Arthur dan Buku

Membuat anak seperti Arthur agar tertarik dengan buku itu sebenernya agak sulit juga. Buku anak pada umumnya dipenuhi gambar yang menarik supaya anak menyukainya. Tapi siapa bilang anak dengan hambatan penglihatan tidak bisa bermain dan belajar dengan buku.

Salah satu family project kami adalah membraillekan buku-buku arthur. Dan sebagian sudah di braillekan tapi masih ada sebagian lagi yang masih menjadi PR kami.

Family Project : Membraillekan Buku-Buku Arthur

 

Yang menjadi prioritas saat ini adalah hardbook dan touch and feel book, yang memang cocok untuk seusia arthur. Dan di buku tersebut belum banyak kalimatnya, ceritanya pun cukup sederhana.

Aku lebih sering beliin Arthur buku jenis touch and feel. Yang dia bisa raba berbagai macam tekstur. Sambil aku ceritakan, dia sambil meraba. Kebanyakan sih tentang hewan-hewan dan bukunya berbahasa inggris. Arthur sebenernya cukup tertarik dengan buku. Dia sering juga mengambil buku nya sendiri di rakΒ  buku. Walaupun pada akhirnya kadang dia gigitin buku-bukunya. Tapi yang penting Arthur mau meraba berbagai macam tekstur yang ada di dalamnya.

Untuk huruf braillenya, Arthur belum cukup tertarik untuk merabanya. Karena mungkin usianya memang belum sesuai untuk belajar huruf braille. Setidaknya sudah mulai diperkenalkan dari sekarang.

❌ Visual : βŒπŸ‘€βŒ

βœ… auditori : mendengarkan informasi yang ada di buku atau mendengarkan cerita di buku tersebut.

βœ… kinestetik : menggunakan indra perabanya untuk meraba berbagai macam tekstur di buku touch and feel.

#auditoriXkinestetik

#Day9

#Tantangan10Hari

#Level4

#GayaBelajarAnak

#KuliahBunsayIIP

#InstitutIbuProfesional

Advertisements

Teman Kesayangan Arthur

“Ayo belajar sambil bermain supaya kita pintar, dan disayang Allah serta Rasulullah”

Begitulah kalimat yang dikatakan Hafidz waktu baru nyala.

img_1413

 

Boneka Hafidz ini udah menemani Arthur sejak Arthur usia sekitar 3-4 bulan. Boneka ini dulu beli online, dan dia datang disaat yang tepat. Saat itu Arthur baru pulang dari CT scan karena diduga terdiagnosa retinoblastoma. Boneka hafidz langsung dibawa ikut ke Jakarta saat itu, untuk perjalanan pencarian diagnosa Arthur yang sebenarnya. Yang ternyata Arthur sudah kehilangan penglihatannya karena ROP stadium 5, salah satu resiko dari kelahirannya yang prematur.

Dialah kemudian yang menemani hari-hari Arthur, terlebih saat Arthur mau tidur. Sambil nenen, biasanya sambil dengerin murotal Al Quran atau kisah para nabi. Kadang boneka hafidz ini juga di kelonin dan disayang-sayang sama Arthur.

Apalagi sekarang Arthur sedang dalam tahap menirukan apa yang dia dengar. Boneka hafidz terdapat fitur vocabulary, berbagai macam kosakata dalam 3 bahasa. Yaitu bahasa indonesia, bahasa inggris dan bahasa arab. Kadang Arthur menirukan beberapa kata meskipun hanya kosakata terakhirnya saja.

Selain itu, Arthur juga suka Mendengarkan Muratal AlQuran, Asmaul Husna, kisah nabi dan rasul, doa sehari-hari, lagu-lagu, dan fitur hafidz yang lainnya.

Dengan membiasakan Arthur untuk memperdengarkan lantunan ayat AlQuran sejak dini, Semoga suatu saat nanti Arthur bisa menjadi seorang Hafidz. Dan mengamalkan ajaran yang terkandung dalam Al Quran.

 

#auditori

#Day8

#Tantangan10Hari

#Level4

#GayaBelajarAnak

#KuliahBunsayIIP

#InstitutIbuProfesional

Main Perosotan di Rumah Kakak

Hari ini Arthur main ke rumah kakak sepupu nya. Kakak icha & Abang enji. Mereka punya plosotan dirumahnya.

Arthur coba main perosotan, eh malah ketagihan minta terus. Yang jelas mainnya masih sambil dipegangin.

Arthur bener-bener nggak bisa duduk diem sambil mainan. Jadi, main perosotan kayak gini cocok buat dia. Cuma ya capek yang meganginnya. Karena Arthur bener-bener harus pengawasan ekstra di usia nya yang sedang aktif-aktifnya ini. Anak yang matanya awas aja beresiko jatuh, tersandung, kepleset, kejedut, kejepit, dll. Sementara Arthur dengan kondisi keterbatasan penglihatannya harus diawasi serta didampingi terus. Disambi bentar atau Ditinggal meleng dikit aja biasanya dia bisa kejedut. Walaupun nggak nangis, karena mungkin udah biasa kejedut. Tapi kan kasihan juga.

Nggak bisa diem = Kinestetik. #Day2 #Tantangan10Hari #Level4 #GayaBelajarAnak #KuliahBunsayIIP

A post shared by ranny aditya dewi (@rannyaditya) on

#Day2

#Tantangan10Hari

#Level4

#GayaBelajarAnak

#KuliahBunsayIIP

Mengenal Gaya Belajar Arthur : Auditori – Kinestetik

Saat aku membaca materi level 4 kelas bunda sayang ini, sebenernya ya bikin sedikit baper juga.

Ketika dijelaskan mengenai 3 gaya belajar anak : visual, auditori dan kinestetik. Karena anak lain pasti bisamelakukanΒ  ke tiganya. Aku jadi agak bingung juga, gimana nanti aku ngerjain tugas level 4 ini. Tapi, ah sudahlah…. Aku nggak mau jadi terlarut, karena aku yakin Arthur bisa seperti anak yang lain dengan caranya sendiri.

Sebelum memulai tugas game di level 4 ini, pada tantangan #day1 kali ini aku akan jelaskan lebih dulu. Karena gaya belajar Arthur sudah terlihat. Yaitu auditori-kinestetik. Auditori yaitu melalui indra pendengarannya, dan kinestetik melalui gerakan maupun indra perabanya.

Keterbatasan penglihatan Arthur, otomatis akan mempengaruhi gaya belajarnya.

Aku sebenarnya ingin skip mengenai gaya belajar visual (gaya belajar dengan cara melihat). Meskipun kami juga sedang berusaha untuk memaksimalkan sisa penglihatan yang dimilikinya. Sesuai saran dari low vision therapist, yaitu Dengan melatih dan mengobservasi sejauh mana serta seluas mana sisa penglihatannya saat ini. Kira-kira objek seperti apa yang bisa dia lihat. Yang jelas dia ada respon dengan cahaya dan benda yang berwarna terang. Meskipun ada kemungkinan nantinya Arthur tidak bisa melihat atau membaca dengan huruf awas, setidaknya dia bisa memanfaatkan sisa penglihatannya tersebut untuk kemandiriannya.

Saat ini salah satu ikhtiar yang kami lakukan adalah menstimulasi, mengembangkan, dan memaksimalkan fungsi indra yang lain. Terutama indra peraba dan indra pendengaran. Sehingga gaya belajar Arthur cenderung auditori – kinestetik. Bukannya kami memaksakan, tapi dia memang harus seperti itu untuk kemandirian dan masa depannya.

Arthur itu anak yang tidak bisa diam. Susah banget ngajak Arthur main sambil duduk anteng, supaya dia sibuk dengan mainannya. Dia lebih suka eksplorasi, jalan kesana kemari sesukanya, meraba ini itu. Dia sibuk bergerak, dan sepertinya nggak punya rasa capek. Sehingga Arthur terlihat sebagai anak dengan type kinestetik.

Sementara itu, dia menerima perintah dan juga tahu ini-itu berdasarkan informasi apa yang dia dengarkan. Apalagi akhir-akhir ini Arthur sedang berada di tahapan “meniru”. Arthur lagi suka belajar ngomong, dengan menambah kosakata baru. Apa yang dia dengar, akan dia tirukan. Meskipun saat ini dia lebih sering menirukan suku kata terakhirnya saja. Jadi, gaya belajar Arthur juga secara auditori.

Misalnya pada Saat orientasi mobilitas, belajar makan, bermain, dan lainnya, Arthur menangkap informasi melalui apa yang dia dengar dan yang dia pegang atau yang sedang dia lakukan. Gaya belajarnya pun langsung terlihat, yaitu perpaduan antara auditori dan kinestetik.

Meskipun Kadang aku jadi baper sendiri melihat anak lain yang sedang bermain koordinasi mata dan tangan, permainan yang menggunakan warna, dan lainnya. Tapi aku yakin suatu saat Arthur pasti bisa dengan caranya sendiri. Koordinasi antara otak dan tangannya.

#Day1

#Tantangan10Hari

#Level4

#GayaBelajarAnak

#KuliahBunsayIIP

Family Project : Membraillekan Buku-Buku Arthur

Kemarin aku sempat berburu buku-buku touch and feel untuk Arthur. Dan pas ada event Big Bad Wolf 2017, sempet agak kalap juga beli buku anak-anak lewat jastip. Yang tadinya mau beli touch and feel aja, malah beli ini itu. Soalnya harganya pada miring sih (Penyakit emak-emak πŸ˜…).

Sebenernya di Jogja udah banyak buku Arthur yang aku braille kan.

Nah, pas di bekasi project kami adalah mem braille kan buku-buku Arthur yang ada disini. Sekalian biar papa Arthur belajar cara nya bikin huruf braille. Tapi ternyata papa nya Arthur keburu berangkat dinas selama 1 minggu di ujung timur Indonesia. Yaudah deh, nunggu pulang dulu sambil nyicil nge-braillein buku nya.

Aku membuat huruf braille, menggunakan riglet dan stylus. Kapan-kapan aku posting tutorial sederhana tentang cara menulis huruf braille deh. Kertas yang digunakan harus tebal supaya nggak bolong dan mudah diraba. Tapi karena aku mau tempelin ke buku cerita hard book yang didalamnya banyak gambar, jadi aku pakai kertas mika bening yang biasa dipakai untuk sampul. Supaya saat ditempel, gambar atau tulisannya masih terlihat. Biar besok bukunya bisa dipake adek-adeknya Arthur juga.

Alhamdulillah, Arthur mulai bisa dikenalkan dengan buku dan dia mau diajarkan untuk meraba berbagai macam tekstur di buku touch and feel.

#Day10

#Level3

#FamilyProject

#MyFamilyMyTeam

#KuliahBunsayIIP

#InstitutIbuProfesional

Arthur Meet The Low Vision Therapist @ JEC

Hari ini Arthur ada janji dengan low vision therapist di JEC (Jakarta Eye Centre).Sewaktu kontrol tahunan dengan dokter florence manurung lalu, beliau menyarankan Arthur untuk dilakukan assesment di low vision centre JEC dan kami diberi kartu nama therapistya. Namanya pak agus.
Sebelumnya, aku WA ke pak agus dulu, untuk janjian kapan bisa ketemu beliau. Ternyata beliau langsung cepat merespon. Kami diminta mengamati Arthur mengenai apa saja yang bisa dia lihat. Misalnya cahaya, warna apa, benda dengan ukuran atau diameter berapa, serta arah sebelah mana yang dia lihat. Supaya hasilnya dapat didiskusikan saat pertemuan.

Sabtu ini kami pun ke JEC menteng. Berangkat dari rumah naik Kereta Commuter Line, dari stasiun kranji turun di stasiun cikini, lanjut naik bajaj ke JEC. Sebenernya deket dan bisa jalan kaki dari stasiun cikini ke JEC. Tapi pengen ngajakin Arthur ngerasain naik bajaj, sekalian ngenalin Arthur transportasi umum. 
Di JEC menteng, kami langsung menuju ke bagian low vision therapist di lantai 2 untuk bertemu pak agus.

Di awal pertemuan dengan pak agus, kami diperlihatkan mengenai sebuah film dokumenter mengenai kondisi seorang anak low vision. 

Aku tidak memperhatikan dan mendengarkan penjelasan pak Agus secara keseluruhan, karena Arthur nggak mau diem. Dia jalan kesana kemari dan harus selalu aku awasi. Ditambah dia belum tidur, jadilah dia sedikit rewel dan minta nenen. Akhirnya aku ajak Arthur ke ruang menyusui. Sementara itu papa Arthur mendengarkan penjelasan yang diberikan oleh Pak Agus mengenai stimulasi penglihatan apa saka yang harus dilakukan yang juga bertujuan untuk mencari tahu sejauh mana sisa penglihatan Arthur. 

Pak Agus juga memberikan motivasi dan semangat untuk kami, agar menerima kondisi Arthur dan tidak merasa putus asa dengan kondisi Arthur tersebut. 

#Day9

#Level3

#MyFamilyMyTeam

#KuliahBunsayIIP #InstitutIbuProfesional #FamilyProject

Membuang Sampah Pada Tempatnya

Arthur lagi suka buang sampah di tempat sampah. Awalnya, karena aku latih untuk membiasakan buang sampah di tempatnya.

Sekarang, Kalau abis minum susu uht, ngemil, ada tissu kotor, plastik, dll terus disuruh buang sampah dia seneng banget πŸ˜…

Padahal kalau diajak main memasukan bola kedalam kardus, masukin mainan ke kotaknya, dan semacam itu, dia nggak mau. Terlihat kurang tertarik. Tapi giliran diajak buang sampah ketempatnya, dia semangat banget. Kalau sampahnya udah masuk ke tempat sampah, biasanya dia terus ketawa atau tepuk tangan sendiri.

Selain ngajarin supaya cinta kebersihan, karena kebersihan adalah sebagian dari iman. Pelajaran lain yang diambil adalah : 
1. Biar nggak asal buang barang terutama sampah sembarangan. Karena Arthur kalau udah bosan atau nggak suka sesuatu yang sedang dia pegang, main lempar aja. 

2. Melatih kebiasaan meletakkan benda pada tempatnya.

3. Melatih Koordinasi mata (kalo arthur feeling nya aja deh) dan tangan 

4. Belajar Orientasi Mobilitas di dalam rumah

5. Menghafal letak benda-benda didalam rumah

6. Memberikan penjelasan apa itu sampah dan mengapa harus dibuang ke tempat sampah 

Berikut ini link video Arthur membuang sampah pada tempatnya     

Arthur lagi suka buang sampah di tempat sampah. Awalnya, untuk membiasakan buang sampah di tempatnya. Sekarang, Kalau abis minum susu UHT, abis ngemil, ada tissu kotor, plastik, dll terus disuruh buang sampah dia seneng banget πŸ˜… Selain mengajarkan untuk cinta kebersihan, karena kebersihan adalah sebagian dari iman. Banyak pelajaran lain yang bisa diambil : 1. Melatih kebiasaan meletakkan benda pada tempatnya. 2. Biar nggak asal main lempar atau buang barang sembarangan. Karena Arthur kalau udah bosan atau nggak suka sesuatu yang sedang dia pegang, main lempar aja. 3. Belajar Orientasi Mobilitas di dalam rumah. 4. Menghafal letak benda-benda didalam rumah. Dan… Lanjutannya ada di blog aja yah 😁 #Day8 #Level3 #MyFamilyMyTeam #KuliahBunsayIIP #InstitutIbuProfesional #FamilyProject

A post shared by ranny aditya dewi (@rannyaditya) on

Sebuah kegiatan sederhana “membuang sampah” tapi ternyata banyak pelajaran yang bisa diberikan untuk Arthur. 

#Day8

#Level3

#MyFamilyMyTeam

#KuliahBunsayIIP #InstitutIbuProfesional #FamilyProject

Arthur Bantuin Mama Belanja πŸ›πŸ›’

Project keluarga kami hari ini adalah belanja. Sebenernya bukan belanja bulanan juga sih, cuma karena papa Arthur beberapa hari lagi mau dinas ke papua selama sekitar semingguan. Sebelum ditinggal dinas, kudu nyiapin amunisi dan kebutuhan lainnya. Supaya nggak bingung kalau ini itu nya udah habis, karena di bekasi kadang aku nggak berani pergi-pergi sendirian. Daripada ngerepotin yang lain kan, mending repotin suami aja. hehehe…

Hari ini kami belanja di s*p*r*ndo. Yang paling utama adalah beli cemilan, buah dan susu UHT buat Arthur.

Kami menerapkan ilmu dari pelajaran “orientasi mobilitas di luar rumah”. Jadi sebelumnya, kami udah ngasih tau Arthur kalau kita mau belanja dimana dan mau beli apa aja. Arthur ditanya nanti mau beli apa, dia bilang mau beli “mik ahh” (maksudnya susu πŸ˜…).

Sampai di tempat belanja tersebut, aku ambil trolly dan dudukin Arthur di trolly belanja. Ternyata dia nggak betah lama duduk di trolly belanja sambil di dorong. Dia minta turun dan maunya dia yang dorong trolly belanja nya. Oke, Arthur sepertinya mau bantuin mama belanja, dia nggak mau duduk-duduk doang πŸ˜…

“Sekarang kita cari susu Arthur, nanti Arthur yang ambil ya”

Kitapun menuju rak tempat susu UHT. Arthur ambil susunya dibantu papa, supaya nggak ngacak-ngacak rak nya.Hehehe…

Arthur maunya bawa susunya sendiri. Tapi kita kasih tau kalau susunya itu dibeli dulu, dibeli itu dibayar dengan memberikan uang ke mbak kasir (Pelajaran tentang konsep menjual dan membeli).

Arthur akhirnya dorong lagi trolly nya menuju ke kasir. Tentu saja didorong nya dibantu sama papa, kalau nggak udah nubruk kemana-mana πŸ˜…

Arthur Dorong Trolly Belanja

Link video Arthur bantuin mama belanja :

Β #Day7

#Level3

#MyFamilyMyTeam

#KuliahBunsayIIP

#InstitutIbuProfesional

#FamilyProject

Belajar dari Buah Jeruk

🍊🍊🍊🍊🍊🍊🍊🍊🍊🍊🍊🍊🍊🍊🍊🍊🍊🍊🍊🍊🍊🍊🍊🍊🍊🍊🍊🍊🍊🍊🍊🍊🍊🍊🍊🍊

Hari ini, di rumah ada buah jeruk. Banyak yang bisa diajarkan ke Arthur dengan buah jeruk. Apalagi untuk melatih ketajaman indra penciuman, indra perasa, dan indra perabanya.

1. Bentuk buah jeruk

Aku kasih buah jeruk ke Arthur untuk dia pegang. Bentuknya yang bulat seperti bola kecil, eh malah dilempar sama Arthur πŸ˜…

2. Tekstur jeruk

Tekstur kulit jeruk sebelum dan setelah di kupas. Untuk diraba. Dan juga tekstur buah jeruk itu sendiri.

3. Bau jeruk

Bau jeruk paling kuat pada kulit bagian dalamnya. Setelah aku ajarkan untuk meraba tekstur kulitnya. Aku minta Arthur untuk mencium kulitnya supaya dia merasakan bagaimana bau jeruk. Ehhh tapi malah dia makan kulitnya πŸ™ˆπŸ˜…

4. Rasa jeruk

Rasa jeruk nya pas dapet yang manis, sehingga Arthur doyan dan dia langsung habis 1 buah jeruk.

5. Bagaimana cara memakan buah jeruk

Buah Jeruk harus dikupas dulu kulitnya, lalu di ambil sesuai potongannya. Kemudian dihilangkan serat putih yang masih menempel dan dihilangkan bijinya. Baru deh dimakan.

Hal yang sederhana tapi banyak ilmu yang bisa diajarkan ke Arthur.

Arthur dan Buah Jeruk

#Day6
#Level3
#MyFamilyMyTeam
#KuliahBunsayIIP

Project Mingguan Kami : Mencuci BajuΒ 

Mencuci baju adalah project mingguan kami yang biasa dilakukan 2-3 kali dalam seminggu.

Dulu arthur tidak terlibat dalam kegiatan mencuci baju ini, karena dia masih belum berani sama air dingin. Tapi belakangan ini, kami mencoba melibatkan Arthur. Karena Arthur sudah berani dengan air dingin dan mulai suka main air. Walaupun akhirnya dia nggak bakalan ikut nyuci tapi malah cuma mainan air aja.

Setidaknya kami sudah mencoba melibatkan anak dalam melakukan aktifitas rumah tangga. Supaya anak paham bagaimana itu aktifitas mencuci. Sambil di jelaskan step-step apa saja yang dilakukan saat mencuci baju. walaupun Arthur belum sepenuhnya paham.

Kalau di Jogja, Arthur nggak bisa ikutan cuci baju karena mesin cuci di jogja “terima beres” alias cemplungin baju, nyalain air, masukin detergen. Puter deh sampai bilas & dikeringkan. Bisa disambi sambil nyantai atau melakukan hal yang lain, kalau udah selesai baru deh tinggal kita jemur.

Nah kalau di bekasi, proses ngebilasnya manual. Pake ember & Kucek tangan baru deh dimasukin ke tabung pengering. Yah, cukup melelahkan sebenernya. Karena terbiasa yang langsung beres di Jogja. Dulu sempet agak protes juga ke papa arthur. Karena capek, rempong, dan Arthur susah disambi lama-lama.

Tapi, Daripada boros manggil tukang cuci atau nyuci di laundry (biaya laundry di bekasi mahal, nggak kayak di Jogja), Walaupun kalau nyetrika manggil orang untuk nyetrikain. Akhirnya kami pun membagi tugas dalam hal mencuci baju. Papa Arthur yang ngegiling ke mesin cuci, ngebilas & ngeringin. Mama Arthur yang jemurin. Yang paling penting papa Arthur yang ngebilasinnya, hehehee… Alhamdulillah, aku bersyukur punya suami yang mau membantu pekerjaan rumah tangga begini.

Kalau weekday kami seringnya cuci baju malam hari setelah papa Arthur pulang dari kantor. Kalau misal siang nya Arthur bisa disambi, aku cuci sendiri sambil Arthur bantuin (dia sambil mainan air).

Kalau weekend, semua kebagian tugas. Waktu giliran papa yang nyuci & mbilas, arthur sibuk bantuin nyuci alias main air. Mama bantuin sambil awasin arthur, supaya nggak kepleset atau jatuh. Sekalian arthur mandi juga. Setelah selesai semua, baru deh gantian mama Arthur yang jemurin bajunya. Sementara Arthur sudah selesai mandi, lalu main sama papa.

 

#Day3

#Level3

#MyFamilyMyTeam

#KuliahBunsayIIP