Arthur Asessment Penglihatan Lagi, dan hasilnya…….

Arthur Asessment Penglihatan Lagi, dan hasilnya…….

Sekitar setahunan yang lalu Arthur pernah menjalani asessment penglihatan di yayasan Layak low vision.

ceritanya ada di link berikut :

Arthur Cek ke Low Vision Centre

Waktu itu, arthur masih usia setahun. Dia belum bisa berkomunikasi sehingga belum bisa memastikan bagaimana hasil asessment tersebut. Sebenernya udah sejak akhir tahun 2017 kemarin Arthur ditelepon diminta datang lagi ke Layak low vision untuk “kontrol” asessment lagi. Tapi karena bolak balik jogja bekasi dan juga ngepasin kondisi Arthur (Sempet batuk pilek), baru deh bisa dateng ke Layak bulan februari 2018. Ditemenin uti, kita naik kereta. Papanya nggak bisa ikut nemenin karena nggak bisa ijin dari kantor.

Sampai di Layak, Arthur pas lagi on. Dia ngobrol, cerita, main kesana kemari. Sayangnya yang mau meriksa Arthur masih perjalanan abis dari SLB pembina Lebak Bulus. Jadi Arthur nunggu dulu sambil main.

Pas yang meriksa Arthur dateng, mungkin Arthur nya udah agak bosan dan capek abis main. Jadinya malah agak ngambek dan minta pulang mulu. Akhirnya di periksanya sambil gendongan nemplok emaknya.

Arthur diperiksanya pakai alat funduscope, yang kayak teropong gitu. Karena arthur nemplokan mulu, aku ngga sempet fotoin saat Arthur diperiksa. Sebenernya aku dan papanya arthur udah bisa menebak hasilnya bagaimana. Karena aku udah tau bagaimana si ROP stage 5 ini telah merusak mata Arthur.

Arthur hanya respon sama cahaya saja. Ketajaman penglihatannya hanya sebatas cahaya/ sinar saja. Dan tidak ada alat yang dapat membantu penglihatan arthur. Baik itu kacamata, loop maupun alat bantu penglihatan lainnya.

Karena retina arthur udah lepas tidak berada di tempat yang seharusnya.

screenshot_2018-03-03-19-47-58-44270471787.png

Kondisi Arthur semacam ini (hanya respon cahaya) ada yang bilang termasuk low vision karena dia masih bisa respon. Tapi ternyata, respon yang berupa cahaya saja termasuk totally blind. Yahh.. aku juga masih belum bisa memastikan juga sih arthur itu sebenernya low vision atau totally blind. Aku nggak mau ambil pusing, karena masih banyak yang harus dipikirkan dan dipersiapkan untuk Arthur. Kemandiriannya, mobilitasnya, sekolahnya, dll.

Dan yang jelas dia akan membutuhkan white cane dan harus belajar huruf braille.

Arthur disarankan untuk memakai kacamata, tetapi bukan untuk membantu penglihatannya karena kacamata pun tidak akan berpengaruh membantu ketajaman penglihatannya. Tetapi, kacamatanya untuk mengurangi kegiatan Arthur menekan mata. Ini memang PR buanget bagi semua ortu yang memiliki anak tuna netra, khususnya ROP stage 5. kebiasaan jelek ini memang susah banget dihilangkan, karena anak merasa mendapatkan kenyamanan. disaat menekan mata. Dia merasa melihat. Coba aja deh kita tekan mata, pasti merasa ada cahaya merah abstrak atau semacamnya. Itulah yang membuat Arthur merasa nyaman dan senang, padahal itu kebiasaan buruk karena bisa membuat mata menjadi tidak simetris, apalagi Arthur masih dalam masa pertumbuhan dan berpengaruh dengan pertumbuhan matanya jika kebiasaan ditekan-tekan.

Orang yang melihat keseharian Arthur pasti menyangka bahwa Arthur masih memiliki sisa penglihatan entah samar, buram, atau blur. Padahal saat dilakukan asessment, kenyataannya tidak. Dia hanya ada respon dengan cahaya saja.

Kata bu prima, Arthur seperti masih punya sisa penglihatan karena Arthur diberikan stimulasi sejak dini sehingga Arthur terlihat Alami. Ya, Alhamdulillah Arthur tumbuh kembangnya baik. Tidak ada hambatan maupun delay di millestones motorik kasarnya. Karena memang sejak arthur terdiagnosa kami fokus ke tumbuh kembangnya. Saat ini,Dia hanya ketertinggalan di motorik halus, kegiatan yang menggunakan penglihatan. Kalau dari pihak yayasan Layak low vision, menyarankan Arthur agar sekolah, karena sekolah menjadi salah satu bentuk terapi untuk Arthur. Kegiatan playgroup kan biasanya juga memasukkan kegiatan seperti okupasi terapi untuk melatih motorik halus anak.

Kemarin Arthur memang sempet waiting list di salah satu Playgroup di jogja, yaitu pedagogia. Playgroup dan TK tersebut milik UNY. Aku coba menghubungi pedagogia dan menanyakan apakah Arthur masuk kuota ABK yang masuk di tahun ajaran baru besok. Ternyata Arthur nggak masuk kuota tahun ajaran baru 2018/2019 besok. Jadi sepertinya tahun ini sekolahnya di pending dulu, lanjut homeschooling sama mama dirumah. Sambil cari info sekolah inklusi lainnya, dan juga besok kalau pulang ke jogja mau nyamperin SLB A yaketunis jogja untuk tanya info disana.

Sewaktu aku diberi penjelasan , bahwa penglihatan arthur tidak bisa dibantu oleh alat apapun. Aku rasanya biasa aja, aku juga heran sih ngga ada sedih atau galau. Karena aku dan papa arthur sudah tau kemungkinan terburuk dan sudah mempersiapkan Arthur harus bagaimana. Aku malah jadi sedih itu waktu aku WA ngabarin ibuku, eyangnya Arthur. Kata-kata ibu memang menenangkan, tapi aku antara terharu, sedih. Malah jadi mewek….

Aku ngabarin kalau Arthur abis diperiksa penglihatannya, dan hasilnya tidak ada alat bantu yang bisa membantu penglihatan dia. Ibu cuma bilang “Kita bantu dia dengan kekuatan doa, karena ibu yakin Arthur anak yang cerdas dan soleh”

Advertisements
Buku “HAPPY MOMS” – Catatan Perjalanan Ibu Menjemput Kebahagiaan

Buku “HAPPY MOMS” – Catatan Perjalanan Ibu Menjemput Kebahagiaan

Mungkin pada banyak yang bertanya, bagaimana aku move on saat Arthur terdiagnosa ROP stage 5.

Jawabannya ada di buku “HAPPY MOMS” ini.

Buku pertama yang aku tulis, bersama dengan teman – teman di rumah belajar menulis IIP Yogyakarta. Banyak kisah perjuangan para ibu untuk menjemput dan mendapatkan kebahagiaan, yang dituliskan di buku ini. Salah satunya adalah bagaimana kisahku, untuk “move on” ketika Arthur terdiagnosa ROP stage 5 dan kehilangan penglihatannya. Karena seorang ibu memiliki hak untuk mendapatkan kebahagiaan, meskipun banyak ujian yang harus dihadapinya.

Untuk Order Buku “Happy Moms” ini, silahkan isi form berikut :

Pemesanan Buku “Happy Moms” http://bit.ly/OrderBukuHappyMoms

Buku @bukuhappymoms (Catatan Perjalanan Ibu Menjemput Kebahagiaan)

Buku ini hadir memberikan inspirasi, bahwa apapun kondisi kita saat ini, kita bisa memilih untuk tetap bahagia. Ibu yang bahagia adalah ibu yang sudah selesai dengan dirinya sendiri dan siap berbagi kebahagiaan dengan siapa saja…”
*Special bonus puisi menyentuh* dari teh Kiki Barkiah.
Prakata dari maestro kita bu Septi Peni Wulandani.
Juga testimoni buku dari penulis kawakan Sinta Yudisia

Sebuah buku yang berisi tentang kisah-kisah seorang ibu dalam menggapai kebahagiaan. Based on true story.

Kisah-kisah menyentuh tentang seorang ibu yang beraneka warna. Ada yang diuji dengan berpulangnya belahan jiwa di usia muda, ada yang diuji dengan kondisi anaknya yang mengalami hambatan penglihatan, ada yang menceritakan tentang perjuangannya melahirkan di luar negeri, menjalani LDM dengan suami, serta kisah-kisah berharga lainnya.

Penasaran bagaimana cara mereka menggapai kebahagiaan di tengah cobaan hidup yang datang silih berganti? Jangan lewatkan buku berharga ini.

harga 65.000

#happymom #jualbuku #bukuantologi #bukuparenting #goodbooks #goodreads #booklovers #bookstore #bookstagram #bukumurahjogja #tokobukujogja #bukulokal #bukuindie #bukuimport #bukuinspiratif #antologi #kumpulankisah #kumpulancerita #parenting #parentingbook

#bukuantologi

#happymoms

#goodbooks

#rumbelmenulis

#ibuprofesionaljogja

#selamathariibu

Arthur Cek Feritin

Arthur Cek Feritin

Setelah kurang lebih satu bulan Arthur di resepin Nutrinidrink oleh dsa subspesialis gizi, Arthur pun diminta untuk kontrol bertemu dsa sub gizi nya yaitu dr. Neti Nurani spA.

Baca : Arthur Meet The Pediatric Nutrition

Alhamdulillah setelah sebulan minum nutrinidrink berat badan Arthur akhirnya naik juga, sebelumnya sempat stuck 5 bulan di 8,4-8,6 kg dan sekarang sudah naik menjadi 9,2 kg.

Dokter neti menilai kenaikan berat badan Arthur sudah cukup bagus, tetapi beliau menyarankan agar Arthur cek feritin. Meskipun sebelumnya Arthur sudah cek hematologi  (haemoglibin, leukosit, trombosit, dkk) dan hasilnya bagus.

Tapi ternyata hasil hematologi bagus belum tentu feritin nya bagus, sehingga dr neti menyarankan agar bulan depan Arthur periksa feritin lagi, dan sekaligus cek ulang hematologi nya.

Aku pikir drama cek darah sudah selesai. Karena saat HB Arthur rendah dan kemudian diberikan vitamin zat besi rutin, HB nya pun sudah naik saat di review. dan saat itu dr rina bilang hasil cek darah nya cukup bagus sehingga tidak perlu cek feritin.

*) Feritin adalah kadar zat besi didalam darah.

Baca : Arthur ADB (Anemia Defisiensi Besi)

Tapi ternyata pendapat dokter berbeda-beda. Aku pun mengikuti saran yang terbaik saja, lebih baik memeriksa feritin Arthur agar mengetahui apakah Arthur benar-benar sudah bebas ADB. Sehingga tau apa saja yang harus dilakukan untuk membantu boost berat badannya.

*************************

Sekitar 2 minggu  setelah kontrol dengan dr Neti, aku pun bawa Arthur ke laboratorium klinik untuk cek darah.  Aku udah khawatir dia berontak, karena waktu cek darah yang sebelumnya dramaaaa bangetttt. Nangis, berontak, dan pelester bekas ambil darah di jarinya dia teken terus, sampai ganti pelester berkali-kali karena darahnya rembes dan perbannya copot terus.

Aku bawa Arthur cek ke prodia yang lumayan deket dari rumah. Kami kesana abis magrib, supaya abis itu Arthur terus tidur nggak rewel karena kesakitan abis diambil darahnya.

Arthur disarankan cek feritin dan hematologi. Ternyata darahnya diambil dari lipatan lengan, bukan dari jari karena kalo dari jari nggak cukup diambil sebanyak itu. Darah yang dibutuhkan sekitar 8cc (4tabung).

Kemarin aja di jari drama banget, ini diambil di lipatan lengan dan cukup banyak bakal kayak gimana….

Dan, yang bener aja… Arthur pas diajak masuk ke tempat ambil darah langsung minta pulang aja 😂 “mau pulang aja, naik ke mobil aja” gitu katanya 😅

Akhirnya dengan sedikit dipaksa dibujuk rayu, Arthur mau diajak duduk dipangku eyangnya walaupun pake nangis kejer.

Awalnya perawat cek tangan kiri Arthur tapi nggak nemu pembuluh darahnya, akhirnya pindah ke kanan. Dan langsunglah di eksekusi tangan kanan Arthur , sampe dipegangin 4 orang.

Dia nangis kejer, pas jarumnya masuk dia teriak “huaaaaa saaakkiiiitttttt…. huaaaaaa buk dokter nakal..”

Sekitar 1-2 menit proses ambil darah nya. Alhamdulillah ngggak terlalu drama banget dibanding ambil darah yang sebelumnya. Dia cuma nangis teriak biasa kayak kalo imunisasi.

Setelah selasai ambil darah, dia dikasih kerupuk sama eyang nya terus diem nangisnya. Hahahahaha…

Tapi pelester buat nutup bekas ambil darah di tangannya lepas terus, ternyata emang nggak bisa nempel soalnya Arthur keringetan. Aku minta ditutup kapas atau kassa steril di perban gitu, eh di prodia nggak punya katanya. Untung aja bekas suntikannya udah langsung kering , darahnya udah nggak keluar lagi. Jadi nggak usah di pelester nggak apa-apa.

Hasil cek darah baru keluar paling cepet 2-3hari, kalau sudah keluar nanti aku dapet sms dari prodia untuk ngambil.

FYI, untuk cek feritin di prodia biayanya sekitar 270 ribu, dan cek hematologi 155ribu.

Aku udah kuatir dan cemas kalo Arthur bakalan sedikit rewel pasca diambil darahnya. Ternyata, dia kembali ceria seolah tidak terjadi apa-apa. Selama di mobil perjalanan pulang dia hepi hepi aja. Di rumah pun dia malah main manjat-manjatan segala.

*************************

2 hari kemudian, aku dapet sms dari prodia. Kalau hasil cek lab Arthur sudah keluar. Sore itupun aku langsung ke prodia untuk ambil cek lab nya. Dan langsung ke dr neti untuk mengkonsultasikan hasilnya.

Sampai di RSIA bhakti ibu, ternyata beliau sudah selesai praktek. Karena sampai sana sudah hampir jam 19.00.

FYI, jadwal praktek dr neti nurani spA subspesialis gizi anak di RSIA bhakti ibu setiap hari senin, rabu dan jumat jam 17.00-19.00. Kalau setiap siang beliau ada di RS Sardjito.

Tapi pak parkir bilang kalau dokter neti belum pulang,  sopirnya pun baru datang menjemput. kata pak parkir beliau sedang visit ke baby newborn di ruang bayi RS bersalin di seberang.

Bagi yang belum pernah ke RSIA bhakti ibu, gedung nya ini berhadap-hadapan dipisah kan jalan raya. Sebelah timur adalah RS khusus untuk bersalin, tempat Arthur dilahirkan dulu. Dan gedung sebelah barat adalah RS untuk bayi dan anak. Pemilik Bhakti Ibu ini adalah keluarga Prof Anwar SpOg yang memang sekeluarga seopertinya berprofesi dokter. Untuk orang jogja, mungkin sudah cukup familiar dengan beliau. Dokter kandungan yang sudah cukup senior.

Dibantu oleh pak parkir, akhirnya aku pun bisa bertemu dengan dr Neti. Padahal beliau udah mau pulang, tapi dicegat Arthur. Arthur mau minta konsultasi dulu. hehehe.. Dr Neti pun menyempatkan untuk memeriksa Arthur dulu sebelum pulang.

Hasil Tes Hematologi Lengkap Desember 2017
Hasil Tes Feritin Arthur Desember 2017

Alhamdulillah hasil cek feritin Arthur normal. Artinya Arthur sudah bebas ADB. Hasil Hematologinya pun cukup bagus meskipun HB dan leukositnya sedikit agak tinggi. Padahal Arthur lagi nggak demam, jadi tidak terlalu dimasalahkan.

Dokter Neti menyarankan agar menyetop pemberian vitamin zat besi nya. Dan untuk nutrinidrinknya, dr neti memberikan target agar 2 bulan ini bb Arthur naik sampai 10 kg setelah itu di stop pemberian nutrinidrinknya , dan bisa diganti susu yang lain. Kalau menurut dr Neti penggantinya nanti bisa ped**sure. Yang hampir seperti nutrinidrink tetapi tidak perlu pengawasan medis dan harganya juga dibawah nutrinidrink (padahal aku cek harganya ya hampir sama, selisihnya nggak jauh).

Arthur tidak perlu kontrol lagi, jika kenaikan bb nya sudah baik dan mencapai target yang diberikan beliau.

Tapi jika bb nya stuck dan susah naik lagi, baru diminta kembali menemui dr Neti lagi.

Untuk sementara kunjungan ke dsa sub gizi sudah selesai. Selanjutnya adalah kunjungan ke dsa sub tumbang, untuk konsultasi tumbuh kembang Arthur sekalian besok pas jadwal vaksin usia 2tahun.

Arthur Meet The Pediatric Nutrition

Arthur Meet The Pediatric Nutrition

Setelah disarankan dr rinawati untuk menemui dsa subspesialis gizi, sewaktu bertemu dengan beliau di metro tv lalu.

baca: Mama Arthur dalam acara Selamat Pagi Indonesia @MetroTV , selasa 12 september 2017

Arthur akhirnya konsultasi dengan dr Rina Triasih terlebih dulu di hermina Jogja, karena beliau informatif dalam memberikan penjelasan kepada orang tua anak. Dan beliau adalah salah satu dokter anak langganan Arthur di Jogja.

 baca : Arthur ADB (Anemia Defisiensi Besi)

Setelah bertemu dengan dr Rina, beliaupun menyarankan bertemu dengan dsa subspesialis gizi, yaitu dokter Neti. Untuk konsultasi lebih jelas mengenai asupan makanan Arthur, karena berat badan Arthur tidak sesuai dengan usianya dan sudah stuck sekitar 5 bulanan. Dokter Neti, biasanya praktek di Sardjito tetapi setiap sore beliau praktek di RSIA bhakti ibu. Tempat lahiran Arthur dulu.

Sore itu pun kami ke RSIA bhakti ibu untuk bertemu dengan dr Neti. Seperti biasa, saat memasuki ruang periksa Arthur ngerasa kalo mau diapa-apain. Pas mau ditimbang pun dia udah nangis kejer duluan. Apalagi pas diukur panjang badan dan lingkar kepalanya. Dia nggak mau dipegang orang, Dikiranya mau diapa-apain. Nangis kejer dan ngamuk , sampai sesenggukan. Aku pun juga sudah menyampaikan ke dr Neti kalau Arthur ROP stage 5. Sehingga harap dimaklumi, karena ada gangguan di penglihatannya. Aku juga menceritakan riwayat Arthur karena ini pertemuan pertama dengan dr Neti.

Setelah dilakukan anamnesis, bagaimana pola makan, asupan makanan, dan dilihat grafik KMS arthur. Akhirnya dr Neti menyarankan agar Arthur diberikan tambahan asupan lain. Karena dalam 1 hari Arthur harus mendapat asupan 1000kalori untuk mengejar ketertinggalan berat badannya. Sementara itu tidak cukup didapatkan dari makanan dan cemilan dia sehari-hari. Makanan dan cemilan mungkin hanya sekitar 700kalori. Sedangkan kekurangan 300kalori diberikan tambahan makanan cair yang berbentuk susu. Arthur kemudian di resepkan nutrinidrink. Yang diminum sehari 3x , 100cc sekali minum.

Dan akan di review sebulan kemudian, apakah berat badannya bertambah atau tidak. Karena sudah 5 bulan stuck, dan BB Arthur setara dengan anak usia 12 bulanan. BB arthur sekitar 8.6-8.7 kg di usia 20bulan (koreksi 18bulan). Yang seharusnya di usia tersebut bb Arthur sudah hampir 10kg. Yang dikatakan dr Neti, sebenarnya hampir sama seperti yang disampaikan dr Rinawati.

Nutrinidrink untuk anak usia diatas 1 tahun. Nutrinidrink ini bukanlah susu formula. Tetapi, makanan cair yang berkalori tinggi. Biasanya juga diberikan kepada anak yang memiliki gangguan pertumbuhan, kekurangan gizi, gangguan pola makan, maupun gangguan oromotor. Nutrinidrink ada yang berbentuk powder, dan juga ada yang cair langsung minum. Tapi yang cair harganya lebih mahal, 1 botol 200ml harganya sekitar 25.000, namun varian rasanya lebih lengkap ada vanilla, strawberry, banana, coklat. Tapi yang sering ditemui di Indonesia cuma 3 rasa, vanilla, strawberry dan coklat. Kalau yang powder 1 kaleng 400gr, cuma ada rasa vanilla aja. Harganya kisaran 140.000-170.000. Kalau beli di online bisa lebih murah daripada beli di apotek. Hehehee… (Mamak irit).

nutrinidrink powder
nutrinidrink powder 400gr rasa Vanilla

nutrinidrink cair
nutrinidrink cair 200ml

Mamak bisa tongpes kalau sehari-hari Arthur minum yang cair. Lagian, nutrinidrink yang cair diusahakan harus segera dihabiskan setelah dibuka. Kalau di kemasannya sih tulisannya bisa tahan 24 jam setelah dibuka, dengan disimpan di kulkas. Tapi kata dr Neti, usahakan segera habis setelah dibuka dan hanya tahan sekitar 8 jam jika disimpan di kulkas. Mungkin untuk sesekali aja lah kalau pas diajak pergi, sangu nutrinidrink yang cair. Daripada repot bawa gelas, termos, susu powder, sendok, dan perlengkapan lainnya. Hadeh… Aku ogah repot bawa begituan kalau pergi – pergi, malah kebanyaan bawaan kan ribet. Karena udah kebiasaan tinggal buka nenen aja kalau Arthur mau nyusu.

Sebenernya, aku agak galau juga awalnya. Karena Arthur masih ASI. Dan tinggal 4 bulan lagi menuju penyapihan. Pengennya kan full ASI sampai 2 tahun. Tapi aku diomelin dr Neti, di usia Arthur sekarang ini ASI aja tidak cukup dilihat dari pertumbuhannya. Kalau anaknya pertumbuhannya terganggu bagaimana? Mosok ya didiemin doang, meskipun ASI ku masih keluar. Akhirnya pikiranku pun terbuka. ASI memang yang terbaik, dan aku memang keras kepala dalam memberikan ASI kepada Arthur. Tapi kalau ternyata anaknya asupannya kurang, bahkan dari yang dia makan pun masih kurang sehingga butuh asupan tambahan yang lain, mau bagaimana lagi? Semua demi kebaikan anak, asalkan ada alasan yang jelas dan rasional. Lagian pemberian asupan tambahan ini adalah makanan cair, bukan pengganti makanan padat maupun pengganti ASI.

Awalnya, Arthur belum mau minum nutrinidrink ini. Pake sedotan pun dia cuma mau sedikit. Untung awal-awal aku cuma bikinin 50cc aja jadi nggak kebuang banyak. Kan sayang, harganya lumayan soalnya.

Oiya, Arthur terakhir ngedot umur 3-4 bulan. Setelah aku resign, seringnya nenen langsung jadinya dia udah bye bye sama dot. Udah lupa cara ngedot. Di umur nya sekarang, kan sayang kalo misal diajarin ngedot lagi. Wong anaknya dah bisa minum langsung pakai gelas, pakai sedotan juga udah bisa. Malah kadang minta nyucup langsung dari botol. Ngapain juga diajarin minum dot lagi?

Setelah sekitar 2-3 hari membiasakan Arthur minum nutrinidrink, akhirnya ketemu juga caranya. Arthur maunya disendokin. Mungkin dia teringat jaman dahulu kala, waktu masih bayi dikasih ASIP + HMF. Waktu itu Arthur belum diajarin pakai dot, dan dokter serta perawat di Rumah Sakit ngajarinnya pakai sendok.

Akhirnya Arthur mau minum nutrinidrink 100cc sehari 3x dan habis. Alhamdulillah.. Tapi mama nya nyuapin susu sambil cerewet cerita ini itu. Biasanya dia ngabsen siapa aja yang minum susu “adit, upin, ipin, kakak, dedek”

“iyaa adit mimik susu, upin mimik susu, ipin mimik susu, kak ros mimik susu, dll”

Sambil cerita begitu, biasanya langsung cepet habis minum susunya. Dan sekaleng nutrinidrink powder habis dalam 1 minggu saja. Hikss… Alhamdulillah nya sejak Arthur bayi sampai sekarang, Arthur anak ASI. Jadi pengeluaran susu tidak kami rasakan. Bisa dialihkan untuk yang lain. Cuma baru kerasa sekarang ini setelah diberikan nutrinidrink oleh dokter, sekaleng buat seminggu dan harganya pun lumayan. Tinggal kita lihat lagi bagaimana bulan depan setelah direview. Semoga aja ada hasilnya. Walaupun lumayan juga menambah pengeluaran bulanan buat beli nutrinidrink ini. Semoga berat badan Arthur segera stabil sesuai usianya.

Oiya, jangan sekali-kali memberikan nutrinidrink ke anak tanpa rekomendasi atau resep dari dokter anak, khususnya dsa subspesialis gizi. Karena pemberian nutrinidrink harus berdasarkan kondisi medis tertentu.

Karena masih banyak yang ditemui pemikiran masyarakat awam, susu semacam ini (kayak merk pe*iasure juga) dianggap sebagai “susu formula mahal yang bisa buat boost berat badan anak”. Itu SALAH.

Nutrinidrink sebetulnya bukan susu formula. Tetapi makanan cair yang berbentuk susu dan berbahan dasar susu sapi yang bergizi dan bebas laktosa. Kandungan nya pun berbeda dengan susu formula. Kalori nya kebih tinggi dan kandungan nutrisinya pun sudah diperhitungkan karena merupakan “makanan cair”  yang biasanya dibutuhkan oleh anak yang malnutrisi. Kandungannya antara lain :

  • Energi (1,5 kkal/ml) untuk membantu memberi pemenuhan energi, yang diakibatkanoleh kondisi tertentu tidak dapat dipenuhi dai makanan padat.
  • Karbohidrat, lemak, protein, 12 vitamin, 10 mineral untuk membantu pertumbuhan anak.
  • Asam linoleat dan asam alpha linoleat sebagai asam lemak esensial.

Meskipun makanan cair, susu ini tidak bisa disebut sebagai pengganti makanan padat. Karena anak tetap harus makan makanan padat. Dan tidak boleh merubah kebiasaan anak untuk mengganti makanan padat dengan makanan cair ini. Karena takutnya nanti anak akan lebih suka minum makanan cair daripada makanan padat.

Penggunaan nutrinidrink pun harus dibawah pengawasan dokter ahli gizi atau praktisi medis. Di kaleng belakang sudah tercantum tulisan seperti itu. Sehingga sudah cukup jelas bahwa pemberian nutrinidrink pada anak tidak boleh sembarangan.

Karena takutnya, akan ada yang memberikan nutrinidrink kepada anak nya setalah membaca postingan blog ku ini. Padahal pemberian nutrinidink harus berada di bawah pengawasan dokter gizi.

Arthur ADB (Anemia Defisiensi Besi)

Arthur ADB (Anemia Defisiensi Besi)

Arthur skrining ADB

Sekitar 6 bulan yang lalu, arthur sempat demam beberapa hari dan aku bawa ke dokter anak, waktu itu Arthur bertemu dengan dr rina triasih di RS Hermina Jogja. Dokter Rina melakukan anamnesis dan memeriksa fisik Arthur. Karena saat itu arthur juga sedikit diare. Dokter rina detail banget meriksanya, nggak keburu-buru juga padahal diluar masih banyak yang antri.

Seperti biasa, Arthur diperiksa dengan stetoskop dan termometer. Saat itu badannya anget tapi masih aktif. Waktu periksa mulutnya, ternyata gigi Arthur lagi pada mau keluar. Geraham atas dan bawah. Kemungkinan penyebab demam adalah gigi tumbuh. Karena langsung 4 geraham yang keluar. Padahal taring bawahnya aja baru keluar separo belum nongol full.

Dokter juga memeriksa penis Arthur, karena takutnya ada ISK. Demam adalah salah satu ciri ISK. Tapi Kata dokter, sepertinya tidak ada tanda ISK. Karena Arthur kalo pipis juga nggak keliat kesakitan. Sehingga tidak perlu cek urin. Hanya ada gejala fimosis, tapi nggak parah amat. Hanya penis nya harus sering di bersihkan. Supaya tidak ada kotoran yang menyumbat.

Lalu Arthur juga disarankan cek darah, karena demamnya udah sekitar 3 harian. Untuk memeriksa haemoglobin, trombosit, leukosit, dsb. Agak drama juga pas cek darah, diambil darah dari jarinya beberapa cc. Nangis kejer. Hasil cek darah langsung keluar sekitar 15-30menit kemudian dan langsung aku konsultasikan dengan dr rina. Ternyata Hb Arthur rendah. Hanya 8 g/dl, normalnya 10,8 – 12,8 g/dl. Dokter bilang, Arthur kemungkinan kurang asupan zat besi juga, disebut ADB (Anemia Defisiensi Besi). Karena Arthur memiliki riwayat prematur, BBLR, dan juga ASI eksklusif bahkan masih ASI sampai sekarang.

Kandungan zat besi didalam ASI tidak mampu memenuhi kebutuhan zat besi yang diperlukan oleh tubuh, namun zat besi yang di peroleh dari ASI dicerna dengan mudah oleh sistem pencernaan bayi.Selingan susu seperti UHT ataupun susu murni, biasanya kandungan zat besinya juga sedikit. Sehingga sebaiknya, diberikan suplemen zat besi tambahan.

Arthur pun diresepkan Fe (suplemen zat besi). Awalnya Arthur minum ferlin drop, 1 botol sampe habis dalam beberapa minggu. Lalu aku pun beli lagi di apotek, tapi Arthur sering muntah tiap dikasih ferlin yang baru. Akhirnya aku coba konsultasikan ke dokter lagi saat imunisasi, suplemennya pun diganti merk feriz. Dan sampai sekarang Arthur masih rutin minum feriz.

****************************************************************************

BB Arthur Stuck

Lalu sekitar 6 bulan kemudian, Aku sedikit galau. Setelah berdiskusi sebentar dengan dr rinawati di metro tv, beliau sambil kasih liat chart ke aku tentang pertumbuhan arthur. Katanya arthur kayak anak 12-13 bulan. Badannya tidak sesuai dengan usianya dan ada di garis merah 💔  Beliaupun menyarankan untuk konsultasi ke dsa sub gizi.

Mama Arthur dalam acara Selamat Pagi Indonesia @MetroTV , selasa 12 september 2017

Lalu aku pun berencana ke dr Rina Triasih di hermina jogja. Beliau sebenernya dsa sub spesialis respirologi (paru anak). Tapi aku pengen coba dulu Bagaimana saran beliau karena aku merasa klik konsultasi dengan beliau. Komunikatif, detail dan nggak kemrungsung. Aku pun menceritakan kegalauanku setelah pertemuanku dengan dr rinawati, karena Arthur BB nya kurang. Lalu setelah di cek ulang, di buku KMS nya Arthur ternyata pertumbuhannya ada di garis ijo muda. Bisa dibilang masih dalam batas aman, tapi kan tidak boleh santai dan kalo bisa dikejar.

Dokter Rina juga sempat menghitung sesuatu, entah apa aku nggak tau. Hehehe. Tapi dia menjelaskan bahwa berat badan dan tinggi badan Arthur Proporsional, di angka 85%. Jika berada di bawah 80% dapat dikatakan kurang gizi. Namun jika dilihat perbandingan berat badan dan tinggi badannya dengan usia koreksinya, memang harus dikejar. Karena arthur usia 2 tahun udah nggak pakai usia koreksi lagi buat tumbuh kembangnya. Anak prematur masuk usia 2 tahun, tumbangnya diusahakan sudah bisa sesuai dengan anak-anak seusianya.

Memanglah masalah berat  badan anak yang seret naiknya, dan bahkan stuck membuat galau para Ibu. Nggak terlalu di khawatirkan juga sih sebenernya, tapi ya nggak boleh terus jadi nyantai juga.

Waktu periksa, Arthur pas lagi agak batuk pilek,  ternyata hanya common cold. Batuk nya juga gak kelihatan, paru-paru bersih. Pileknya juga nggak parah sampai bikin mampet.  PAs diperiksa, Arthur sensi banget, kayaknya dia udah tau ketika masuk di ruang periksa akan ada sesuatu yang terjadi pada dirinya. Karena waktu mau di stetoskop pun dia nggak mau, padahal stetoskop nempel di bajunya bukan di kulitnya. Dia langsung menepis stetoskop itu. Sampai dr rina pelan-pelan banget periksanya, dia masih aja kerasa. Akhirnya yaudah, sambil nangis deh diperiksanya. Padahal udah dibilangin sebelumnya, kalau arthur mau pergi ke hermina ketemu dengan dr rina untuk diperiksa.

Aku sempet bikin beberapa list pertanyaan untuk dokter rina. Yang aku tulis di buku pasien hermina. Beliaupun jawab pertanyaan itu satu persatu. Katanya “Wah aku dikasih soal ujian, sebentar aku tak tes dulu” Hehehehe…

List pertanyaanku itu antara lain masalah BB arthur yang stuck, perlukah review ADB dan tes urin untuk cek ISK, perlukah asupan susu atau makanan cair tambahan selain ASI, dan perlukah ke dsa subspesialis gizi.

 Penyebab berat badan anak stuck, biasanya :

asupan makanan

padahal arthur maem doyan. kalopun gtm juga nggak parah amat karena lagi nggak tumbuh gigi juga. Makan udah pakai protein nabati hewani, dll juga.

ADB (Anemia Defisiensi Besi)

Arthur emang positif ADB tapi sudah di terapi pake suplemen sekitar 5-6bulanan, dan setelah di review ternyata udah bagus.

ISK (Infeksi Saluran Kencing)< /strong>

Nggak ada tanda ISK, arthur nggak lagi demam juga. Jadi menurut dokter nggak perlu cek urin segala.

TB (Tuberkulosis)

Nggak ada tanda TB. Coba skoring sendiri hasilnya memang nggak ada tanda TB jadi tidak perlu mantoux segala.

Review ADB

Karena cek ADB terakhir sudah 6 bulan yang lalu, doter rina menyarankan untuk dilakukan review. Bagaimanakah hasilnya setelah diberikan suplemen zat besi secara rutin. Di review nya dengan tes darah di laboratorium seperti awal dulu. Dan dramaaakkk bangeetttt…. Di stetoskop aja nggak mau dan ngambek. Ini mau diambil darahnya segala. Sampe dipegangin 4 orang waktu ambil darah. Nangis kejer teriak sampai jackpot. Kasihan sebenenya, aku malah jadi inget perjalanan diagnosa Arthur dulu, bolak balik diperiksa ini itu segala macem. Tapi mau gimana lagi kan, balada antara tega nggak tega. Semua demi kesehatan Arthur kok.

Selesai ambil darah untuk sample, jari Arthur diplester tapi dia masih nangis dan malah ditarik plesternya soalnya dia risih. Sampai ganti 4x plesternya. Karena dia tarikin mulu, dan dikibasin. Akhirnya sama perawat ditebelin beberapa kali tuh buntelan plesternya, eehhh malah diteken-teken ama dia karena dia risih. Darahnya masih keluar dan merembes ke plester. Minta ganti lagi deh plester dan perbannya. Abis itu dia baru diem nangisnya karena dibeliin puding di kantin hermina, dan nggak lama kemudian dia molor digendong eyangnya. Antara capek nangis dan emang dasarnya udah ngantuk.

Hasil lab langsung keluar sekitar 15 menit kemudian, dan aku langsung serahkan ke dr rina untuk dikonsultasikan. Alhamdulillah hasilnya bagus jadi tidak ada tes lanjutan untuk pemeriksaan lab yang lebih detail. 6 bulan yang lalu Hb nya 8 g/dl, setelah terapi pakai vitamin zat besi secara rutin sehari 2 kali sekarang Hb nya udah naik jadi 13,1 g/dl. Dokter rina menyarankan suplemen zat besi tetap diberikan tapi sekarang sehari sekali aja.

Aku pun tanya kesimpulannya, jadi apakah penyebab bb nya Arthur stuck? Apa perlu diberikan susu atau suplemen tambahan lagi?

Dokter Rina menyarankan Arthur untuk diberikan tambahan makanan cair. Yaitu infantrini atau nutrinidrink. Namun disarankan, lebih baik konsul ke dsa sub gizi dulu, soalnya masalah begini wilayahnya dsa sub gizi.

Biasanya nanti  dsa sub gizi mereview pola makannya, dan juga membuatkan menu untuk asupan makanan apa saja yang sebetulnya diperlukan oleh tubuh Arthur. Kalau ternyata memang asupannya dari makanan masih kurang, baru deh dikasih tambahan makanan cair seperti susu tapi bukan susu juga sih yaitu infantrini atau nutrinidrink itu tadi.

Sebaiknya sih memang harus dikonsultasikan ke dsa sub spesialis gizi dulu. Karena makanan cair seperti infantrini atau nutrinidrink tidak boleh sembarangan diberikan, harus berdasarkan resep dokter atau ada indikasi medis tertentu.

Jadi setelah ini, kunjungan berikutnya adalah ke dokter subspesialis gizi.

Berikut Artikel yang diambil dari IDAI mengenai Anemia kekurangan zat besi

Secara sederhana anemia sering diartikan sebagai kekurangan darah. Secara teoritis anemia merupakan istilah untuk menjelaskan rendahnya nilai hemoglobin (Hb) sesuai dengan umur dan jenis kelamin. Pada anak anak, kekurangan zat besi atau Anemia defisiensi Besi (ADB) merupakan penyebab anemia terbanyak. Anemia kekurangan zat besi ialah anemia yang disebabkan oleh berkurangnya cadangan zat besi tubuh. Prevalensi anemia defisiensi besi di Indonesia masih sangat tinggi, terutama pada wanita hamil, anak balita, usia sekolah dan pekerja berpenghasilan rendah. Pada anak-anak Indonesia angka kejadiannya berkisar 40-50%. Hasil survei kesehatan rumah tangga (SKRT) melaporkan kejadian anemia defisiensi besi sebanyak 48,1% pada kelompok usia balita dan 47,3% pada kelompok usia anak sekolah.

ADB pada anak akan memberikan dampak yang negatif terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak, yaitu dapat menurunkan sistem kekebalan tubuh sehingga meningkatkan kemungkinan terjadinya infeksi. Selain itu berkurangnya kandungan besi dalam tubuh juga dapat menyebabkan gangguan pertumbuhan organ tubuh akibat oksigenasi ke jaringan berkurang. Masalah yang paling penting yang ditimbulkan oleh defisiensi besi yang berlangsung lama, adalah menurunkan daya konsentrasi dan prestasi belajar pada anak

Saat lahir, bayi memiliki Hb dan cadangan zat besi yang tinggi karena zat besi ibu mengalir aktif  melalui plasenta ke janin tanpa perduli status besi sang ibu. Setelah lahir akan terjadi 3 tahap, yaitu:

  1. Usia 6-8 minggu akan terjadi penurunan kadar Hb sampai 11 g/dl, karena eritropoeisis berkurang dan umur sel darah merah janin memang pendek
  2. Mulai umur 2 bulan, Hb akan meningkat sampai 12,5 g/dl, saat ini eritorpoeisis mulai meningkat dan cadangan besi mulai dipakai (deplesi)
  3. Diatas usia 4 bulan cadangan besi mulai berkurang dan dibutuhkan zat besi dari makanan.

Pada bayi aterm, deplesi jarang terjadi sebelum usia 4 bulan, dan anemia juga jarang terjadi bila mulai dikenalkan makanan saat usia 4-6 bulan. Tetapi pada bayi premature, deplesi dapat terjadi pada usia 3 bulan karena pertumbuhan lebih cepat dan cadangan besi memang lebih sedikit.

Beberapa faktor yang dapat memicu kekurangan zat besi pada manusia adalah status hematologik ibu hamil, Bayi dengan berat lahir rendah (BBLR), Bayi kembar, Infeksi, Infestasi parasit.

Sedangkan faktor faktor yang dapat menjadi penyebab kekurangan zat besi pada anak adalah:

  1. Pertumbuhan yang cepat
  2. Pola makanan. Susu merupakan sumber kalori utama bayi. Zat besi pada ASI  merupakan zat besi yang mudah diserap, tetapi zat besi pada susu formula memiliki bentuk ikatan non-heme sehingga lebih sulit diserap oleh usus. Pada bayi aterm, pemberian ASI saja sampai usia 6 bulan masih dapat memenuhi kebutuhan zat besi bayi, tetapi tidak bagi bayi premature. Komposisi makanan kita yang lebih banyak mengandung sereal/serat juga berperan dalam penyerapan zat besi. Besi pada serat bersifat non-heme dan serat sendiri dapat menghambat penyerapan zat besi.
  3. Infeksi. Kuman penyebab infeksi menggunakan zat besi untuk pertumbuhan dan multiplikasinya. Sehingga anak yang sering infeksi dapat menderita kekurangan zat besi
  4. Perdarahan saluran cerna
  5. Malabsorbsi (gangguan penyerapan makanan dalam usus)

Bagaimana mengetahui anak dengan ADB?

1. Klinis

Biasanya diagnosis klinis tegak sesudah terjadi anemia, yang sebenarnya merupakan gejala lanjut dari kekurangan zat besi. Pada tahap awal yang sering dikeluhkan orang tua adalah iritabel, lesu, lemas, nafsu makan berkurang, perhatian mudah teralih, tidak bergairah bermain, cepat lelah bila sedang bermain, sulit konsentrasi dalam belajar, pusing atau sakit kepala, dada berdebar-debar, sampai gejala yang sangat berat berupa pica (gemar makan atau mengunyah benda tertentu seperti tanah, kertas, kotoran, alat tulis, pasta gigi, dll)

2. Laboratoris

Hasil pemeriksaaan laboratorium biasanya sesuai dengan stadium kekurangan zat besi, yaitu:

– Stadium I: deplesi cadangan besi (penurunan kadar feritin)

– Stadium II: defisiensi besi tanpa anemia (penurunan SI dan TIBC)

– Stadium III: anemia defisiensi zat besi (penurunan Hb, MCV, Ht)

Dianjurkan pemeriksaan laboratorium untuk mendeteksi dini defisiensi zat besi pada usia 1 tahun untuk bayi aterm, usia 6-9 bulan untuk bayi preterm, usia anak 2-3 tahun, 5 tahun dan saat dewasa muda.

Apakah ADB dapat diobati? Tentu saja ADB dapat dan harus segera diobati bila diagnosis sudah ditegakkan. Pada keadaan anemia defisiensi zat besi dapat diberikan  preparat besi (ferosulfat / ferofumarat / feroglukonat), diberikan diantara waktu makan pengobatan dilanjutkan sampai 2-3 bulan setelah kadar Hb normal untuk mengisi cadangan besi dalam tubuh. Dengan pemberian yang teratur, kadar Hb akan meningkat 1 g/dl tiap 1-2 minggu. Penyerapan dapat ditingkatkan dengan pemberian vit. C. Penyerapan akan berkurang akibat zat tannin (teh), susu, telur, fitat dan fosfat yang terdapat dalam tepung gandum. Setelah kadar besi normal di dalam tubuh, penting untuk ibu ibu untuk mencegah agar tidak sampai jatuh dalam keadaan anemia lagi.

Pencegahan dapat dilakukan dengan menghindari minum susu segar sapi yang berlebihan, memberikan makanan yang mudah absorbsi besinya (daging, ikan, ayam, hati dan asam askorbat). Sedangkan untuk bayi baru lahir, ibu ibu harus menggalakkan ASI sampai 4-6 bulan untuk bayi aterm, tetapi untuk bayi premature mulai diberikan preparat besi saat usia 2 bulan atau makanan tambahan yang mengandung suplemen besi saat usia 4-6 bulan.

Penulis: Rini Purnamasari

Reviewer: Hikari Ambara Sjakti

Ikatan Dokter Anak Indonesia

Mama Arthur dalam acara Selamat Pagi Indonesia @MetroTV , selasa 12 september 2017

Mama Arthur dalam acara Selamat Pagi Indonesia @MetroTV , selasa 12 september 2017

Kasus bayi debora cukup viral. Di berita pun sering dibahas.Debora memiliki riwayat prematur, sehingga metro tv hari itu akan mengangkat tema tentang perawatan bayi prematur.

Secara mendadak, aku diundang untuk live di acara selamat pagi indonesia tanggal 12 september 2017 kemarin.

Sehari sebelumnya, aku dapet DM di instagram. Dari seorang jurnalis metro tv, yang ternyata produser program selamat pagi indonesia di metro tv. Dia meminta kontakku atau komunitas premature indonesia. Untuk berdialog seputar perawatan bayi premature. Chat kami pun lanjut ke wa, dan aku juga memberikan nomor dr Agung selaku founder komunitas premature indonesia.

Tiba-tiba mas produser bilang, misal aku diundang metro tv besok pagi bisa nggak. Untuk acara selamat pagi indonesia.

Hehh.. aku syok..

Tambah syok pas tau kalau programnya dialog live di studio 😂

Secara aku ini nggak pinter public speaking. Nggak pinter ngomong. Jaman kuliah aja males presentasi di depan kelas, apalagi debat. Eh ini diminta untuk dialog live di TV, ditonton ribuan orang Indonesia.

Tapi aku pikir, ah nanti ada dr Agung yang bisa membantu menjelaskan penanganan bayi prematur. Aku bisa agak terbantu sedikit lah…

Awalnya aku agak ragu datang atau tidak. Aku di bekasi sementara studio metro tv di kedoya jakarta barat. Jauh banget dan pagi gitu pasti macet. Karena acara livenya jam 8 pagi. Ternyata pihak metro tv menawarkan fasilitas antar jemput.

Setelah aku pikir dan aku diskusikan dengan papa arthur dan juga komunitas. Akhirnya bismillah aja aku mengiyakan undangan dialog dari metro tv tersebut.

Dan…. ternyata dr Agung tidak bisa hadir, karena itu kapasitas dokter anak yang memberikan penjelasan. Karena dr Agung sendiri adalah dokter umum. Sementara pihak metro tv meminta narasumber 1 dokter anak dan 1 anggota komunitas premature indonesia.

dr Agung akhirnya sedikit kasih “training” ke aku tentang apa yang mesti disampaikan, sebagai pesan dari komunitas. Seperti misalnya mengenai masalah ASI, pentingnya screening, dampak dan resiko prematuritas, pentingnya KMC, big no inkubator rumahan, dll. Dan ternyata sesuai dengan apa yang ingin aku sampaikan, apalagi tentang masalah screening dan bahaya ROP. Supaya tidak ada lagi kasus ROP. Meskipun ternyata tidak semua nya bisa aku sampaikan, karena aku agak gugup dan hanya mengikuti pertanyaan yang diberikan reporter.

Akhirnya, aku pun datang ke acara dialog live tersebut sebagai anggota komunitas premature indonesia. Dan ternyata dokter anak yang akan hadir adalah dr Rinawati spA, yang memang spesialisasinya menangani bayi prematur. Beliau adalah dokter di perinatologi RSCM.

 

 Selasa, 12 September 2017

 

Pagi itu pun, kami berangkat ke studio metro tv. Dijemput driver metro tv ke rumah. Aku ditemenin arthur dan mama mertua. Arthur nggak mandi, cuma dilap tisu basah aja 😂 Soalnya jam 5 pagi aku udah dihubungi driver nya kalau udah hampir sampai. Sementara arthur masih molor. Akhirnya ya arthur dibangunin, dilap bentar ama ganti baju. Soalnya, kalau nggak diajak dia bakalan cari mamanya mulu. Supaya sekalian pada tau, ini lho anak premature dengan efek prematuritasnya.

Sampai di sana, kami menunggu sekitar 1 jam sebelum mulai live. Dan Arthur pun sempat bertemu dengan dr rina, aku pun cerita tentang prematuritas dan kondisi arthur saat ini. Eh dr rina bilang, arthur kurang gizi 😭 Karena berat badannya nggak sesuai sama usianya, beliau pun menunjukkan grafik nya. Dan beliau menyarankan untuk konsultasi ke dr anak subspesialis gizi. Padahal Arthur makannya banyak, ngemil doyan, vitamin zat besi juga tiap hari. Baiklah, besok atur jadwal untuk konsutasi ke dokter anak.

Aku dan dr rina pun dipanggil untuk masuk ke studio. Arthur dibawa mama jalan-jalan keluar supaya nggak nyari-nyariin mamanya. Karena didalem gedung ada tv nya, nanti kalau denger suaraku ndak malah nyariin terus nangis kan rempong. Soalnya arthur itu nempel kayak magnet banget ama aku.

Selama live, aku agak grogi juga sih. Tapi ternyata dialog dan diskusi nya cukup santai. Kayak ngobrol & ditanya-tanyain biasa. Presenternya juga ramah, saat break pun kami ngobrol santai. Di dalem studio juga cuma ada beberapa doang aja, Kalau ada banyak yang nonton baru deh aku bisa gugup banget. Hahahaha.. Padahal ya itu juga ditonton ribuan orang Indonesia di TV.

Dan Alhamdulilah semua berjalan lancar. Walaupun aku agak grogi juga 😂

Setelah selesai on air, aku sempat ngobrol dengan dr rina dan bertukar kontak. Karena dr rina menawarkan kerjasama dengan komunitas premature indonesia dalam menyambut acara world prematurity day november mendatang.

*World Prematurity Day diperingati setiap tanggal 17 november

Kalau ada yang belum sempat nonton acara selamat pagi indonesia di metro tv kemarin, bisa ditonton di web metro tv. Berikut link nya :

– PART 1: http://video.metrotvnews.com/selamat-pagi-indonesia/GNl6Bj9k-penanganan-ekstra-bayi-prematur-1

– PART 2: http://video.metrotvnews.com/selamat-pagi-indonesia/0KvG8VRN-penanganan-ekstra-bayi-prematur-2

– PART 3: http://video.metrotvnews.com/selamat-pagi-indonesia/akW874BK-penanganan-ekstra-bayi-prematur-3

 

Ternyata banyak yang nunggu Arthur nongol pas acara live kemarin. Pada nanya Arthur nya mana, kok nggak ikutan. Arthur ikut kok, tapi nggak ikut masuk studio. Dia nunggu di luar sama Uti nya. Kalau Arthur nya ikut masuk live di studio, yang ada mama malah ngemong enggak jadi ngomong. Hehehe…

 

img_1273
Bersama tante Widya Saputra dan Om Iqbal Himawan, Presenter MetroTV
Arthur Meet The Low Vision Therapist @ JEC

Arthur Meet The Low Vision Therapist @ JEC

Hari ini Arthur ada janji dengan low vision therapist di JEC (Jakarta Eye Centre).Sewaktu kontrol tahunan dengan dokter florence manurung lalu, beliau menyarankan Arthur untuk dilakukan assesment di low vision centre JEC dan kami diberi kartu nama therapistya. Namanya pak agus.
Sebelumnya, aku WA ke pak agus dulu, untuk janjian kapan bisa ketemu beliau. Ternyata beliau langsung cepat merespon. Kami diminta mengamati Arthur mengenai apa saja yang bisa dia lihat. Misalnya cahaya, warna apa, benda dengan ukuran atau diameter berapa, serta arah sebelah mana yang dia lihat. Supaya hasilnya dapat didiskusikan saat pertemuan.

Sabtu ini kami pun ke JEC menteng. Berangkat dari rumah naik Kereta Commuter Line, dari stasiun kranji turun di stasiun cikini, lanjut naik bajaj ke JEC. Sebenernya deket dan bisa jalan kaki dari stasiun cikini ke JEC. Tapi pengen ngajakin Arthur ngerasain naik bajaj, sekalian ngenalin Arthur transportasi umum. 
Di JEC menteng, kami langsung menuju ke bagian low vision therapist di lantai 2 untuk bertemu pak agus.

Di awal pertemuan dengan pak agus, kami diperlihatkan mengenai sebuah film dokumenter mengenai kondisi seorang anak low vision. 

Aku tidak memperhatikan dan mendengarkan penjelasan pak Agus secara keseluruhan, karena Arthur nggak mau diem. Dia jalan kesana kemari dan harus selalu aku awasi. Ditambah dia belum tidur, jadilah dia sedikit rewel dan minta nenen. Akhirnya aku ajak Arthur ke ruang menyusui. Sementara itu papa Arthur mendengarkan penjelasan yang diberikan oleh Pak Agus mengenai stimulasi penglihatan apa saka yang harus dilakukan yang juga bertujuan untuk mencari tahu sejauh mana sisa penglihatan Arthur. 

Pak Agus juga memberikan motivasi dan semangat untuk kami, agar menerima kondisi Arthur dan tidak merasa putus asa dengan kondisi Arthur tersebut. 

#Day9

#Level3

#MyFamilyMyTeam

#KuliahBunsayIIP #InstitutIbuProfesional #FamilyProject