Buku “HAPPY MOMS” – Catatan Perjalanan Ibu Menjemput Kebahagiaan

Buku “HAPPY MOMS” – Catatan Perjalanan Ibu Menjemput Kebahagiaan

Mungkin pada banyak yang bertanya, bagaimana aku move on saat Arthur terdiagnosa ROP stage 5.

Jawabannya ada di buku “HAPPY MOMS” ini.

Buku pertama yang aku tulis, bersama dengan teman –  teman di rumah belajar menulis IIP Yogyakarta. Banyak kisah perjuangan para ibu untuk menjemput dan mendapatkan kebahagiaan, yang dituliskan di buku ini. Salah satunya adalah bagaimana kisahku, untuk “move on” ketika Arthur terdiagnosa ROP stage 5 dan kehilangan penglihatannya. Karena seorang ibu memiliki hak untuk mendapatkan kebahagiaan, meskipun banyak ujian yang harus dihadapinya.

Untuk Order Buku “Happy Moms” ini, silahkan isi form berikut :

Pemesanan Buku “Happy Moms” http://bit.ly/OrderBukuHappyMoms

 

#bukuantologi

#happymoms

#goodbooks

#rumbelmenulis

#ibuprofesionaljogja

#selamathariibu

Advertisements
Arthur Meet The Pediatric Nutrition

Arthur Meet The Pediatric Nutrition

Setelah disarankan dr rinawati untuk menemui dsa subspesialis gizi, sewaktu bertemu dengan beliau di metro tv lalu.

baca: Mama Arthur dalam acara Selamat Pagi Indonesia @MetroTV , selasa 12 september 2017

Arthur akhirnya konsultasi dengan dr Rina Triasih terlebih dulu di hermina Jogja, karena beliau informatif dalam memberikan penjelasan kepada orang tua anak. Dan beliau adalah salah satu dokter anak langganan Arthur di Jogja.

ย baca : Arthur ADB (Anemia Defisiensi Besi)

Setelah bertemu dengan dr Rina, beliaupun menyarankan bertemu dengan dsa subspesialis gizi, yaitu dokter Neti. Untuk konsultasi lebih jelas mengenai asupan makanan Arthur, karena berat badan Arthur tidak sesuai dengan usianya dan sudah stuck sekitar 5 bulanan. Dokter Neti, biasanya praktek di Sardjito tetapi setiap sore beliau praktek di RSIA bhakti ibu. Tempat lahiran Arthur dulu.

Sore itu pun kami ke RSIA bhakti ibu untuk bertemu dengan dr Neti. Seperti biasa, saat memasuki ruang periksa Arthur ngerasa kalo mau diapa-apain. Pas mau ditimbang pun dia udah nangis kejer duluan. Apalagi pas diukur panjang badan dan lingkar kepalanya. Dia nggak mau dipegang orang, Dikiranya mau diapa-apain. Nangis kejer dan ngamuk , sampai sesenggukan. Aku pun juga sudah menyampaikan ke dr Neti kalau Arthur ROP stage 5. Sehingga harap dimaklumi, karena ada gangguan di penglihatannya. Aku juga menceritakan riwayat Arthur karena ini pertemuan pertama dengan dr Neti.

Setelah dilakukan anamnesis, bagaimana pola makan, asupan makanan, dan dilihat grafik KMS arthur. Akhirnya dr Neti menyarankan agar Arthur diberikan tambahan asupan lain. Karena dalam 1 hari Arthur harus mendapat asupan 1000kalori untuk mengejar ketertinggalan berat badannya. Sementara itu tidak cukup didapatkan dari makanan dan cemilan dia sehari-hari. Makanan dan cemilan mungkin hanya sekitar 700kalori. Sedangkan kekurangan 300kalori diberikan tambahan makanan cair yang berbentuk susu. Arthur kemudian di resepkan nutrinidrink. Yang diminum sehari 3x , 100cc sekali minum.

Dan akan di review sebulan kemudian, apakah berat badannya bertambah atau tidak. Karena sudah 5 bulan stuck, dan BB Arthur setara dengan anak usia 12 bulanan. BB arthur sekitar 8.6-8.7 kg di usia 20bulan (koreksi 18bulan). Yang seharusnya di usia tersebut bb Arthur sudah hampir 10kg. Yang dikatakan dr Neti, sebenarnya hampir sama seperti yang disampaikan dr Rinawati.

Nutrinidrink untuk anak usia diatas 1 tahun. Nutrinidrink ini bukanlah susu formula. Tetapi, makanan cair yang berkalori tinggi. Biasanya juga diberikan kepada anak yang memiliki gangguan pertumbuhan, kekurangan gizi, gangguan pola makan, maupun gangguan oromotor. Nutrinidrink ada yang berbentuk powder, dan juga ada yang cair langsung minum. Tapi yang cair harganya lebih mahal, 1 botol 200ml harganya sekitar 25.000, namun varian rasanya lebih lengkap ada vanilla, strawberry, banana, coklat. Tapi yang sering ditemui di Indonesia cuma 3 rasa, vanilla, strawberry dan coklat. Kalau yang powder 1 kaleng 400gr, cuma ada rasa vanilla aja. Harganya kisaran 140.000-170.000. Kalau beli di online bisa lebih murah daripada beli di apotek. Hehehee… (Mamak irit).

nutrinidrink powder
nutrinidrink powder 400gr rasa Vanilla

nutrinidrink cair
nutrinidrink cair 200ml

Mamak bisa tongpes kalau sehari-hari Arthur minum yang cair. Lagian, nutrinidrink yang cair diusahakan harus segera dihabiskan setelah dibuka. Kalau di kemasannya sih tulisannya bisa tahan 24 jam setelah dibuka, dengan disimpan di kulkas. Tapi kata dr Neti, usahakan segera habis setelah dibuka dan hanya tahan sekitar 8 jam jika disimpan di kulkas. Mungkin untuk sesekali aja lah kalau pas diajak pergi, sangu nutrinidrink yang cair. Daripada repot bawa gelas, termos, susu powder, sendok, dan perlengkapan lainnya. Hadeh… Aku ogah repot bawa begituan kalau pergi – pergi, malah kebanyaan bawaan kan ribet. Karena udah kebiasaan tinggal buka nenen aja kalau Arthur mau nyusu.

Sebenernya, aku agak galau juga awalnya. Karena Arthur masih ASI. Dan tinggal 4 bulan lagi menuju penyapihan. Pengennya kan full ASI sampai 2 tahun. Tapi aku diomelin dr Neti, di usia Arthur sekarang ini ASI aja tidak cukup dilihat dari pertumbuhannya. Kalau anaknya pertumbuhannya terganggu bagaimana? Mosok ya didiemin doang, meskipun ASI ku masih keluar. Akhirnya pikiranku pun terbuka. ASI memang yang terbaik, dan aku memang keras kepala dalam memberikan ASI kepada Arthur. Tapi kalau ternyata anaknya asupannya kurang, bahkan dari yang dia makan pun masih kurang sehingga butuh asupan tambahan yang lain, mau bagaimana lagi? Semua demi kebaikan anak, asalkan ada alasan yang jelas dan rasional. Lagian pemberian asupan tambahan ini adalah makanan cair, bukan pengganti makanan padat maupun pengganti ASI.

Awalnya, Arthur belum mau minum nutrinidrink ini. Pake sedotan pun dia cuma mau sedikit. Untung awal-awal aku cuma bikinin 50cc aja jadi nggak kebuang banyak. Kan sayang, harganya lumayan soalnya.

Oiya, Arthur terakhir ngedot umur 3-4 bulan. Setelah aku resign, seringnya nenen langsung jadinya dia udah bye bye sama dot. Udah lupa cara ngedot. Di umur nya sekarang, kan sayang kalo misal diajarin ngedot lagi. Wong anaknya dah bisa minum langsung pakai gelas, pakai sedotan juga udah bisa. Malah kadang minta nyucup langsung dari botol. Ngapain juga diajarin minum dot lagi?

Setelah sekitar 2-3 hari membiasakan Arthur minum nutrinidrink, akhirnya ketemu juga caranya. Arthur maunya disendokin. Mungkin dia teringat jaman dahulu kala, waktu masih bayi dikasih ASIP + HMF. Waktu itu Arthur belum diajarin pakai dot, dan dokter serta perawat di Rumah Sakit ngajarinnya pakai sendok.

Akhirnya Arthur mau minum nutrinidrink 100cc sehari 3x dan habis. Alhamdulillah.. Tapi mama nya nyuapin susu sambil cerewet cerita ini itu. Biasanya dia ngabsen siapa aja yang minum susu “adit, upin, ipin, kakak, dedek”

“iyaa adit mimik susu, upin mimik susu, ipin mimik susu, kak ros mimik susu, dll”

Sambil cerita begitu, biasanya langsung cepet habis minum susunya. Dan sekaleng nutrinidrink powder habis dalam 1 minggu saja. Hikss… Alhamdulillah nya sejak Arthur bayi sampai sekarang, Arthur anak ASI. Jadi pengeluaran susu tidak kami rasakan. Bisa dialihkan untuk yang lain. Cuma baru kerasa sekarang ini setelah diberikan nutrinidrink oleh dokter, sekaleng buat seminggu dan harganya pun lumayan. Tinggal kita lihat lagi bagaimana bulan depan setelah direview. Semoga aja ada hasilnya. Walaupun lumayan juga menambah pengeluaran bulanan buat beli nutrinidrink ini. Semoga berat badan Arthur segera stabil sesuai usianya.

Oiya, jangan sekali-kali memberikan nutrinidrink ke anak tanpa rekomendasi atau resep dari dokter anak, khususnya dsa subspesialis gizi. Karena pemberian nutrinidrink harus berdasarkan kondisi medis tertentu.

Karena masih banyak yang ditemui pemikiran masyarakat awam, susu semacam ini (kayak merk pe*iasure juga) dianggap sebagai “susu formula mahal yang bisa buat boost berat badan anak”. Itu SALAH.

Nutrinidrink sebetulnya bukan susu formula. Tetapi makanan cair yang berbentuk susu dan berbahan dasar susu sapi yang bergizi dan bebas laktosa. Kandungan nya pun berbeda dengan susu formula. Kalori nya kebih tinggi dan kandungan nutrisinya pun sudah diperhitungkan karena merupakan “makanan cair”ย  yang biasanya dibutuhkan oleh anak yang malnutrisi. Kandungannya antara lain :

  • Energi (1,5 kkal/ml) untuk membantu memberi pemenuhan energi, yang diakibatkanoleh kondisi tertentu tidak dapat dipenuhi dai makanan padat.
  • Karbohidrat, lemak, protein, 12 vitamin, 10 mineral untuk membantu pertumbuhan anak.
  • Asam linoleat dan asam alpha linoleat sebagai asam lemak esensial.

Meskipun makanan cair, susu ini tidak bisa disebut sebagai pengganti makanan padat. Karena anak tetap harus makan makanan padat. Dan tidak boleh merubah kebiasaan anak untuk mengganti makanan padat dengan makanan cair ini. Karena takutnya nanti anak akan lebih suka minum makanan cair daripada makanan padat.

Penggunaan nutrinidrink pun harus dibawah pengawasan dokter ahli gizi atau praktisi medis. Di kaleng belakang sudah tercantum tulisan seperti itu. Sehingga sudah cukup jelas bahwa pemberian nutrinidrink pada anak tidak boleh sembarangan.

Karena takutnya, akan ada yang memberikan nutrinidrink kepada anak nya setalah membaca postingan blog ku ini. Padahal pemberian nutrinidink harus berada di bawah pengawasan dokter gizi.

Arthur ADB (Anemia Defisiensi Besi)

Arthur ADB (Anemia Defisiensi Besi)

Arthur skrining ADB

Sekitar 6 bulan yang lalu, arthur sempat demam beberapa hari dan aku bawa ke dokter anak, waktu itu Arthur bertemu dengan dr rina triasih di RS Hermina Jogja. Dokter Rina melakukan anamnesis dan memeriksa fisik Arthur. Karena saat itu arthur juga sedikit diare. Dokter rina detail banget meriksanya, nggak keburu-buru juga padahal diluar masih banyak yang antri.

Seperti biasa, Arthur diperiksa dengan stetoskop dan termometer. Saat itu badannya anget tapi masih aktif. Waktu periksa mulutnya, ternyata gigi Arthur lagi pada mau keluar. Geraham atas dan bawah. Kemungkinan penyebab demam adalah gigi tumbuh. Karena langsung 4 geraham yang keluar. Padahal taring bawahnya aja baru keluar separo belum nongol full.

Dokter juga memeriksa penis Arthur, karena takutnya ada ISK. Demam adalah salah satu ciri ISK. Tapi Kata dokter, sepertinya tidak ada tanda ISK. Karena Arthur kalo pipis juga nggak keliat kesakitan. Sehingga tidak perlu cek urin. Hanya ada gejala fimosis, tapi nggak parah amat. Hanya penis nya harus sering di bersihkan. Supaya tidak ada kotoran yang menyumbat.

Lalu Arthur juga disarankan cek darah, karena demamnya udah sekitar 3 harian. Untuk memeriksa haemoglobin, trombosit, leukosit, dsb. Agak drama juga pas cek darah, diambil darah dari jarinya beberapa cc. Nangis kejer. Hasil cek darah langsung keluar sekitar 15-30menit kemudian dan langsung aku konsultasikan dengan dr rina. Ternyata Hb Arthur rendah. Hanya 8 g/dl, normalnya 10,8 – 12,8 g/dl. Dokter bilang, Arthur kemungkinan kurang asupan zat besi juga, disebut ADB (Anemia Defisiensi Besi). Karena Arthur memiliki riwayat prematur, BBLR, dan juga ASI eksklusif bahkan masih ASI sampai sekarang.

Kandungan zat besi didalam ASI tidak mampu memenuhi kebutuhan zat besi yang diperlukan oleh tubuh, namun zat besi yang di peroleh dari ASI dicerna dengan mudah oleh sistem pencernaan bayi.Selingan susu seperti UHT ataupun susu murni, biasanya kandungan zat besinya juga sedikit. Sehingga sebaiknya, diberikan suplemen zat besi tambahan.

Arthur pun diresepkan Fe (suplemen zat besi). Awalnya Arthur minum ferlin drop, 1 botol sampe habis dalam beberapa minggu. Lalu aku pun beli lagi di apotek, tapi Arthur sering muntah tiap dikasih ferlin yang baru. Akhirnya aku coba konsultasikan ke dokter lagi saat imunisasi, suplemennya pun diganti merk feriz. Dan sampai sekarang Arthur masih rutin minum feriz.

****************************************************************************

BB Arthur Stuck

Lalu sekitar 6 bulan kemudian, Aku sedikit galau. Setelah berdiskusi sebentar dengan dr rinawati di metro tv, beliau sambil kasih liat chart ke aku tentang pertumbuhan arthur. Katanya arthur kayak anak 12-13 bulan. Badannya tidak sesuai dengan usianya dan ada di garis merah ๐Ÿ’”ย  Beliaupun menyarankan untuk konsultasi ke dsa sub gizi.

Mama Arthur dalam acara Selamat Pagi Indonesia @MetroTV , selasa 12 september 2017

Lalu aku pun berencana ke dr Rina Triasih di hermina jogja. Beliau sebenernya dsa sub spesialis respirologi (paru anak). Tapi aku pengen coba dulu Bagaimana saran beliau karena aku merasa klik konsultasi dengan beliau. Komunikatif, detail dan nggak kemrungsung. Aku pun menceritakan kegalauanku setelah pertemuanku dengan dr rinawati, karena Arthur BB nya kurang. Lalu setelah di cek ulang, di buku KMS nya Arthur ternyata pertumbuhannya ada di garis ijo muda. Bisa dibilang masih dalam batas aman, tapi kan tidak boleh santai dan kalo bisa dikejar.

Dokter Rina juga sempat menghitung sesuatu, entah apa aku nggak tau. Hehehe. Tapi dia menjelaskan bahwa berat badan dan tinggi badan Arthur Proporsional, di angka 85%. Jika berada di bawah 80% dapat dikatakan kurang gizi. Namun jika dilihat perbandingan berat badan dan tinggi badannya dengan usia koreksinya, memang harus dikejar. Karena arthur usia 2 tahun udah nggak pakai usia koreksi lagi buat tumbuh kembangnya. Anak prematur masuk usia 2 tahun, tumbangnya diusahakan sudah bisa sesuai dengan anak-anak seusianya.

Memanglah masalah beratย  badan anak yang seret naiknya, dan bahkan stuck membuat galau para Ibu. Nggak terlalu di khawatirkan juga sih sebenernya, tapi ya nggak boleh terus jadi nyantai juga.

Waktu periksa, Arthur pas lagi agak batuk pilek,ย  ternyata hanya common cold. Batuk nya juga gak kelihatan, paru-paru bersih. Pileknya juga nggak parah sampai bikin mampet.ย  PAs diperiksa, Arthur sensi banget, kayaknya dia udah tau ketika masuk di ruang periksa akan ada sesuatu yang terjadi pada dirinya. Karena waktu mau di stetoskop pun dia nggak mau, padahal stetoskop nempel di bajunya bukan di kulitnya. Dia langsung menepis stetoskop itu. Sampai dr rina pelan-pelan banget periksanya, dia masih aja kerasa. Akhirnya yaudah, sambil nangis deh diperiksanya. Padahal udah dibilangin sebelumnya, kalau arthur mau pergi ke hermina ketemu dengan dr rina untuk diperiksa.

Aku sempet bikin beberapa list pertanyaan untuk dokter rina. Yang aku tulis di buku pasien hermina. Beliaupun jawab pertanyaan itu satu persatu. Katanya “Wah aku dikasih soal ujian, sebentar aku tak tes dulu” Hehehehe…

List pertanyaanku itu antara lain masalah BB arthur yang stuck, perlukah review ADB dan tes urin untuk cek ISK, perlukah asupan susu atau makanan cair tambahan selain ASI, dan perlukah ke dsa subspesialis gizi.

ย Penyebab berat badan anak stuck, biasanya :

asupan makanan

padahal arthur maem doyan. kalopun gtm juga nggak parah amat karena lagi nggak tumbuh gigi juga. Makan udah pakai protein nabati hewani, dll juga.

ADB (Anemia Defisiensi Besi)

Arthur emang positif ADB tapi sudah di terapi pake suplemen sekitar 5-6bulanan, dan setelah di review ternyata udah bagus.

ISK (Infeksi Saluran Kencing)< /strong>

Nggak ada tanda ISK, arthur nggak lagi demam juga. Jadi menurut dokter nggak perlu cek urin segala.

TB (Tuberkulosis)

Nggak ada tanda TB. Coba skoring sendiri hasilnya memang nggak ada tanda TB jadi tidak perlu mantoux segala.

Review ADB

Karena cek ADB terakhir sudah 6 bulan yang lalu, doter rina menyarankan untuk dilakukan review. Bagaimanakah hasilnya setelah diberikan suplemen zat besi secara rutin. Di review nya dengan tes darah di laboratorium seperti awal dulu. Dan dramaaakkk bangeetttt…. Di stetoskop aja nggak mau dan ngambek. Ini mau diambil darahnya segala. Sampe dipegangin 4 orang waktu ambil darah. Nangis kejer teriak sampai jackpot. Kasihan sebenenya, aku malah jadi inget perjalanan diagnosa Arthur dulu, bolak balik diperiksa ini itu segala macem. Tapi mau gimana lagi kan, balada antara tega nggak tega. Semua demi kesehatan Arthur kok.

Selesai ambil darah untuk sample, jari Arthur diplester tapi dia masih nangis dan malah ditarik plesternya soalnya dia risih. Sampai ganti 4x plesternya. Karena dia tarikin mulu, dan dikibasin. Akhirnya sama perawat ditebelin beberapa kali tuh buntelan plesternya, eehhh malah diteken-teken ama dia karena dia risih. Darahnya masih keluar dan merembes ke plester. Minta ganti lagi deh plester dan perbannya. Abis itu dia baru diem nangisnya karena dibeliin puding di kantin hermina, dan nggak lama kemudian dia molor digendong eyangnya. Antara capek nangis dan emang dasarnya udah ngantuk.

Hasil lab langsung keluar sekitar 15 menit kemudian, dan aku langsung serahkan ke dr rina untuk dikonsultasikan. Alhamdulillah hasilnya bagus jadi tidak ada tes lanjutan untuk pemeriksaan lab yang lebih detail. 6 bulan yang lalu Hb nya 8 g/dl, setelah terapi pakai vitamin zat besi secara rutin sehari 2 kali sekarang Hb nya udah naik jadi 13,1 g/dl. Dokter rina menyarankan suplemen zat besi tetap diberikan tapi sekarang sehari sekali aja.

Aku pun tanya kesimpulannya, jadi apakah penyebab bb nya Arthur stuck? Apa perlu diberikan susu atau suplemen tambahan lagi?

Dokter Rina menyarankan Arthur untuk diberikan tambahan makanan cair. Yaitu infantrini atau nutrinidrink. Namun disarankan, lebih baik konsul ke dsa sub gizi dulu, soalnya masalah begini wilayahnya dsa sub gizi.

Biasanya nantiย  dsa sub gizi mereview pola makannya, dan juga membuatkan menu untuk asupan makanan apa saja yang sebetulnya diperlukan oleh tubuh Arthur. Kalau ternyata memang asupannya dari makanan masih kurang, baru deh dikasih tambahan makanan cair seperti susu tapi bukan susu juga sih yaitu infantrini atau nutrinidrink itu tadi.

Sebaiknya sih memang harus dikonsultasikan ke dsa sub spesialis gizi dulu. Karena makanan cair seperti infantrini atau nutrinidrink tidak boleh sembarangan diberikan, harus berdasarkan resep dokter atau ada indikasi medis tertentu.

Jadi setelah ini, kunjungan berikutnya adalah ke dokter subspesialis gizi.

Berikut Artikel yang diambil dari IDAI mengenai Anemia kekurangan zat besi

Secara sederhana anemia sering diartikan sebagai kekurangan darah. Secara teoritis anemia merupakan istilah untuk menjelaskan rendahnya nilai hemoglobin (Hb) sesuai dengan umur dan jenis kelamin. Pada anak anak, kekurangan zat besi atau Anemia defisiensi Besi (ADB) merupakan penyebab anemia terbanyak. Anemia kekurangan zat besi ialah anemia yang disebabkan oleh berkurangnya cadangan zat besi tubuh. Prevalensi anemia defisiensi besi di Indonesia masih sangat tinggi, terutama pada wanita hamil, anak balita, usia sekolah dan pekerja berpenghasilan rendah. Pada anak-anak Indonesia angka kejadiannya berkisar 40-50%. Hasil survei kesehatan rumah tangga (SKRT) melaporkan kejadian anemia defisiensi besi sebanyak 48,1% pada kelompok usia balita dan 47,3% pada kelompok usia anak sekolah.

ADB pada anak akan memberikan dampak yang negatif terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak, yaitu dapat menurunkan sistem kekebalan tubuh sehingga meningkatkan kemungkinan terjadinya infeksi. Selain itu berkurangnya kandungan besi dalam tubuh juga dapat menyebabkan gangguan pertumbuhan organ tubuh akibat oksigenasi ke jaringan berkurang. Masalah yang paling penting yang ditimbulkan oleh defisiensi besi yang berlangsung lama, adalah menurunkan daya konsentrasi dan prestasi belajar pada anak

Saat lahir, bayi memiliki Hb dan cadangan zat besi yang tinggi karena zat besi ibu mengalir aktifย  melalui plasenta ke janin tanpa perduli status besi sang ibu. Setelah lahir akan terjadi 3 tahap, yaitu:

  1. Usia 6-8 minggu akan terjadi penurunan kadar Hb sampai 11 g/dl, karena eritropoeisis berkurang dan umur sel darah merah janin memang pendek
  2. Mulai umur 2 bulan, Hb akan meningkat sampai 12,5 g/dl, saat ini eritorpoeisis mulai meningkat dan cadangan besi mulai dipakai (deplesi)
  3. Diatas usia 4 bulan cadangan besi mulai berkurang dan dibutuhkan zat besi dari makanan.

Pada bayi aterm, deplesi jarang terjadi sebelum usia 4 bulan, dan anemia juga jarang terjadi bila mulai dikenalkan makanan saat usia 4-6 bulan. Tetapi pada bayi premature, deplesi dapat terjadi pada usia 3 bulan karena pertumbuhan lebih cepat dan cadangan besi memang lebih sedikit.

Beberapa faktor yang dapat memicu kekurangan zat besi pada manusia adalah status hematologik ibu hamil, Bayi dengan berat lahir rendah (BBLR), Bayi kembar, Infeksi, Infestasi parasit.

Sedangkan faktor faktor yang dapat menjadi penyebab kekurangan zat besi pada anak adalah:

  1. Pertumbuhan yang cepat
  2. Pola makanan.ย Susu merupakan sumber kalori utama bayi. Zat besi pada ASIย  merupakan zat besi yang mudah diserap, tetapi zat besi pada susu formula memiliki bentuk ikatan non-heme sehingga lebih sulit diserap oleh usus. Pada bayi aterm, pemberian ASI saja sampai usia 6 bulan masih dapat memenuhi kebutuhan zat besi bayi, tetapi tidak bagi bayi premature. Komposisi makanan kita yang lebih banyak mengandung sereal/serat juga berperan dalam penyerapan zat besi. Besi pada serat bersifat non-heme dan serat sendiri dapat menghambat penyerapan zat besi.
  3. Infeksi.ย Kuman penyebab infeksi menggunakan zat besi untuk pertumbuhan dan multiplikasinya. Sehingga anak yang sering infeksi dapat menderita kekurangan zat besi
  4. Perdarahan saluran cerna
  5. Malabsorbsi (gangguan penyerapan makanan dalam usus)

Bagaimana mengetahui anak dengan ADB?

1. Klinis

Biasanya diagnosis klinis tegak sesudah terjadi anemia, yang sebenarnya merupakan gejala lanjut dari kekurangan zat besi. Pada tahap awal yang sering dikeluhkan orang tua adalah iritabel, lesu, lemas, nafsu makan berkurang, perhatian mudah teralih, tidak bergairah bermain, cepat lelah bila sedang bermain, sulit konsentrasi dalam belajar, pusing atau sakit kepala, dada berdebar-debar, sampai gejala yang sangat berat berupa pica (gemar makan atau mengunyah benda tertentu seperti tanah, kertas, kotoran, alat tulis, pasta gigi, dll)

2. Laboratoris

Hasil pemeriksaaan laboratorium biasanya sesuai dengan stadium kekurangan zat besi, yaitu:

– Stadium I: deplesi cadangan besi (penurunan kadar feritin)

– Stadium II: defisiensi besi tanpa anemia (penurunan SI dan TIBC)

– Stadium III: anemia defisiensi zat besi (penurunan Hb, MCV, Ht)

Dianjurkan pemeriksaan laboratorium untuk mendeteksi dini defisiensi zat besi pada usia 1 tahun untuk bayi aterm, usia 6-9 bulan untuk bayi preterm, usia anak 2-3 tahun, 5 tahun dan saat dewasa muda.

Apakah ADB dapat diobati? Tentu saja ADB dapat dan harus segera diobati bila diagnosis sudah ditegakkan. Pada keadaan anemia defisiensi zat besi dapat diberikanย  preparat besi (ferosulfat / ferofumarat / feroglukonat), diberikan diantara waktu makan pengobatan dilanjutkan sampai 2-3 bulan setelah kadar Hb normal untuk mengisi cadangan besi dalam tubuh. Dengan pemberian yang teratur, kadar Hb akan meningkat 1 g/dl tiap 1-2 minggu. Penyerapan dapat ditingkatkan dengan pemberian vit. C. Penyerapan akan berkurang akibat zat tannin (teh), susu, telur, fitat dan fosfat yang terdapat dalam tepung gandum. Setelah kadar besi normal di dalam tubuh, penting untuk ibu ibu untuk mencegah agar tidak sampai jatuh dalam keadaan anemia lagi.

Pencegahan dapat dilakukan dengan menghindari minum susu segar sapi yang berlebihan, memberikan makanan yang mudah absorbsi besinya (daging, ikan, ayam, hati dan asam askorbat). Sedangkan untuk bayi baru lahir, ibu ibu harus menggalakkan ASI sampai 4-6 bulan untuk bayi aterm, tetapi untuk bayi premature mulai diberikan preparat besi saat usia 2 bulan atau makanan tambahan yang mengandung suplemen besi saat usia 4-6 bulan.

Penulis: Rini Purnamasari

Reviewer: Hikari Ambara Sjakti

Ikatan Dokter Anak Indonesia

Mama Arthur dalam acara Selamat Pagi Indonesia @MetroTV , selasa 12 september 2017

Mama Arthur dalam acara Selamat Pagi Indonesia @MetroTV , selasa 12 september 2017

Kasus bayi debora cukup viral. Di berita pun sering dibahas.Debora memiliki riwayat prematur, sehingga metro tv hari itu akan mengangkat tema tentang perawatan bayi prematur.

Secara mendadak, aku diundang untuk live di acara selamat pagi indonesia tanggal 12 september 2017 kemarin.

Sehari sebelumnya, aku dapet DM di instagram. Dari seorang jurnalis metro tv, yang ternyata produser program selamat pagi indonesia di metro tv. Dia meminta kontakku atau komunitas premature indonesia. Untuk berdialog seputar perawatan bayi premature. Chat kami pun lanjut ke wa, dan aku juga memberikan nomor dr Agung selaku founder komunitas premature indonesia.

Tiba-tiba mas produser bilang, misal aku diundang metro tv besok pagi bisa nggak. Untuk acara selamat pagi indonesia.

Hehh.. aku syok..

Tambah syok pas tau kalau programnya dialog live di studio ๐Ÿ˜‚

Secara aku ini nggak pinter public speaking. Nggak pinter ngomong. Jaman kuliah aja males presentasi di depan kelas, apalagi debat. Eh ini diminta untuk dialog live di TV, ditonton ribuan orang Indonesia.

Tapi aku pikir, ah nanti ada dr Agung yang bisa membantu menjelaskan penanganan bayi prematur. Aku bisa agak terbantu sedikit lah…

Awalnya aku agak ragu datang atau tidak. Aku di bekasi sementara studio metro tv di kedoya jakarta barat. Jauh banget dan pagi gitu pasti macet. Karena acara livenya jam 8 pagi. Ternyata pihak metro tv menawarkan fasilitas antar jemput.

Setelah aku pikir dan aku diskusikan dengan papa arthur dan juga komunitas. Akhirnya bismillah aja aku mengiyakan undangan dialog dari metro tv tersebut.

Dan…. ternyata dr Agung tidak bisa hadir, karena itu kapasitas dokter anak yang memberikan penjelasan. Karena dr Agung sendiri adalah dokter umum. Sementara pihak metro tv meminta narasumber 1 dokter anak dan 1 anggota komunitas premature indonesia.

dr Agung akhirnya sedikit kasih “training” ke aku tentang apa yang mesti disampaikan, sebagai pesan dari komunitas. Seperti misalnya mengenai masalah ASI, pentingnya screening, dampak dan resiko prematuritas, pentingnya KMC, big no inkubator rumahan, dll. Dan ternyata sesuai dengan apa yang ingin aku sampaikan, apalagi tentang masalah screening dan bahaya ROP. Supaya tidak ada lagi kasus ROP. Meskipun ternyata tidak semua nya bisa aku sampaikan, karena aku agak gugup dan hanya mengikuti pertanyaan yang diberikan reporter.

Akhirnya, aku pun datang ke acara dialog live tersebut sebagai anggota komunitas premature indonesia. Dan ternyata dokter anak yang akan hadir adalah dr Rinawati spA, yang memang spesialisasinya menangani bayi prematur. Beliau adalah dokter di perinatologi RSCM.

 

ย Selasa, 12 September 2017

 

Pagi itu pun, kami berangkat ke studio metro tv. Dijemput driver metro tv ke rumah. Aku ditemenin arthur dan mama mertua. Arthur nggak mandi, cuma dilap tisu basah aja ๐Ÿ˜‚ Soalnya jam 5 pagi aku udah dihubungi driver nya kalau udah hampir sampai. Sementara arthur masih molor. Akhirnya ya arthur dibangunin, dilap bentar ama ganti baju. Soalnya, kalau nggak diajak dia bakalan cari mamanya mulu. Supaya sekalian pada tau, ini lho anak premature dengan efek prematuritasnya.

Sampai di sana, kami menunggu sekitar 1 jam sebelum mulai live. Dan Arthur pun sempat bertemu dengan dr rina, aku pun cerita tentang prematuritas dan kondisi arthur saat ini. Eh dr rina bilang, arthur kurang gizi ๐Ÿ˜ญ Karena berat badannya nggak sesuai sama usianya, beliau pun menunjukkan grafik nya. Dan beliau menyarankan untuk konsultasi ke dr anak subspesialis gizi. Padahal Arthur makannya banyak, ngemil doyan, vitamin zat besi juga tiap hari. Baiklah, besok atur jadwal untuk konsutasi ke dokter anak.

Aku dan dr rina pun dipanggil untuk masuk ke studio. Arthur dibawa mama jalan-jalan keluar supaya nggak nyari-nyariin mamanya. Karena didalem gedung ada tv nya, nanti kalau denger suaraku ndak malah nyariin terus nangis kan rempong. Soalnya arthur itu nempel kayak magnet banget ama aku.

Selama live, aku agak grogi juga sih. Tapi ternyata dialog dan diskusi nya cukup santai. Kayak ngobrol & ditanya-tanyain biasa. Presenternya juga ramah, saat break pun kami ngobrol santai. Di dalem studio juga cuma ada beberapa doang aja, Kalau ada banyak yang nonton baru deh aku bisa gugup banget. Hahahaha.. Padahal ya itu juga ditonton ribuan orang Indonesia di TV.

Dan Alhamdulilah semua berjalan lancar. Walaupun aku agak grogi juga ๐Ÿ˜‚

Setelah selesai on air, aku sempat ngobrol dengan dr rina dan bertukar kontak. Karena dr rina menawarkan kerjasama dengan komunitas premature indonesia dalam menyambut acara world prematurity day november mendatang.

*World Prematurity Day diperingati setiap tanggal 17 november

Kalau ada yang belum sempat nonton acara selamat pagi indonesia di metro tv kemarin, bisa ditonton di web metro tv. Berikut link nya :

– PART 1: http://video.metrotvnews.com/selamat-pagi-indonesia/GNl6Bj9k-penanganan-ekstra-bayi-prematur-1

– PART 2: http://video.metrotvnews.com/selamat-pagi-indonesia/0KvG8VRN-penanganan-ekstra-bayi-prematur-2

– PART 3: http://video.metrotvnews.com/selamat-pagi-indonesia/akW874BK-penanganan-ekstra-bayi-prematur-3

 

Ternyata banyak yang nunggu Arthur nongol pas acara live kemarin. Pada nanya Arthur nya mana, kok nggak ikutan. Arthur ikut kok, tapi nggak ikut masuk studio. Dia nunggu di luar sama Uti nya. Kalau Arthur nya ikut masuk live di studio, yang ada mama malah ngemong enggak jadi ngomong. Hehehe…

 

img_1273
Bersama tante Widya Saputra dan Om Iqbal Himawan, Presenter MetroTV
Arthur Meet The Low Vision Therapist @ JEC

Arthur Meet The Low Vision Therapist @ JEC

Hari ini Arthur ada janji dengan low vision therapist di JEC (Jakarta Eye Centre).Sewaktu kontrol tahunan dengan dokter florence manurung lalu, beliau menyarankan Arthur untuk dilakukan assesment di low vision centre JEC dan kami diberi kartu nama therapistya. Namanya pak agus.
Sebelumnya, aku WA ke pak agus dulu, untuk janjian kapan bisa ketemu beliau. Ternyata beliau langsung cepat merespon. Kami diminta mengamati Arthur mengenai apa saja yang bisa dia lihat. Misalnya cahaya, warna apa, benda dengan ukuran atau diameter berapa, serta arah sebelah mana yang dia lihat. Supaya hasilnya dapat didiskusikan saat pertemuan.

Sabtu ini kami pun ke JEC menteng. Berangkat dari rumah naik Kereta Commuter Line, dari stasiun kranji turun di stasiun cikini, lanjut naik bajaj ke JEC. Sebenernya deket dan bisa jalan kaki dari stasiun cikini ke JEC. Tapi pengen ngajakin Arthur ngerasain naik bajaj, sekalian ngenalin Arthur transportasi umum. 
Di JEC menteng, kami langsung menuju ke bagian low vision therapist di lantai 2 untuk bertemu pak agus.

Di awal pertemuan dengan pak agus, kami diperlihatkan mengenai sebuah film dokumenter mengenai kondisi seorang anak low vision. 

Aku tidak memperhatikan dan mendengarkan penjelasan pak Agus secara keseluruhan, karena Arthur nggak mau diem. Dia jalan kesana kemari dan harus selalu aku awasi. Ditambah dia belum tidur, jadilah dia sedikit rewel dan minta nenen. Akhirnya aku ajak Arthur ke ruang menyusui. Sementara itu papa Arthur mendengarkan penjelasan yang diberikan oleh Pak Agus mengenai stimulasi penglihatan apa saka yang harus dilakukan yang juga bertujuan untuk mencari tahu sejauh mana sisa penglihatan Arthur. 

Pak Agus juga memberikan motivasi dan semangat untuk kami, agar menerima kondisi Arthur dan tidak merasa putus asa dengan kondisi Arthur tersebut. 

#Day9

#Level3

#MyFamilyMyTeam

#KuliahBunsayIIP #InstitutIbuProfesional #FamilyProject

Telinga Arthur Berdarah

Telinga Arthur Berdarah

Sejak usia 8 bulanan, Arthur mulai susah dibersihin telinganya. Dan kotoran di dalem telinganya tuh udah kayak upil – upil. Kalau dia pas lagi nenen aku sering iseng ngintipin dan aku senterin. Aku malah jadi risih sendiri lihatnya, dan juga takut kalau kotoran itu bisa menggumpal malah jadi susah keluar atau bisa bikin mampet.

Mumpung Arthur tidur dan posisinya miring, aku bersihin telinganya. Aku bersihin pakai stick flashlight, pembersih telinga yang ada lampunya itu. Biar kelihatan dimana kotorannya. Karena kalau pakai cotton bud biasanya akan mendorong kotoran semakin masuk ke dalam, bukannya ngeluarin kotoran. Aku mau keluarin kotoran di dalem telinganya yang udah kayak upil itu. Pertama, telinga kiri nya dulu pelan -pelan dan akhirnya berhasil keluar tuh kotorannya. Bener aja, kotorannya sampai udah agak keras gitu. Walaupun belum bersih banget telinganya yang kiri, tapi dia udah mulai ngulet-ngulet mau kebangun. Terus akhirnya minta nenen. Sambil nenen, akhirnya aku bersihin tuh telinganya yang kanan. ย Tapi mungkin karena Arthur masih agak sadar, dia terus gerak – gerak. Tau – tau Arthur nangis, dan nangis nya sampe kejer. Awalnya aku kira karena dia kaget keganggu tidurnya. Gara – gara mamanya bersihin telinganya waktu dia masih enak tidur. Aku nggak tau ternyata waktu itu telinga Arthur jadi luka. Hikkksss… Aku nyesel banget!

Malem itu, Arthur nangis ampe sesenggukan. Maaf ya mama waktu itu nggak tau kalau telinga kamu malah jadi sakit. Mama kira kamu cuma kagol karena boboknya keganggu. Dan tengah malem, Arthur baru bisa bobok lagi. Setelah dipijitin badannya terus nenen.

Paginya, aku lihat telinga Arthur yang kanan ada hitam – hitam nya. Aku kira itu kotoran yang semalem, akhirnya keluar. Tapi kok banyak gitu ya… Atau jangan – jangan darah… Aku jadi deg deg seerrr….

Abis Arthur mandi, aku coba bersihin pakai cotton bud di bagian lubang luar nya, dan ternyata bener itu bukan warna hitam. Tapi setelah kena air warnanya jadi merah. Aduh, telinga Arthur berdarah. Aku coba nggak panik dan nggak bikin orang lain panik karena kalau panik malah jadi ambyar semuanya. Aku terus whatsapp papanya Arthur yang udah di kantor. Katanya, di deket rumah ada dokter THT yang buka praktek di rumahnya. Disuruh coba kesana dulu aja daripada langsung ke hermina bekasi.

Mau langsung kesana tapi hari itu di rumah nggak ada motor. Dan karena masih suasana lebaran, masih ada tamu dan saudara yang datang berkunjung ke rumah. Nggak tau juga jadwal praktek dokter itu jam berapa aja, dan udah buka belum abis lebaran gini. Arthur juga terlihat biasa aja, nggak rewel, nggak terlihat kesakitan atau risih telinganya. Dia nggak megang – megang telinganya juga. Karena biasanya kan kalau telinganya kesaitan atau risih, anak bakalan rewel atau sering megang telinganya.

Malemnya setelah papa Arthur pulang dari kantor. Seperti biasa, Arthur minta ngajak jalan – jalan keliling naik motor dan biasanya pulang – pulang dia terus bobok. Sekalian pas jalan muter keliling, mau lewatin rumah tempat praktek dokter THT itu. Buat nanya dokternya udah buka praktek belum, takutnya masih libur lebaran. Waktu lewat rumah sekaligus tempat praktek beliau, ternyata udah sepi. Namanya dr Janius Emra Sp THT. Ternyata kalau siang beliau praktek di hermina bekasi juga. Sementara di klinik rumahnya, buka setiap hari pagi dan sore. Senin sampai Sabtu pagi jam 06.30-08.00 dan sore jam 16.30-18.00. Di hermina bekasi beliau praktek senin sampai sabtu jam 10.00-12.00.

Akhirnya esok paginya, aku bawa Arthur ke klinik nya dr Janius. Pagi itu antrinya nggak banyak, cuma beberapa orang aja, jadi nggak lama nungguinnya. Giliran Arthur masuk ruangan periksa. Dokter Janius sepertinya memang sudah senior, dan memiliki gaya khas dan santai. Hampir seperti Prof Anwar yang membantu persalinan Arthur dulu.

Dokter tanya siapa yang mau periksa dan kenapa. Akhirnya aku ceritain kalau aku kemaren abis bersihin telinga Arthur dan malah berdarah. Dokter nyuruh nidurin Arthur ke bed, untuk diperiksa telinganya. Aku nawarin untuk pangku Arthur aja, karena Arthur pasti nggak bakalan mau dan berontak kalau diperiksa ditidurin di bed. tapi dr janius dengan gaya khasnya bilang , “udah nggak apa-apa nangis nanti dipegangin aja, saya periksa telinganya sambil dia tiduran”.

Akhirnya, daripada nggak jadi diperiksa, aku tidurin Arthur ke bed dan bener aja Arthur nggak mau ditidurin. Dokter megangin tangan dan kepala Arthur sambil nyenterin telinganya. Tapi dia terus ganti alat, semacam teropong kecil untuk memeriksa telinga. Aku pegangin tangan Arthur, Andien (Tantenya Arthur) megangin kaki nya, dan dokter megangin kepala Arthur sambil meriksa telinganya. Arthur jelas aja merasa nggak nyaman digituin dan dia nangis kejer.

“Wah, ini masih berdarah bu” Kata dokter Janius.

Duhhhh.. masih berdarah? Aku kira udah nggak keluar darah lagi. Tinggal dibersihin aja.

Dokter kasih Arthur resep obat untuk dibeli di apotek. Obatnya untuk diminum, aku kira bakal dikasih obat tetes telinga. Aku tanya fungsi obat itu untuk apa, katanya supaya lukanya cepet sembuh dan tidak keluar darah lagi. Supaya tidak terjadi infeksi.

Aku terus dimarahin ama dokter Janius “Lagian ibu ada – ada aja, ngapain telinganya dibersihin segala sih, buat apa? Memangnya orang bakalan lihat kotoran di dalem telinga, kan nggak kelihatan juga”

Bahasa dokternya nyantai banget gitu, dan tidak ada kondisi serius pada Arthur aku sedikit lega. Semoga hanya luka kecil di telinganya dan nggak kena ke telinga bagian dalam. Semua gara – gara mama mu nih Arthur.. iseng bener bersihin telinga segala…

Aku tanya ke dokter Janius, memangnya nggak apa – apa kalau kotoran telinga itu didiamkan saja, nggak dibersihkan. Karena orang dewasa aja kadang gatal kalau telinganya kotor. Tadinya aku khawatir kalau kotoran telinga Arthur yang udah kayak upil itu bikin dia gatal atau malah bisa menyumbat telinganya. Ternyata nggak apa – apa, kotoran telinga nggak berbahaya. Didiamkan saja, nggak usah diapa – apain.ย Kalau misalkan mau bersihin telinga, yang paling aman emang ke dokter THT untuk di vacuum tiap 6 bulan sekali. Pemakaian cotton bud atau korek telinga yang bentuknya kayak congkelan itu juga sebenernya nggak disarankan. Dan aku nggak mau lagi deh bersihin telinga Arthur. Takut Arthur kenapa – kenapa lagi. Karena telinga Arthur bisa membantu matanya untuk melihat. Besok lain kali, kalau mau dibersihin ke dokter THT aja.

Aku kira Arthur sekalian mau dibersihkan telinganya sama dokter Janius, tapi ternyata cuman diresepin obat. Karena telinga Arthur masih berdarah, dokter nggak berani mau bersihin telinganya. Takut malah luka kalau kena alat yang buat bersihin. Jadi sementara didiamkan dulu dan minum obatnya sampai habis. Dokter juga nggak nyuruh Arthur untuk balik kontrol lagi. Semoga aja Arthur telinganya udah sembuh, karena weekend kami mau pulang ke Jogja dulu.

 

Arthur Meet The Pediatric Opthalmologist @ Jakarta Eye Centre

Arthur Meet The Pediatric Opthalmologist @ Jakarta Eye Centre

Sekitar setahun sudah Arthur terdiagnosa ROP stage 5. Ingat dulu pontang panting kesana kemari mencari diagnosa. Karena sempat salah diagnosa oleh dokter mata di Jogja. Kalau inget itu aku jadi kesel sendiri! Kalau Arthur beneran retinoblastoma, mungkin sekarang dia udah di surga. Udah gitu seenaknya aja langsung disuruh tindakan untuk ambil bola matanya buat diganti bola mata palsu. Kok kayak cari duit banget ya, langsung main tindakan. Bukannya dirujuk untuk retcam dulu atau gimana. Padahal di RS mata yang di jogja itu juga ada retcam nya. ( ceritanya gimana baca disini aja deh : Retinoblastoma?!! )  Hissshhhh… Sudahlah… Daripada kesel & ngomel sendiri nggak ada gunanya karena inget yang lalu-lalu. Let’s move on!

Dulu Arthur akhirnya fix terdiagnosa ROP stage 5 di KMN (Klinik Mata Nusantara) Lebak Bulus, Jakarta Oleh dr. Rini Hersetyati Sp.M yang memang pediatric opthalmologist (dokter mata subspesialis anak). Dan dia banyak belajar tentang ROP. Jadi setelah melakukan retcam, dia langsung bilang arthur ROP stage 5 di kedua matanya. Meskipun sebelumnya di RS mata dr YAP jogja sempat terdiagnosa retinoblastoma dan di RS mata AINI jakarta diduga phpv (persistent hyperplastic primary vitreous).

Waktu mendengar penjelasan dr. rini aku down banget. Karena kedua mata Arthur memang sudah tidak bisa melihat dan tidak bisa diapa-apakan lagi.

 Diagnosa Final โ€“ ROP end of stage

dr. Rini bilang kalau Arthur tidak perlu kontrol-kontrol lagi. Tinggal di didik saja untuk masa depannya agar bisa mandiri dan survive dengan kondisi keterbatasannya tersebut. Tapi, setelah aku masuk komunitas orangtua dengan anak ber-hambatan penglihatan, disana ibu prima (pendamping komunitas tersebut) menjelaskan bahwa kontrol mata tetap harus dilakukan setahun sekali. Kontrol mata untuk anak ROP stage 5 bukan bertujuan untuk menyembuhkan karena memang dokter sudah nggak bisa apa-apa. Tapi tujuannya adalah untuk memeriksa kondisi kesehatan mata. Apakah ada iritasi dan infeksi atau tidak. Kondisi syaraf nya, Atau sudah sejauh mana kerusakan retina. Anak prematur yang bebas dari ROP maupun yang sudah mendapatkan tindakan sebelumnya, sebaiknya juga kontrol mata setahun sekali. Karena rentan mengalami minus tinggi yang berakibat lazy eyes atau starbismus (juling).

Masalah mata pada bayi yang terlahir prematur

Mumpung Arthur mau lebaran di Bekasi, sekalian aja kontrol mata tahunan. Karena sudah setahun yang lalu Arthur ke dokter mata, saat dia fix terdiagnosa ROP stage 5. Pilihannya 2, ke KMN lagi dengan dr. rini atau ke JEC dengan dr. florence. Dua-duanya adalah Pediatric Opthalmologist dan concern dengan ROP.

Aku dan lingga akhirnya memutuskan untuk kontrol mata Arthur ke Jakarta Eye Centre (JEC) dengan dr. Florence Manurung SpM. Karena :

  • Lebih deket ke Menteng daripada Lebak Bulus.
  • Kalau mau balik ke KMN Lebak Bulus macet banget karena daerah situ lagi ada proyek pembangunan MRT.
  • Banyak yang merekomendasikan dr florence di JEC, dan review dari mereka bagus. Katanya, dr flo enak diajak diskusi dan konsultasi.
  • Bulan ini lagi ada promo diskon 50% biaya admin di JEC kalau daftar online (maklum emak-emak).

2 minggu sebelumnya, aku daftarin Arthur secara online ke JEC menteng dengan dr. Florence. Sabtu, 18 juni 2017 kami pun ke JEC. Beberapa hari sebelumnya, Arthur udah di bilangin dulu kalau mau ketemu ibu dokter untuk diperiksa matanya. Pokoknya sounding – sounding terus sebelum hari H.

Sampai di JEC, Alhamdulillah Arthur nggak ngambek atau rewel. Dia ceria. Main – main dan jalan kesana kemari.

Begitu masuk ruangan, dr Flo bertanya masalahnya apa. Dan waktu aku bilang ROP, terlihat wajahnya seperti kecewa. Beliau langsung bertanya “Apakah ibu berasal dari daerah luar jakarta?”

Aku pun cerita kronologis Arthur waktu awal terdiagnosa ROP dulu, dan sudah periksa ke RS mana aja. Beliau agak menyayangkan karena Jogja termasuk kota besar.   Kemudian dia tanya history Arthur. Kelahiran Arthur, berat badan lahir, pemakaian oksigen selama di NICU, keadaan jantung dan paru-parunya, screening yang sudah dilakukan, apakah ada transfusi atau komplikasi. Pokoknya history medis yang paling penting bagi bayi prematur. Karena ini pertemuan pertama kali dengan dr Flo, beliau banyak bertanya mengenai riwayat medis arthur saat di NICU dan saat terdiagnosa ROP.

Waktu aku bilang, dulu di jogja salah diagnosa dibilang retinoblastoma, dr Flo langsung bilang “Ibu, kalau anak ini retinoblastoma dan itu diagnosa setahun yang lalu. Anak ini nggak mungkin kondisinya seperti ini. Dia pasti sudah di surga. Karena retinoblastoma itu kanker yang dapat mengancam nyawa. Kalau ROP tidak akan mengancam nyawa meskipun dia tidak bisa melihat lagi”

Beliau meminta hasil pemeriksaan Arthur dulu. Aku serahin hasil USG mata dari beberapa rumah sakit dan juga hasil retcam nya dulu. Aku juga bawa hasil CT scan yang segede gaban itu, tapi dr Flo nggak minta hasil CT scan nya. Kemudian beliau memeriksa mata Arthur menggunakan alat yang seperti teropong. Arthur diperiksa sambil main-main ama papanya jadi dia diem aja nggak berontak. Padahal aku udah takut banget kalau dia berontak pas kontrol.  Lalu Arthur juga di cek sisa penglihatannya. Dr Flo coba senterin mainan dan gerakin di deoan Arthur, dia bus mengikuti mainannya ke kanan kiri. Tapi waktu dr Flo coba gerakin jari atau tangannya ke kanan kiri, Arthur diem aja nggak mengikuti. Meskipun ikhlas, Sebenernya aku juga masih menaruh harapan akan hal ini. Tapi ternyata sama saja. Dr Flo bilang Arthur hanya respon pada cahaya. Yang jelas, dia nggak bisa lihat huruf sehingga untuk huruf harus dengan Braille. Kata dr Flo, kemungkinan Arthur ada di lowvision level terburuk yaitu bisa melihat cahaya saja. Dan aku juga tanya untuk penglihatan lain bagaimana, dr Flo bilang tunggu Arthur bisa berkomunikasi dulu. Aku sebenernya bingung, karena di komunitas dibilang anak seusia Arthur sudah bisa tes visus (tes jarak pandang / sisa penglihatan) tanpa harus menunggu anak bisa diajak komunikasi. Tetapi dr Flo bilang belum bisa. Padahal aku sebenernya juga butuh assesment dari dokter mata tentang penglihatan Arthur untuk persiapan Arthur masuk sekolah playgroup, tapi aku malah lupa karena banyak yang pengen aku tanyakan ke dr Flo.

Pertemuan dengan dr Florence sekitar 15 menitan. Aku suka dengan penjelasan beliau. Tanpa aku tanya banyak, beliau menjelaskan ini itu secara lengkap sambil browsing dengan google di komputernya untuk memperlihatkan kondisi mata. Beliau memperlihatkan gambar mata ROP, retinoblastoma, kornea keruh, dll. Aku juga dijelaskan kemungkinan Arthur salah diagnosa retinoblastoma dulu, karena hasil USG menunjukan ada sesuatu di dalam matanya. Dokter mata disana mengira itu sesuatu yang padat (seperti tumor) padahal sebenarnya itu adalah retina yang sudah retinal detachment, atau sudah terlepas dari tempatnya (Ablasio Retina).

Aku tanya tentang selaput putih yang ada di mata Arthur.  Apakah itu berbahaya?

Kata dokter itu tidak berbahaya. Itu adalah retina yang sudah terlepas dan menempel ke kornea, dan kornea sudah tidak berfungsi sehingga terlihat selaput putih-putih seperti itu. Nanti kalau Arthur sudah besar, bisa memakai soft lens hitam. Bukan untuk penglihatannya, tetapi hanya untuk kosmetikanya. Supaya orang tidak “takut” atau menganggap dia “aneh” dengan kondisi mata nya yang putih-putih. Dr Flo juga menjelaskan, bahwa beliau punya pasien anak yang matanya putih keruh seperti itu, bahkan sejak lahir di kedua matanya putih-putih. Dia tidak ROP, tetapi korneanya keruh (maaf saya lupa istilah medisnya)

Saat beliau sedang mencari di hp nya untuk memperlihatkan foto anak itu, aku langsung bilang “namanya syahnaz ya bu?”

dr florence kaget kok aku bisa kenal Syahnaz. Syahnaz itu teman Arthur di komunitas baby community (komunitas orang tua dengan anak hambatan penglihatan, hambatan penglihatan diagnosa apa saja tidak hanya ROP). Sebelum ke JEC aku whatsapp mamanya syahnaz dulu tanya tentang dr Florence sebelum akhirnya memutuskan periksa dengan dr Flo. Karena syahnaz abis operasi pencangkokan kornea dengan dr Flo, dan perjalanan syahnaz masih sangat panjang. Semoga syahnaz sehat selalu, dan selalu diberikan kelancaran rizki untuk kedua orang tuanya ๐Ÿ˜Š (Semangat terus untuk ortu syahnaz!).

Dr Flo menjelaskan, perbedaan Arthur dan Syahnaz. Kalau Arthur yang rusak itu dalem matanya, jadi kalau lampu yang sudah rusak bohlamnya mau diapakan lagi? Arthur sudah tidak bisa diapa-apakan lagi matanya. Kalau syahnaz, yang rusak itu luar matanya. Jadi masih bisa dibenerin. Dalem matanya syahnaz masih bagus, jadi luarnya saja yang kudu di benerin dengan pencangkokan kornea. Sampai saat ini, belum ada teknologi pencangkokan retina apalagi untuk kasus ROP. Retina itu selaput tipis seperti tissu. Kalau sudah rusak, robek, terlepas dan menempel ke kornea sudah susah dibenerin. Mau sampai ke Amerika, Eropa atau ujung dunia pun dokter mata disana juga pasti akan bilang “Buat apa buang-buang waktu, lebih baik gunakan waktumu untuk mendidik anakmu. Tumbuh kembang anak tidak akan bisa diulang kembali”

Intinya, ROP nggak main-main. Kalau udah terlambat nggak bisa disembuhin. Jadi jangan sepelekan screening ROP pada bayi prematur.

Arthur kembali kontrol mata tahun depan, tapi kalau mata Arthur ada infeksi atau iritasi harus segera dibawa ke dokter mata.

Terimakasih dr Florence Manurung SpM. ๐Ÿ™๐Ÿป