How To Train Your “Dragon”

How To Train Your “Dragon”

“The most helpful thing a person can do for a blind child is to treat them like a human being with normal social and emotional needs and to help others learn to do the same”

(wonderbaby.org)

 

Mengajarkan kemandirian pada anak dengan hambatan penglihatan, rasanya seperti menjinakkan naga. Jadi postingan ini judulnya how to train your dragon. Hahaha…

Susah? iya..

Sabar? Hadeh… Stok sabar harus ekstra ekstra ekstra buanyaaakk….

Dan yang masih menjadi kekuranganku adalah “konsisten”. Aku belum konsisten melatih Arthur mencapai kemandiriannya. Padahal Kalau terus-terusan terjadi pemakluman. “Maklum penglihatannya nggak seperti anak lain”. Kapan berhasilnya?. Goals nya Arthur adalah kemandirian, anak yang mandiri adalah anak yang memiliki keinginan dan menjalankan keinginanya sendiri tanpa perlu banyak bantuan orang tua mapun orang lain.

PR nya arthur itu banyak. Maksud PR disini, apa yang harus dilakukan Arthur agar tidak terjadi ketertinggalan motoriknya dan melatih kemandiriannya. Maklum, anak prematur rentan mengalami delay tumbuh kembang nya. Apalagi dengan keterbatasan yang dia miliki. Tapi Alhamdulillah dia sudah bisa berjalan saat usia sekitar 13 bulan. Tinggal ngajarin motorik halusnya dengan menggunakan sisa penglihatannya yang entah seberapa dan juga mengoptimalkan indra yang lainnya.

Kita bisa mengerjakan PR arthur belajar dengan bermain. Karena pada dasarnya anak memang senang bermain. Tapi sebelum belajar, kita harus tau tipe anak nya dulu. Supaya tidak memaksakan anak.

Ada 4 tipe gaya belajar anak:
1⃣ visual: informasi bisa lebih cepat diterima kalau informasi masuk lewat mata/melihat
2⃣ auditori: informasi bisa lebih cepat diterima kalau informasi masuk lewat telinga/mendengar
3⃣ kinestetik: informasi bisa lebih cepat diterima kalau informasi masuk lewat gerakan badan
4⃣ taktil : informasi bisa lebih cepat diterima kalau informasi masuk lewat rabaan tangan

Arthur sepertinya termasuk type anak kinestetik, cara belajar dan informasi cepat dia terima kalau lewat gerakan badan. Selain itu, Arthur type anak yang nggak bisa duduk anteng sambil mainan. Kalo main sambil duduk, nggak sampe semenit dia terus kabur lagi. Kalau anak lain dengan type ini mungkin juga belajar dengan meniru gerakan orang lain. Kalau Arthur, biasanya aku gerakin tangan atau badannya dulu, kalau dia anteng dan diem berarti dia sedang mencerna informasi yang aku berikan. Tapi kalau udah usil nggak betah atau nolak berarti dia lagi nggak mau dan aku nggak boleh memaksa.

Di usianya yang belum genap 2 tahun ini, yang harus Arthur capai adalah bisa makan sendiri dengan alat makan dan lulus toilet training. Itu hal mendasar kemandirian anak-anak di usia tersebut. Sama seperti anak-anak normal lain yang usianya sama. Namun cara atau threatment nya yang berbeda.

Anggap saja sebagai sebuah challenge.

Mungkin ada yang mbatin, kasihan anaknya buta tapi disuruh dan dipaksakan bisa ini itu. Saya tidak memaksakan. Tapi ini demi masa depan anak saya. Agar tidak selalu bergantung pada orang lain. Karena kami orang tuanya pun juga tidak selamanya bisa mendampinginya. Keberhasilan seorang tuna netra pada dasarnya adalah kemandirian.

Mengajarkan kemandirian pada anak pun juga perlu komunikasi produktif. Misalnya saat anak gagal atau ngompol hindari memarahi anak. Karena anak belum punya kontrol penuh untuk mengontrol pipis dan pup. Misalnya dengan bilang “wahh… arthur pipis disini (diruangan), yuk mama ajak ke toilet. Nanti pipis nya di toilet aja ya”.

 

Tips membuat jadwal teratur untuk toilet training (Walaupun belum sepenuhnya konsisten aku lakukan hehehe)

1. Pagi bangun tidur, ajak anak ke toilet. Tanyakan ke anak apa ingin pipis atau pup. Kalau belum, bilang ke anak “kalau mau pipis atau pup, kesini ya”

2. Beri kata kunci yang menarik dan mudah diingat anak. Misal sinyal untuk pipis diberi kata kunci “pis”. Ajarkan anak aturan mainnya.

3. Beri pujian setiap anak mengucapkan kata kunci dan berhasil sampai ke toilet.

4. Relakan sementara waktu rumah kotor kena pipis dan pup selama proses toilet training

5. Hindari memasang muka seram atau teriak histeris setiap anak pipis di sembarang tempat. Ini untuk menghindari anak trauma.

“Kemandirian terbangun melalui bantuan, kesempatan dan dukungan yang diberikan oleh orang tua dan lingkungan sekitar.”

 

Dan Alhamdulillah, di kelas bunda sayang Institus Ibu Profesional ini diberikan materi dan game tantangan tentang membangun kemandirian anak. Sehingga aku pun juga menjadi bersemangat dalam melatih kemandirian Arthur walaupun belum maksimal. Se tidanya aku tahu cara melatih kemandirian anak dengan tepat dan benar. Learning by doing.

 

#GameLevel2

#BundaSayang

#IIP

#KuliahBunsayIIP

#InstitutIbuProfesional

#MelatihKemandirianAnak

Berikut terlampir materi dari kelas bunda sayang – IIP tentang melatih kemandirian anak :

 

MELATIH KEMANDIRIAN ANAK

Mengapa melatih kemandirian anak itu penting?

Kemandirian anak erat kaitannya dengan rasa percaya diri. Sehingga apabila kita ingin meningktkan rasa percaya diri anak, mulailah dari meningkatkan kemandirian dirinya.

Kemandirian erat kaitannya dengan jiwa merdeka. Karena anak yang mandiri tidak akan pernah bergantung pada orang lain. Jiwa seperti inilah yang kebanyakan dimiliki oleh para enterpreneur, sehingga untuk melatih enterpreneur sejak dini bukan dengan melatih proses jual belinya terlebih dahulu, melainkan melatih kemandiriannya.

Kemandirian membuat anak-anak lebih cepat selesai dengan dirinya, sehingga ia bisa berbuat banyak untuk orang lain.

Kapan kemandirian mulai dilatihkan ke anak-anak?

Sejak mereka sudah tidak masuk kategori bayi lagi, baik secara usia maupun secara mental. Secara usia seseorang dikatakan bayi apabila berusia 0-12 bulan, secara mental bisa jadi pola asuh kita membiarkan anak-anak untuk selalu dianggap bayi meski usianya sudah lebih dari 12 bulan.

Bayi usia 0-12 bulan kehidupannya masih sangat tergantung pada orang lain. Sehingga apabila kita madih selalu menolong anak-anak di usia 1 th ke atas, artinya anak-anak tersebut secara usia sudah tidak bayi lagi, tetapi secara mental kita mengkerdilkannya agar tetap menjadi bayi terus.

Apa saja tolok ukur kemandirian anak-anak?

☘Usia 1-3 tahun
Di tahap ini anak-anak berlatih mengontrol dirinya sendiri. Maka sudah saatnya kita melatih anak-anak untuk bisa setahap demi setahap meenyelesaikan urusan untuk dirinya sendiri.
Contoh :
✅Toilet Training
✅Makan sendiri
✅Berbicara jika memerlukan sesuatu

🔑Kunci Orangtua dalam melatih kemandirian anak-anak di usia 1-3 th adalah sbb :
👨‍👩‍👦‍👦 Membersamai anak-anak dalam proses latihan kemandirian, tidak membiarkannya berlatih sendiri.
👨‍👩‍👦‍👦 Mau repot di 6 bulan pertama. Bersabar, karena biasanya 6 bulan pertama ini orangtua mengalami tantangan yang luar biasa.
👨‍👩‍👦‍👦Komitmen dan konsisten dengan aturan

Contoh:
Aturan berbicara :
Di rumah ini hanya yang berbicara baik-baik yang akan sukses mendapatkan apa yang diinginkannya.

Maka jangan pernah loloskan keinginan anak apabila mereka minta sesuatu dengan menangis dan teriak-teriak.

Aturan bermain:
Di rumah ini boleh bermain apa saja, dengan syarat kembalikan mainan yang sudaj tidak dipakai, baru ambil mainan yang lain.

Maka tempatkanlah mainan-mainan dalam tempat yang mudah di ambil anak, klasifikasikan sesuai kelompoknya. Kemudian ajarilah anak-anak, ambil mainan di tempat A, mainkan, kembalikan ke tempatnya, baru ambil mainan di tempat B. Latih terus menerus dan bermainlah bersama anak-anak, jadilah anak-anak yang menjalankan aturan tersebut, jangan berperan menjadi orangtua. Karena anak-anak akan lebih mudah mencontoh temannya. Andalah teman terbaik pertama untuknya.

☘Anak usia 3-5 th
Anak-anak di usia ini sedang menunjukkan inisiatif besar untuk melakukan kegiatan berdasarkan keinginannya
Contoh :
✅ Anak-anak lebih suka mencontoh perilaku orang dewasa.
✅Ingin melakukan semua kegiatan yang dilakukan oleh orang dewasa di sekitarnya

🔑Kunci Orangtua dalam melatih kemandirian anak di usia 3-5 th adalah sbb :
👨‍👩‍👦‍👦Hargai keinginan anak-anak
👨‍👩‍👦‍👦Jangan buru-buru memberikan pertolongan
👨‍👩‍👦‍👦 Terima ketidaksempurnaan
👨‍👩‍👦‍👦 Hargai proses, jangan permasalahkan hasil
👨‍👩‍👦‍👦 Berbagi peran bersama anak
👨‍👩‍👦‍👦 Lakukan dengan proses bermain bersama anak

Contoh :
✅Apabila kita setrika baju besar, berikanlah baju kecil-kecil ke anak.
✅Apabila anda memasak, ajarkanlah ke anak-anak masakan sederhana, sehingga ia sdh bisa menyediakan sarapan untuk dirinya sendiri secara bertahap.
✅Berikanlah peran dalam menyelesaikan kegiatannya, misal manager toilet, jendral sampah dll. Dan jangan pernah ditarget apapun, dan jangan diberikan sebagai tugas dari orangtus.Mereka senang mengerjakan pekerjaannya saja itu sudah sesuatu yang luar biasa.

☘Anak-anak usia sekolah
Apabila dari usia 1 tahun kita sudah menstimulus kemandirian anak, mka saat anak-anak memasuki usia sekolah, dia akan menjadi pembelajar mandiri. Sudah muncul internal motivation dari dalam dirinya tentang apa saja yang dia perlukan untuk dipelajari dalam kehidupan ini.

⛔Kesalahan fatal orangtua di usia ini adalah terlalu fokus di tugas-tugas sekolah anak, seperti PR sekolah,les pelajaran dll. Sehingga kemandirian anak justru kadang mengalami penurunan dibandingkan usia sebelumnya.

🔑Kunci orangtua dalam melatih kemandirian anak di usia sekolah
👨‍👩‍👦‍👦Jangan mudah iba dengan beban sekolah anak-anak sehingga semua tugas kemandirian justru dikerjakan oleh orangtuanya
👨‍👩‍👦‍👦Ijinkan anak menentukan tujuannya sendiri
👨‍👩‍👦‍👦Percayakan manajemen waktu yang sudah dibuat oleh anak-anak.
👨‍👩‍👦‍👦Kenalkan kesepakatan, konsekuensi dan resiko

Contoh :
✅Perbanyak membuat permainan yang dibuatnya sendiri ( DIY = Do It Yourself)
✅Dibuatkan kamar sendiri, karena anak-anak yang mahir mengelola kamar tidurnya, akan menjadi pijakan awal kesuksesan ia dalam mengelola rumahnya kelak ketika dewasa.

☘Ketrampilan-ketrampilan dasar yang harus dilatihakan untuk anak-anak usia sekolah ini adalah sbb:
1⃣Menjaga kesehatan dan keselamatan dirinya
2⃣Ketrampilan Literasi
3⃣Mengurus diri sendiri
4⃣Berkomunikasi
5⃣Melayani
6⃣Menghasilkan makanan
7⃣Perjalanan Mandiri
8⃣Memakai teknologi
9⃣Transaksi keuangan
10  Berkarya

☘3Hal yang diperlukan secara mutlak di orangtua dalam melatih kemandirian anak adalah :
1⃣Konsistensi
2⃣Motivasi
3⃣Teladan

Silakan tengok diri kita sendiri, apakah saat ini kita termasuk orangtua yang mandiri?

☘Dukungan-dukungan untuk melatih kemandirian anak
1⃣Rumah harus didesain untuk anak-anak
2⃣Membuat aturan bersama anak-anak
3⃣Konsisten dalam melakukan aturan
4⃣Kenalkan resiko pada anak
5⃣Berikan tanggung jawab sesuai usia anak

Ingat, kita tidak akan selamanya bersama anak-anak.Maka melatih kemandirian itu adalah sebuah pilihan hidup bagi keluarga kita

Salam,

/Tim Fasilitator Bunda Sayang/

Sumber bacaan:

Institut Ibu Profesional, Bunda Sayang, antologi, gaza media, 2014
Septi Peni, Mendidik anak mandiri, pengalaman pribadi, wawancara
Aar Sumardiono, Ketrampilan dasar dalam mendidikan anak sukses dan bahagia, rumah inspirasi

 

Advertisements
Melatih Kemandirian Anak – Arthur Belajar Makan Sendiri Dengan Alat Makan dan Toilet Training #Day10

Melatih Kemandirian Anak – Arthur Belajar Makan Sendiri Dengan Alat Makan dan Toilet Training #Day10

Arthur mau ke Bekasi, naik pesawat flight malam. Sambil menunggu pesawat Arthur makan burger. Dia makan sendiri, pakai tangan. Waktu minum pun dia juga [egang tempat minum nya sendiri, walaupun kalau udah selesai minum masih belum bisa naruh pelan-pelan. Jadinya kudu di jagain supaaya dia nggak banting wadah minumnya.

Makan burger sambil nungguin flight di bandara
kata arthur : mik ahh….

Sampai di Bekasi, Arthur diajarin makan pakai sendok sama papa. Arthur kalau sama papa nya nurut. Dia pegangin sendoknya sendiri, tapi masih dibantuin papa nya. Karena dia belum bisa pas untuk memasukkan sendok yang berisi makanan ke mulutnya.

Arthur Belajar Sama Papa

#Day10

#Level2

#BunsayIIP

#MelatihKemandirian

#Tantangan10Hari

Melatih Kemandirian Anak – Arthur Belajar Makan Sendiri Dengan Alat Makan dan Toilet Training #Day9

Melatih Kemandirian Anak – Arthur Belajar Makan Sendiri Dengan Alat Makan dan Toilet Training #Day9

Belajar makan sendiri
Beberapa hari ini arthur susah makan. Kayaknya kumat lagi GTM nya.

Hari ini juga sama aja. Pagi coba makan pakai bubur tim, cuma mau 2-3 suap. Siang coba makan pakai nasi sop, malah dilepeh.

Aku jadi curiga kenapa dia GTM, biasanya karena mau numbuh giginya. Coba aku cek giginya, ternyata bener taring bawahnya mulai nongol. Keluar garis putih di gusinya. Kalau udah GTM gini, biasanya paling lama 2 minggu. Dan otomatis jadi susah buat ngajarin makan pakai sendok.

Hari ini pun Arthur makan cuma mau sedikit. Tapi dia mau nya ngemil. Biskuit, Puding, buah, pisang keju, dll.

Melatih kemandirian hari ini failed karena Arthur lagi GTM. Semoga besok pas papanya dateng, Arthur nggak GTM lagi.

Toilet Training
Karena besok kami mau ke Bekasi, hari ini Arthur aku sambi packing. Dia main sama tantenya. Karena disambi dan dia keasikan main, tantenya juga nggak nawarin dia mau pipis atau nggak, jadinya Arthur banyak ngompolnya sampai celananya habis. Maklum cuaca di jogja beberapa hari ini mendung syahdu, jadi jemurannya belum kering.

Akhirnya Arthur pakai diapers lagi. Soalnya tantenya nggak mau kena ompolnya Arthur juga 😅

#Day9

#Level2

#BunsayIIP

#MelatihKemandirian

#Tantangan10Hari<<
p>

Melatih Kemandirian Anak – Arthur Belajar Makan Sendiri Dengan Alat Makan dan Toilet Training #Day8

Melatih Kemandirian Anak – Arthur Belajar Makan Sendiri Dengan Alat Makan dan Toilet Training #Day8

Belajar makan

Hari ini Arthur masih agak males-males makan. Pagi makan bubur nggak mau, tapi makan pisang bisa habis 2 buah. Kayaknya gigi bawahnya mau keluar, karena biasanya kalo lagi susah makan gini giginya pas numbuh. Kalau lagi susah makan begini, jadi susah mau ngajarin makan. Dia pegang sendok nya pun semau dia, malah dimainin malah kadang dia buang.

Siang tadi, malah dia ngerusuhin mamanya makan. Tumbenan.. Akhirnya kita makan sepiring berdua (tapi arthur disuapin sambil mainan). Ternyata Arthur udah bisa makan daging ayam, dia bisa ngunyah & nelen daging ayam.

 

Toilet training

Arthur siang ini aku tawarin pipis setiap setengah sampai sejam sekali. Aku ajakin ke kamar mandi entah dia beneran mau pipis atau nggak. Beberapa kali dia cuma diem aja nggak pipis, aku tunggu nggak keluar-keluar. Akhirnya aku pakein celana lagi. Setengah jam kemudian aku tawarin mau pipis atau nggak, tapi sambil aku ajak ke kamar mandi. Aku tunggu lagi agak lama akhirnya dia pipis juga. Sambil aku bilang “Nah kalau mau pipis di kamar mandi gini ya, abis itu cebok pakai air terus pipisnya disiram”

Tapi habis itu, kelepasan lagi. Belum sempat aku tawarin pipis ke kamar mandi, dia ngompol waktu lagi mainan.

 

 

Walaupun hari ini Arthur gagal belajar makan sendiri, tapi dia berhasil pipis di kamar mandi walaupun cuma sekali. Selain itu, Arthur hari ini tumbenan minta mandi sore. AKu bilang “Kalau mau madni, ayo bajunya dilepas dulu” Dan dia mau buka baju nya sendiri, walaupun masih belum bisa buka baju dan celana nya sendiri sih. Tapi dia sepertinya udah mulai paham, tinggal diajarin aja caranya.

img_0054
Arthur mau buka bajunya sendiri

#Day8

#Level2

#BunsayIIP

#MelatihKemandirian

#Tantangan10Hari

Melatih Kemandirian Anak – Arthur Belajar Makan Sendiri Dengan Alat Makan dan Toilet Training #Day7

Melatih Kemandirian Anak – Arthur Belajar Makan Sendiri Dengan Alat Makan dan Toilet Training #Day7

Belajar Makan Sendiri

Kemarin Arthur sempat libur belajar makan sendiri dan libur toilet trainingnya. Karena diajak pergi, jadi seharian dia pakai diapers dan makannya disuapin di jalan. Tiap sore makannya juga sambil jalan keliling naik stroler. Soalnya kalau sore, di depan rumah ramai anak-anak pada main. Supaya Arthur bersosialisasi dengan anak – anak yang lain dan juga coba mengenal lingkungan di luar rumah.

Tapi hari ini Arthur agak susah makan, mungkin karena kemarin belum pup. Lagian kemarin maemnya banyak banget. Dia kalau maem sambil diajak pergi jalan-jalan bisa habis banyak. Mungkin Arthur perlu suasana baru untuk makan. Mama seneng kalau maem banyak lahap gitu, tapi ya jadi nggak bisa sambil belajar makan sendiri karena disuapin.

Toilet Training

Sore habis mandi, arthur tanda-tanda kayak mau pup. Langsung aku lepasin celananya & bawa arthur lari ke kamar mandi. Takut keburu keluar atau malah nggak jadi keluar. Nggak lama berdiri di kloset, Arthur beneran pup. Hari ini berhasil pup di kloset, walaupun dia nggak mau jongkok atau duduk. Maunya berdiri, kakinya dikakuin setiap aku suruh duduk atau jongkok di kloset. Padahal udah di sounding kalau di kloset itu duduk atau jongkok tapi dia masih belum mau.

Tapi beberapa hari ini, Setiap Arthur nemu atau megang sepatu, dia langsung mau pakai sepatunya sendiri. Walaupun susah dan kakinya nggak bisa masuk. Dia kadang sampai kesel sendiri. Awalnya aku biarin aja tapi kalau udah kesel sendiri, baru aku nawarin buat bantu Arthur pakai sepatunya.

#Day7

#Level2

#BunsayIIP

#MelatihKemandirian

#Tantangan10Hari

Melatih Kemandirian Anak – Arthur Belajar Makan Sendiri Dengan Alat Makan dan Toilet Training #Day6

Melatih Kemandirian Anak – Arthur Belajar Makan Sendiri Dengan Alat Makan dan Toilet Training #Day6

Belajar Makan

Hari ini Arthur masih belajar menyendok, dengan memindahkan beras dari satu mangkok ke mangkok yang lainnya menggunakan sendok. Dia sudah mulai paham konsepnya, ketika megang sendok dia terus mau ambil beras tapi belum pas akhirnya ya cuman ngetokin lantai pakai sendok aja. Tapi kalau mau dibenerin, dia nggak mau. Yaudah akhirnya mangkoknya malah diangkat dan berasnya mawut kemana-mana. 😑😑ktu makan, aku masih megangin tangannya kalau menyendok. Tapi saat dia mau masukin makanan ke mulut pelan-pelan aku lepas. Dia memang bisa mengarahkan sendok yang berisi makanan ke mulutnya, tapi masih sering tumpah karena sendoknya miring atau terbalik.ya, Arthur sekitar sebulanan ini sudah bisa megang tempat minumnya sendiri. Yang ngajarin papanya. Tempat minum Arthur pigeon petite dan pigeon magmag yang pakai sedotan. Dia bisa megang, terus dia cari sedotannya buat minum. Aku coba kalau pakai gelas, ternyata dia bisa megang tapi masih banyak yang tumpah karena kebablasan miringinnya pas minum.

Toilet Training

Kalau pup, Arthur belum bisa ngasih tau. Cuma ngasih tanda. Kalau udah berdiri, anteng diem dan penuh konsentrasi. Mukanya sepaneng serius tegang. Berarti dia lagi konsentrasi mau pup. Kalau udah gitu kudu buru-buru dibawa ke toilet. Tapi arthur nggak mau duduk atau jongkok di kloset. Dia maunya berdiri. Mau dijongkokin apa diberdirii pun juga nggak mau, malah badannya dikakuin biar berdiri aja. Ya pada akhirnya dia pup sambil berdiri di kloset. 😅

Toilet training itu butuh proses dan waktu. Tidak bisa hari ini latihan, besok sudah bisa pipis dan pup sendiri. Kita harus bisa memberikan kepercayaan anak untuk dapat mengontrol dirinya, dalam hal pipis atau pup di toilet.

#Day6

#Level2

#BunsayIIP

#MelatihKemandirian

#Tantangan10Hari

Melatih Kemandirian Anak – Arthur Belajar Makan Sendiri Dengan Alat Makan dan Toilet Training #Day5

Melatih Kemandirian Anak – Arthur Belajar Makan Sendiri Dengan Alat Makan dan Toilet Training #Day5

Sebenernya hari ini pengen sekalian Toilet Training lagi, tapi sayangnya training pants Arthur pas habis. Masih nangkring di jemuran. Daripada nembus bocor kemana-kemana, Arthur bisa kepleset, ada najis, dan kudu dipel (alasan aja mama nya males kalo ngompolnya ampe mana-mana. hahaha) Jadi hari ini libur dulu deh belajar toilet trainingnya. Sementara kembali ke diapers seharian. Aku ngajarin TT nya nggak terlalu ngoyo, pelan-pelan dulu aja untuk ngajarin arthur konsepnya dulu.

Hari ini Arthur kalo lagi main, aku ajakin main nyendokin beras lagi. Supaya dia terbiasa dan bisa. Meskipun masih aja susah. Dia mengarahkan sendok ke mangkok, tapi belum pas dan belum bisa ambil berasnya. Masih aku bantuin. Tapi dia nggak mau dan protes kalau dibantuin, dia maunya megang sendok dan dimainin sesukanya. Oke baiklah…

Waktu makan, kadang mau megang sendok kadang juga nggak mau. Jadi hari ini masih banyak disuapnya. Selesai makan, aku lap mulutnya pakai tissu. Aku mau ajarin dia ngelap mulutnya sendiri pakai tissu setelah makan. Aku baru kepikiran abis liat anaknya temenku yang usianya lebih muda dari Arthur bisa begitu. Awalnya aku takut kalau tissunya malah dia makan dimasukkin ke mulut. Tapi waktu aku ajarin dia malah ketawa – ketawa, karena aku sambil bercandaan juga sih. Aku coba suruh dia ngelap mulutnya sendiri pakai tissu. Ternyata bisa, dan beneran dia lap mulutnya beberapa kali tanpa masukin tissu ke mulutnya.

Arthur ngelap mulut pakai tissu setelah selesai makan

Hal yang simpel sih. Mungkin ada yang mbatin “halah cuma gitu doang aja...”. Tapi setiap progress perkembangan anak memang selalu istimewa. Apalagi terjadi pada anak yang istimewa.

#Day5

#Level2

#BunsayIIP

#MelatihKemandirian

#Tantangan10Hari