemandirian pada anak pun juga perlu komunikasi produktif. Misalnya saat anak gagal atau ngompol hindari memarahi anak. Karena anak belum punya kontrol penuh untuk mengontrol pipis dan pup. Misalnya dengan bilang “wahh… arthur pipis disini (diruangan), yuk mama ajak ke toilet. Nanti pipis nya di toilet aja ya”.

 

Tips membuat jadwal teratur untuk toilet training (Walaupun belum sepenuhnya konsisten aku lakukan hehehe)

1. Pagi bangun tidur, ajak anak ke toilet. Tanyakan ke anak apa ingin pipis atau pup. Kalau belum, bilang ke anak “kalau mau pipis atau pup, kesini ya”

2. Beri kata kunci yang menarik dan mudah diingat anak. Misal sinyal untuk pipis diberi kata kunci “pis”. Ajarkan anak aturan mainnya.

3. Beri pujian setiap anak mengucapkan kata kunci dan berhasil sampai ke toilet.

4. Relakan sementara waktu rumah kotor kena pipis dan pup selama proses toilet training

5. Hindari memasang muka seram atau teriak histeris setiap anak pipis di sembarang tempat. Ini untuk menghindari anak trauma.

“Kemandirian terbangun melalui bantuan, kesempatan dan dukungan yang diberikan oleh orang tua dan lingkungan sekitar.”

 

Dan Alhamdulillah, di kelas bunda sayang Institus Ibu Profesional ini diberikan materi dan game tantangan tentang membangun kemandirian anak. Sehingga aku pun juga menjadi bersemangat dalam melatih kemandirian Arthur walaupun belum maksimal. Se tidanya aku tahu cara melatih kemandirian anak dengan tepat dan benar. Learning by doing.

 

#GameLevel2

#BundaSayang

#IIP

#KuliahBunsayIIP

#InstitutIbuProfesional

#MelatihKemandirianAnak

Berikut terlampir materi dari kelas bunda sayang – IIP tentang melatih kemandirian anak :

 

MELATIH KEMANDIRIAN ANAK

Mengapa melatih kemandirian anak itu penting?

Kemandirian anak erat kaitannya dengan rasa percaya diri. Sehingga apabila kita ingin meningktkan rasa percaya diri anak, mulailah dari meningkatkan kemandirian dirinya.

Kemandirian erat kaitannya dengan jiwa merdeka. Karena anak yang mandiri tidak akan pernah bergantung pada orang lain. Jiwa seperti inilah yang kebanyakan dimiliki oleh para enterpreneur, sehingga untuk melatih enterpreneur sejak dini bukan dengan melatih proses jual belinya terlebih dahulu, melainkan melatih kemandiriannya.

Kemandirian membuat anak-anak lebih cepat selesai dengan dirinya, sehingga ia bisa berbuat banyak untuk orang lain.

Kapan kemandirian mulai dilatihkan ke anak-anak?

Sejak mereka sudah tidak masuk kategori bayi lagi, baik secara usia maupun secara mental. Secara usia seseorang dikatakan bayi apabila berusia 0-12 bulan, secara mental bisa jadi pola asuh kita membiarkan anak-anak untuk selalu dianggap bayi meski usianya sudah lebih dari 12 bulan.

Bayi usia 0-12 bulan kehidupannya masih sangat tergantung pada orang lain. Sehingga apabila kita madih selalu menolong anak-anak di usia 1 th ke atas, artinya anak-anak tersebut secara usia sudah tidak bayi lagi, tetapi secara mental kita mengkerdilkannya agar tetap menjadi bayi terus.

Apa saja tolok ukur kemandirian anak-anak?

☘Usia 1-3 tahun
Di tahap ini anak-anak berlatih mengontrol dirinya sendiri. Maka sudah saatnya kita melatih anak-anak untuk bisa setahap demi setahap meenyelesaikan urusan untuk dirinya sendiri.
Contoh :
✅Toilet Training
✅Makan sendiri
✅Berbicara jika memerlukan sesuatu

🔑Kunci Orangtua dalam melatih kemandirian anak-anak di usia 1-3 th adalah sbb :
👨‍👩‍👦‍👦 Membersamai anak-anak dalam proses latihan kemandirian, tidak membiarkannya berlatih sendiri.
👨‍👩‍👦‍👦 Mau repot di 6 bulan pertama. Bersabar, karena biasanya 6 bulan pertama ini orangtua mengalami tantangan yang luar biasa.
👨‍👩‍👦‍👦Komitmen dan konsisten dengan aturan

Contoh:
Aturan berbicara :
Di rumah ini hanya yang berbicara baik-baik yang akan sukses mendapatkan apa yang diinginkannya.

Maka jangan pernah loloskan keinginan anak apabila mereka minta sesuatu dengan menangis dan teriak-teriak.

Aturan bermain:
Di rumah ini boleh bermain apa saja, dengan syarat kembalikan mainan yang sudaj tidak dipakai, baru ambil mainan yang lain.

Maka tempatkanlah mainan-mainan dalam tempat yang mudah di ambil anak, klasifikasikan sesuai kelompoknya. Kemudian ajarilah anak-anak, ambil mainan di tempat A, mainkan, kembalikan ke tempatnya, baru ambil mainan di tempat B. Latih terus menerus dan bermainlah bersama anak-anak, jadilah anak-anak yang menjalankan aturan tersebut, jangan berperan menjadi orangtua. Karena anak-anak akan lebih mudah mencontoh temannya. Andalah teman terbaik pertama untuknya.

☘Anak usia 3-5 th
Anak-anak di usia ini sedang menunjukkan inisiatif besar untuk melakukan kegiatan berdasarkan keinginannya
Contoh :
✅ Anak-anak lebih suka mencontoh perilaku orang dewasa.
✅Ingin melakukan semua kegiatan yang dilakukan oleh orang dewasa di sekitarnya

🔑Kunci Orangtua dalam melatih kemandirian anak di usia 3-5 th adalah sbb :
👨‍👩‍👦‍👦Hargai keinginan anak-anak
👨‍👩‍👦‍👦Jangan buru-buru memberikan pertolongan
👨‍👩‍👦‍👦 Terima ketidaksempurnaan
👨‍👩‍👦‍👦 Hargai proses, jangan permasalahkan hasil
👨‍👩‍👦‍👦 Berbagi peran bersama anak
👨‍👩‍👦‍👦 Lakukan dengan proses bermain bersama anak

Contoh :
✅Apabila kita setrika baju besar, berikanlah baju kecil-kecil ke anak.
✅Apabila anda memasak, ajarkanlah ke anak-anak masakan sederhana, sehingga ia sdh bisa menyediakan sarapan untuk dirinya sendiri secara bertahap.
✅Berikanlah peran dalam menyelesaikan kegiatannya, misal manager toilet, jendral sampah dll. Dan jangan pernah ditarget apapun, dan jangan diberikan sebagai tugas dari orangtus.Mereka senang mengerjakan pekerjaannya saja itu sudah sesuatu yang luar biasa.

☘Anak-anak usia sekolah
Apabila dari usia 1 tahun kita sudah menstimulus kemandirian anak, mka saat anak-anak memasuki usia sekolah, dia akan menjadi pembelajar mandiri. Sudah muncul internal motivation dari dalam dirinya tentang apa saja yang dia perlukan untuk dipelajari dalam kehidupan ini.

⛔Kesalahan fatal orangtua di usia ini adalah terlalu fokus di tugas-tugas sekolah anak, seperti PR sekolah,les pelajaran dll. Sehingga kemandirian anak justru kadang mengalami penurunan dibandingkan usia sebelumnya.

🔑Kunci orangtua dalam melatih kemandirian anak di usia sekolah
👨‍👩‍👦‍👦Jangan mudah iba dengan beban sekolah anak-anak sehingga semua tugas kemandirian justru dikerjakan oleh orangtuanya
👨‍👩‍👦‍👦Ijinkan anak menentukan tujuannya sendiri
👨‍👩‍👦‍👦Percayakan manajemen waktu yang sudah dibuat oleh anak-anak.
👨‍👩‍👦‍👦Kenalkan kesepakatan, konsekuensi dan resiko

Contoh :
✅Perbanyak membuat permainan yang dibuatnya sendiri ( DIY = Do It Yourself)
✅Dibuatkan kamar sendiri, karena anak-anak yang mahir mengelola kamar tidurnya, akan menjadi pijakan awal kesuksesan ia dalam mengelola rumahnya kelak ketika dewasa.

☘Ketrampilan-ketrampilan dasar yang harus dilatihakan untuk anak-anak usia sekolah ini adalah sbb:
1⃣Menjaga kesehatan dan keselamatan dirinya
2⃣Ketrampilan Literasi
3⃣Mengurus diri sendiri
4⃣Berkomunikasi
5⃣Melayani
6⃣Menghasilkan makanan
7⃣Perjalanan Mandiri
8⃣Memakai teknologi
9⃣Transaksi keuangan
10  Berkarya

☘3Hal yang diperlukan secara mutlak di orangtua dalam melatih kemandirian anak adalah :
1⃣Konsistensi
2⃣Motivasi
3⃣Teladan

Silakan tengok diri kita sendiri, apakah saat ini kita termasuk orangtua yang mandiri?

☘Dukungan-dukungan untuk melatih kemandirian anak
1⃣Rumah harus didesain untuk anak-anak
2⃣Membuat aturan bersama anak-anak
3⃣Konsisten dalam melakukan aturan
4⃣Kenalkan resiko pada anak
5⃣Berikan tanggung jawab sesuai usia anak

Ingat, kita tidak akan selamanya bersama anak-anak.Maka melatih kemandirian itu adalah sebuah pilihan hidup bagi keluarga kita

Salam,

/Tim Fasilitator Bunda Sayang/

Sumber bacaan:

Institut Ibu Profesional, Bunda Sayang, antologi, gaza media, 2014
Septi Peni, Mendidik anak mandiri, pengalaman pribadi, wawancara
Aar Sumardiono, Ketrampilan dasar dalam mendidikan anak sukses dan bahagia, rumah inspirasi