Kenapa saya bisa melahirkan prematur dok?

Pertanyaan itu beberapa kali aku tanya ke dokter yang membantu proses persalinanku. Aku tanya sebab kelahiran prematur ku, berapa persen kemungkinan kelahiran prematur lagi kalau besok aku hamil lagi, Dan kenapa kok pas abis lahiran dibilang plasentaku nggak utuh / udah hancur. Tapi jawaban beliau cuma gini :

udah nggak apa-apa jeng.. kehamilan itu salah satu resikonya kelahiran secara prematur, resiko kelahiran prematur lagi cuma 1%. Udah nggak usah dipikirin, yang penting sehat

Beliau jawabnya santai banget. Kayaknya tuh secara nggak langsung bilang, udah lah besok kamu kalau mau hamil lagi ya hamil aja nggak usah mikirin yang macem-macem dulu.

Ya ada baiknya juga sih, kata dokternya. Tapi aku kan jadi penasaran kenapa kok bisa lahir prematur, sampe kalau ada yang nanya aku juga nggak bisa jawab kenapa sebabnya. Paling simpel sih jawab aja “KECAPEKAN” hahahhaha…

Aku sempat baca – baca beberapa artikel dan postingan tentang penyebab kelahiran prematur. Dugaan sementara, kemungkinan aku mengalami plasenta previa marginal (tepi). Karena 2 minggu sebelum melahirkan (waktu usia kehamilan 28weeks) aku mengalami sedikit pendarahan (nge-flek), dan pas kontrol ke dokter di bilang plasenta nya turun, dan tepi plasenta berada di dekat jaln lahir tapi nggak sampai menutup jalan lahir. Dokter nggak jelasin kalau itu namanya termasuk plasenta previa, karena aku tau nya plasenta previa itu plasenta nya nutup jalan lahir. Dan dokter nggak menjelaskan kalau beresiko kelahiran prematur juga. Waktu itu Dokter cuma bilang, kalau dalam waktu 3 hari masih terjadi pendarahan langsung balik RS lagi untuk bedrest di RS.

Cerita nya bisa di buka di sini –> Kehamilan Arthur

plasenta previa
plasenta previa

 

Plasenta previa adalah kondisi dimana plasenta berada di bagian bawah dari uterus/rahim, sebagian atau seluruhnya. Plasenta bisa terpisah dengan dinding rahim saat terjadi pembukaan pada serviks/mulut rahim saat persalinan.

Plasenta previa terjadi di sekitar 1 dari 200 ibu hamil, pada trimester ketiga. Plasenta previa lebih umum ditemui pada ibu dengan kondisi sebagai berikut:
– Lebih dari satu anak
– Riwayat operasi sesar sebelumnya
– Riwayat operasi pada rahim
– Kembar

  • Plasenta previa ada yang menutup seluruhnya ke jalan lahir, disebut plasenta previa totalis/komplit.
  • Sedangkan jika hanya sebagian jalan lahir yang tertutup disebut plasenta previa sebagian/parsial.
  • Sementara jika plasenta berada di tepi dari jalan lahir, disebut plasenta previa marjinal/tepi.

Gejala dari plasenta previa sangat beragam, tapi paling sering adalah pendarahan yang tidak menimbulkan rasa nyeri yang terjadi pada trimester ketiga.

Sebagian kecurigaan terjadinya plasenta previa bila:
– Kontraksi prematur
– Posisi sungsang atau lintang
– Ukuran uterus/rahim yang lebih besar daripada usia kehamilan.

Penanganan plasenta previa biasanya membutuhkan bed rest dan rutin kontrol ke RS. Sesuai dengan usia kehamilan, injeksi steroid bisa diberikan untuk membantu mematangkan paru-paru bayi. Jika ibu mengalami pendarahan yang tidak terkendali, tindakan operasi sesar emergensi bisa dibutuhkan berapapun usia kehamilannya. Sebagian dari plasenta previa marjinal bisa lahir per vaginam, meskipun untuk plasenta previa parsial dan total, membutuhkan operasi sesar.

Sumber: American Pregnancy Association

Besok aku posting lagi di blog, kalau aku udah konsultasi dan sharing ke dokter SpOg yang lain dan udah ketemu jawaban yang pasti tentang penyebab kelahiran prematur ku kemarin.

Berikut ada sedikit penjelasan mengenai penyebab kelahiran bayi prematur.

Resiko Persalinan Prematur

Penyebab kelahiran bayi prematur jarang diketahui. Namun, menurut pendiri Komunitas Prematur Indonesia, dr. Agung Zentyo Wibowo, Bmedsc, ada beberapa penyebab yang akan membuat risiko kelahiran prematur meningkat. Penyebab tersebut di antaranya:

1. Kehamilan kembar. Biasanya beberapa mama ingin memiliki anak kembar, padahal kehamilan kembar memiliki risiko besar untuk bayi lahir prematur. Baik kembar dua, tiga, dan sebagainya, diharapkan mama bisa lebih waspada dalam menjaga kondisi agar kelahiran bisa cukup bulan.

2. Riwayat persalinan prematur dan riwayat dalam keluarga. Jika pernah melahirkan prematur, kemungkinan mama bisa mengalami persalinan prematur lagi. Bagaimana agar tidak terulang? Salah satu caranya, kenali faktor risiko sehingga bisa diatasi sejak dini.

3. Jarak yang terlalu pendek antar kehamilan. Jarak antar kehamilan yang kurang dari 2 tahun, dan jarak kehamilan yang terlalu jauh, misalnya 7 tahun, berisiko melahirkan prematur. Jarak kehamilan yang ideal adalah sekitar 2-5 tahun.

4. Preeklamsia. Kondisi ini disebabkan oleh hipertensi. Cara mencegahnya adalah dengan kontrol rutin.

5. Merokok. Maksud merokok di sini tak hanya perokok aktif, tapi juga perokok pasif. Maka, sangat dianjurkan bagi anggota keluarga lain untuk tidak merokok di sekitar mama hamil karena bisa menjadi risiko kelahiran prematur.

6. Kelainan pada mulut rahim. Salah satunya adalah mudah terjadinya pembukaan pada mulut rahim sehingga harus dilakukan pencegahan agar tidak terjadi kelahiran prematur.

7. Penyulit-penyulit lain. Contohnya penyakit kronis, riwayat keguguran, usia yang terlalu muda (di bawah 18 tahun), konsumsi alkohol dan obat-obatan terlarang, ketuban pecah dini, dan masalah pada plasenta.

*wawancara dengan dr Agung yang dimuat di tabloid Nakita

AOP – Apnea Of Prematurity 

APNEA biasa terjadi pada bayi prematur. Hari pertama setelah arthur dilahirkan, arthur mengalami APNEA. Waktu itu, pagi – pagi aku tengok arthur masih nggak apa-apa. Tapi siangnya dia mulai APNEA, perawatnya bilang arthur boleh dipegang dengan sentuhan-sentuhan untuk merangsang supaya dia tidak henti nafas. Dan sore itu dokter anak bilang, arthur harus segera dirujuk ke rumah sakit yang memiliki fasilitas NICU dengan CPAP.

Walaupun ada sumber yang mengatakan, meskipun setelah seminggu tidak terjadi APNEA sama sekali, resiko nya kecil untuk terjadi APNEA lagi. Tapi, APNEA ini bisa juga terjadi pasca bayi pulang ke rumah, dokter dan perawat selalu pesen ke aku supaya sering di itung nafas arthur per menit. Seinget ku, normalnya bayi semenit itu 40-50 hitungan nafas. Kalau lebih dari itu  (nafasnya cepet) bisa aja sesek, dan kalau kurang dari itu yang di takutkan adalah terjadi APNEA lagi. Alhamdulillah, setelah pulang ke rumah, arthur tidak ada masalah dengan pernafasannya.

Belum lama kemarin, sempat ada pembahasan mengenai APNEA di grup pemature. Ternyata APNEA ini masih bisa terjadi saat anak eks preemie sudah memasuki usia sekolah. Memanglah anak eks preemie harus ekstra ketat, tidak boleh sembarangan. Berikut ini ada penjelasan mengenai APNEA yang bersumber dari kids health, di copy dari postingan facebook dr agung zentyo wibowo SpA

Mengenal Apnea of Prematurity, Bahaya Laten Pada Bayi Prematur

Setelah bayi dilahirkan, tubuh bayi membutuhkan oksigen secara terus-menerus. Pada bayi yang terlahir prematur, bagian pada sistem saraf pusat yang mengatur pernafasan belum cukup matang untuk mengatur pernafasan yang non-stop. Ini menimbulkan suatu periode nafas yang normal diikuti dengan periode nafas yang lemah, atau bahkan berhenti bernafas (apnea). Kondisi inilah yang disebut Apnea of Prematurity (AOP).

AOP cukup sering ditemui pada bayi prematur. Dokter biasanya mendiagnosis sebelum bayi boleh dibawa pulang. Apnea umumnya akan membaik dengan sendirinya seiring bertambah usia bayi. Ketika AOP sudah hilang, maka tidak akan kambuh kembali. Satu hal yang pasti, kondisi apnea sangat menakutkan bagi orang tua bayi prematur.

Apnea adalah kondisi dimana nafas benar-benar berhenti. Sebagian ahli mendefinisikan AOP sebagai kondisi bayi prematur yang berhenti nafas untuk 15-20 detik saat tidur.

Pada umumnya, bayi yang lahir kurang dari UK 35 minggu memiliki periode dimana mereka akan berhenti nafas atau detak jantungnya menurun (dalam bahasa medis disebut bradikardia). Ini adalah kondisi pernafasan yang tidak normal, bisa mulai terjadi sejak bayi berusia 2 hari hingga usia 2-3 bulan. Semakin kecil berat lahirnya, dan semakin prematur/awal lahirnya, maka sangat besar kemungkinannya untuk memiliki AOP.

Meskipun ini juga ditemui pada bayi umumnya, mereka berhenti nafas sejenak (pause) dan detak jantung, mereka yang memiliki AOP akan memiliki detak jantung dibawah 80 kali per menit yang menyebabkan bayi menjadi pucat dan kebiruan. Bayi juga tampak seperti lemah dan nafasnya berbunyi. Bisa jadi mereka bernafas lagi dengan sendirinya, atau memerlukan bantuan untuk bisa kembali bernafas.

Bedakan AOP dengan nafas periodik, yang juga umum ditemui pada bayi prematur. Nafas periodik ditandai dengan jeda/’pause’ pada saat bernafas yang hanya terjadi beberapa detik, dan diikuti oleh beberapa nafas cepat, dan lemah. Nafas periodik tidak disertai dengan perubahan pada warna kulit wajah (seperti kebiruan sekitar mulut), atau menurunnya detak jantung. Bayi yang memiliki nafas periodik bisa kembali bernafas dengan normal dengan sendirinya. Meskipun tampak menakutkan, nafas periodik tidak menimbulkan masalah khusus pada bayi baru lahir.

Pada kebanyakan kasus, bayi prematur (khususnya dengan UK <34 minggu) akan menerima bantuan medis untuk mengatasi AOP di NICU, dan perina. Ketika mereka lahir, bayi prematur harus dibantu untuk bisa bernafas dengan normal, karena paru—parunya belum matang, dan belum sanggup untuk bernafas dengan sendirinya.

Bayi yang memiliki AOP bisa diberikan obat minum atau intravena (infus) yang mengandung kafein untuk menstimulasi nafas mereka. Seperti halnya fungsi kafein pada kopi, dosis kecil bisa membantu bayi untuk tetap sadar dan bernafas dengan teratur. Kebanyakan bayi tidak memerlukan lagi kafein yang biasa mereka dapat di NICU, meskipun sebagian kecil tetap melanjutkan pengobatan setelah pulang dari RS.

Bayi perlu dimonitor secara terus-menerus untuk menemukan bukti terjadinya apnea. Monitor cardiorespiratory atau disebut apnea dan bradikardia atau A/B monitor, juga bisa melihat detak jantung bayi. Alarm pada monitor akan bersuara jika nafas bayi berhenti untuk beberapa detik. Ketika monitor berbunyi, perawat akan segera mengecek apakah terjadi distress pada bayi. Meskipun seringkali alarm bunyi tapi tidak ada apa-apa.

Kalau bayi tidak mulai bernafas lagi dalam 15 detik, maka perawat akan mengusap punggung bayi, tangan, dan kaki untuk menstimulasi pernafasan. Pada banyak kasus bayi dengan AOP akan mulai bernafas lagi setelah dilakukan stimulasi ini.

Bagimanapun, ketika perawat menangani bayi, dan bayi belum mulai bernafas, dan tampak pucat, kebiruan, maka oksigen akan diberikan dengan masker dan kantung udara. Perawat akan memasangkan masker udara ke wajah bayi dan memompa kantung udara untuk mendorong beberapa nafas masuk ke paru-paru. Biasanya beberapa nafas yang dibutuhkan, sebelum akhirnya bayi bisa bernafas lagi dengan sendirinya.

AOP bisa terjadi sekali atau beberapa kali dalam sehari. Dokter akan memonitor dengan ketat untuk evaluasi bayi untuk memastikan apnea tidak berasal dari sebab khusus, misalnya dari infeksi.

Kalau bayi tidak bernafas, dan wajahnya tampak pucat atau kebiruan, ikuti instruksi yang disarankan staf NICU. Biasanya yang harus dilakukan adalah teknik stimulasi lembut, dan jika tidak berhasil, baru lakukan CPR dan bawa ke RS. Ingat, jangan mengguncangkan bayi untuk membangunkannya.

Hal ini bisa jadi sangat membuat stres bagi orang tua, bayi pulang dengan membawa monitor apnea. Sebagian orang tua terus melihat monitor apnea bahkan takut untuk ditinggal kemana-mana. Biasanya ini akan membaik seiring waktu. Jika anda merasakan hal ini, sampaikan ke staf NICU. Mereka bisa menenangkan dan meyakinkan, bahwa orang tua bisa melewatinya, sama seperti orang tua bayi prematur yang lain.
(*pembahasan ini memang sangat tepat untuk di negara maju)

AOP biasanya menghilang seiring waktu. Untuk kebanyakan bayi prematur, AOP berhenti di usia post konsepsi 44 minggu. Usia post konsepsi dihitung dari usia kehamilan saat melahirkan ditambah usia setelah lahir. Pada beberapa kasus yang jarang, AOP berlanjut untuk beberapa minggu lebih lama.

Bayi yang sehat yang punya riwayat AOP biasanya tidak punya masalah tumbuh kembang khusus dibandingkan bayi lainnya. AOP tidak menyebabkan kerusakan otak. Bayi yang sehat dan sudah tidak apnea untuk 1 minggu, kemungkinan tidak akan mengalami AOP lagi.

Meskipun sindrom kematian bayi yang mendadak/Sudden Infant Death Syndromes (SIDS) bisa terjadi pada bayi prematur, tidak ada hubungannya antara AOP dan SIDS.

Selain dari AOP, komplikasi lain dari bayi prematur akan membatasi orang tua untuk bisa langsung berinteraksi dengan bayi. Tapi orang tua tetap bisa memiliki ikatan/’bonding’ yang baik dengan bayi saat di NICU. Bicarakan dengan perawat NICU, interaksi apa yang terbaik dilakukan saat di NICU. Apakah memegang, memberikan ‘makanan’, atau sekedar berbicara dengan lembut. Staf di NICU tidak hanya untuk merawat dan menangani bayi prematur, tapi juga untuk memastikan dan mensuport orang tua dari bayi prematur.

Sumber: KidsHealth

(Dari postingan di Facebook dr agung zentyo wibowo SpA)

Arthur Jadi Murid Klinik Tumbuh Kembang

Aku sering update di sosmed, arthur fisioterapi di hermina jogja. Terus pada nanya :

1. Arthur kenapa? 

2. Arthur terapi apaan sih? 

3. Buat apa arthur di terapi? 

4. Udah bagus kan perkembangannya kok masih di terapi? 

5. Sampe kapan mau terapi? 

6. dll dll dll dll dll bla bla bla

Mungkin ada yang aku jawab sekenanya aja, dan mungkin waktu itu ada yang udah tau dan ada juga yang belum tau kalau arthur ROP.

Jawaban pertanyaan temen-temen diatas baru sempet aku ceritakan disini.
Kelahiran arthur yang secara prematur, membuat dia punya 2 usia. Usia kronologis yaitu usia sesuai hari kelahirannya. Dan usia koreksi yaitu usia sesuai HPL (Hari Perkiraan Lahir) seharusnya. Usia koreksi digunakan untuk memantau tumbuh kembang anak prematur. Seperti berat badan, panjang, lingkar kepala. Serta perkembangannya seperti saat tengkurap, berguling, duduk, merangkak, merambat, berjalan, dll.
Tentang tumbuh kembang arthur sendiri, awalnya aku cukup memaklumi karena kelahirannya yang prematur pasti akan ada sedikit keterlambatan dan kemudian bisa dipantau dengan menggunakan usia koreksi. Sehingga perkembangannya pun tidak bisa menyamakan dengan anak yang seusianya.

Tapi kemudian arthur di diagnosa ROP. Ada rasa ketakutan sendiri buat aku. Aku takut arthur kemudian GDD (Global Development Delay). Karena dia prematur dan memiliki hambatan penglihatan. Tentu aja bisa mempengaruhi millestones perkembangannya. Waktu imunisasi dan konsultasi ke salah satu DSA di bekasi, dokternya ngasih rujukan supaya arthur di fisioterapi dan juga di rujuk untuk diperiksa ke neurolog anak (dokter anak subspesialis syaraf anak).

Waktu ketemu neurolog, Arthur diperiksa dan disarankan MRI, tapi aku terus bilang kalau arthur udah pernah CT scan apa masih harus dilakukan MRI juga. Ternyata nggak perlu lagi kalau udah dilakukan CT scan. Sayangnya waktu ketemu dengan neurolog, hasil CT scannya nggak aku bawa. Arthur kemudian diminta untuk fisioterapi. Di surat rujukan untuk fisioterapi dituis microsephaly. Duh arthur kena apalagi coba, dibilang microsephaly segala. Microsephaly itu lingkar kepalanya kecil, tidak sesuai dengan seusianya. Sehingga bisa berpengaruh ke perkembangan otak dan juga perkembangan anak. Aku malah jadi takut kok ada diagnosa beginian lagi. Aku juga baru nyadar kalau dokter nulis microsephaly pas mau daftarin fisioterapi, jadi nggak sempet nanyain.

Fisioterapi di hermina bekasi memang terkenal bagus. Dan tempat pelatihan para terapis hermina se indonesia. Kemudian kami daftar buat fisoterapi arthur, ternyata fisioterapi di hermina bekasi sistemnya paketan Mau yang berapa kali pertemuan, dan bayar nya diawal. Jadwalnya nanti di cocokan juga dengan terapis yang kosong hari itu. Kirain sistemnya sekali dateng terus bayar. Padahal dalam waktu dekat rencana nya mau balik jogja. Kan nanti sayang juga, udah terlanjur daftar dan bayar tapi malah nggak dilanjutin karena mau balik ke jogja.

Akhirnya kami putuskan fisioterapi di jogja aja. Sambil cari dokter yang kompeten di jogja.
Aku kan suka mantengin instagram dan blog @grace.melia , anaknya yang terkena rubella rutin fisioterapi. Aku terus DM in dia di instagram nanya fisioterapi si ubii dimana dan siapa dokter nya. Orang ini ramah banget, belum kenal sama sekali dia langsung merespon dan kasih masukan juga. Ubii fisioterapi di RS UGM, dia juga kasihtau gimana prosedurnya, dokter rehab medik dan neurolog nya dengan siapa. Dia juga bilang kalau fisioterapi bisa dengan BPJS dan belakangan ini fisioterapi di RS yang ber-BPJS antriannya ramai. Sistemnya pun bayar per kedatangan, kata grace di RS UGM 55ribu/ kedatangan.

Setelah beberapa hari di jogja, aku bawa arthur ke RS UGM. Sesuai dengan prosedur yang dikasih tau gracemelia. Aku Ketemu dengan dokter rehab medik nya, Bawa surat rujukan dari neurolog di bekasi. Aku cerita riwayat prematur dan ROP arthur. Aku juga nanya tentang microsephaly yang dibilang neurolog di surat rujukan. Kemudian dokter rehab medik menjelaskan, karena arthur lahir prematur dan BBLR, fisiknya kan kecil banget saat lahir, jadi sebenernya normal aja lingkar kepalanya. Tinggal besok pertumbuhan dan perkembangannya lingkar kepalanya gimana. Kan masih dalam masa pertumbuhan, jadi sebaiknya dipantau juga. Semoga saja perkembangan lingkar kepalanya bisa mengikuti sesuai dengan usia (koreksi) nya. Denger itu aku agak lega juga. Memanglah second opinion itu penting…

Saat itu arthur di cek perkembangannya udah bisa ngapain aja, waktu itu arthur umurnya sekitar 7bulanan koreksi 5 bulan. Baru bisa baring & miring doang 😅 Belum bisa tengkurep sendiri, Kalau ditengkurepin pun belum kuat angkat kepalanya. Dokternya kemudian saranin fisioterapi seminggu 2-3 kali tapi karena antriannya lama, dokter ngajarin stimulasi supaya arthur bisa angkat kepala kalau ditengkurepin. Padahal kalau dipangkuin atau gendong lehernya dah kuat tegak. Selesai ketemu dokter rehab medik. Aku ke bagian respsionis fisioterapi buat daftarin arthur. Dan ternyata antrinya bisa 2-3 bulanan.

Karena lama banget tunggu kabar dari RS UGM yang nggak pasti, aku mau coba ke hermina jogja. Karena dokter rehab medik nya juga praktek disana. Daripada arthur keburu telat perkembangannya pikirku. Sekalian Aku juga coba browsing Dokter anak subspesialis tumbuh kembang anak di jogja, ternyata beliau juga praktek di hermina jogja. Dan sekalian aja pas jadwalnya vaksin, daftar dengan dsa subspesialis tumbang. Biar sekalian konsultasi juga. Sesampai di hermina jogja, aku coba nanya tentang fisioterapi takutnya antri juga. Ternyata nggak, berhubung hermina jogja termasuk RS baru dan belum menerima BPJS jadi antrian fisioterapinya ngga kayak RS yang udah ber-BPJS. Jadi malem itu daftar besoknya bisa langsung fisioterapi. Biaya fisioterapi di hermina jogja agak lebih mahal , 95ribu/pertemuan.

Karena hermina jogja rada jauh dari rumah. Aku daftar seminggu 2x aja. Kalau seminggu 3x agak kerepotan juga nanti yang antar jemput. Aku terus ngisi jadwal mau ambil hari apa dan jam berapa, nyesuain jadwal yang masih kosong disitu. Dan saran dari terapis diselang seling aja harinya. Supaya latihannya nggak melulu dari terapis tapi juga dilakukan latihan di rumah. Karena pada dasarnya fisioterapi tumbuh kembang / bobath, lebih ke ngajarin orang tua buat dilakukan latihan di rumah. Awalnya aku ambil hari selasa dan sabtu. Tapi cuma bertahan beberapa kali pertemuan aja, kemudian aku ambil jadwal seminggu sekali. Hari sabtu doang. Soalnya ndak nggak ada yang nganter dan nemenin.

Terapis arthur cowok, mas – mas gitu. Ada 2 orang yang menangani arthur. Sebelum latihan arthur dipijat dulu. Dia kalo dipijet awalnya diem tapi lama kelamaan nangis. Jadi pas mulai sesi terapi nangis kejer. Kata terapis, emang biasanya pada nangis kalo sesi terapi gini. Mas nya bilang seneng kalo megang arthur soalnya walaupun nangis kejer gitu, arthur tetep mau mengikuti apa yang diajarin. Jadi latihannya pasti sambil nangis kejer. Kadang ada anak yang kalo udah nangis kejer gitu badannya terus dikakuin jadi bikin nggak bisa maksimal latihannya. Awal-awal ikut fisioterapi Arthur belajar tengkurep, berguling dan angkat kepala. Sekitar 1-2bulanan fisioterapi akhirnya arthur bisa tengkurep dan kuat angkat kepalanya dikit, tapi masih belum bisa on hand (tengkurep angkat kepala dan dada dengan tumpuan tangan yang tegak – moga bisa bayanginnya ya hehe). Setelah program belajar tengkurep berguling, selanjutnya belajar bangun untuk duduk. Arthur usia 8 bulanan mulai bisa duduk (didudukin) walaupun masih goyang doyong-doyong dan ambruk. Cukup lama ngajarin Arthur bangun duduk sendiri. Dia sebenernya kurang dikit banget. Halah, paling cuma tinggal 10% aja, buat dia bangun duduk sendiri. Sambil ngajarin duduk sendiri, dikasih latihan juga untuk ongkok – ongkok. Arthur masih belum begitu kuat tengkurep sambil on hand nya, jadi ongkok – ongkok nya juga masih belum muncul.

Arthur jadi murid fisioterapi di klinik tumbuh kembang hermina jogja cuma 3 bulanan aja. Soalnya Akhir tahun diajak ke bekasi jadi fisioterapi di stop. Pas pertemuan terakhir aku konsultasi dan minta diajarin sama terapis , PR nya apa aja. Pokoknya target nya arthur kudu dah bisa bangun duduk sendiri dalam waktu sebulan. Karena duduk statis nya sudah bagus. Tapi masih belum bisa bangun duduk sendiri. Nah pas dibawa ke bekasi, baru 2 mingguan di sana arthur udah bisa bangun duduk sendiri. Pertamanya dia tengkurep terus ongkok-ongkok, tau-tau bisa duduk sendiri.

Kalau pada bilang efek tiap hari ngumpul ama ortunya lengkap jadi bikin perkembangan anak bagus. Maklum jarang ketemu ayah. Tapi nggak cuma bagus menurut aku dan keluarga. Perkembangannya mendadak jadi cepet banget. Dibanding pas di fisioterapi. Setelah dia bisa duduk, dia juga mulai merangkak dan juga merambat berdiri. Apalagi mertuaku type nya cas cis cus… Tau arthur merambat berdiri terus diajarin jalan, dititah. Awalnya emang cm mau melangkah 1-2langkah tapi lama-lama akhirnya mau jalan dititah. Terus dikenalin naik tangga juga. Ampe anaknya ketagihan main naik-naik tangga.

Sekitar 2 bulan di bekasi, arthur balik ke jogja lagi. Maklum ya arthur ini masih no maden, galau mau di mana 😜 Besok kalau udah mulai sekolah baru deh menetap, mumpung belum sekolah bolak balik jogja – bekasi deh. Pas di jogja, seperti biasa kalau jadwal vaksin sekalian konsultasi. Dsa arthur nanya perkembangan arthur sekarang, kemudian aku ceritain arthur sekarang dah bisa ngapain aja. Menurut dokter, perkembangan arthur dengan kondisi nya yang ROP sudah sangat bagus. Dan udah nggak perlu dilakukan fisioterapi lagi.

Di grup baby community pernah dibahas tentang “Fisioterapi yes or no” Jadi semacam sedikit perdebatan gitu sih. Seberapa pentingkah terapi A B C, kenapa kok ortu berpikir memberikan terapi A B C, apakah terapi membantu mengatasi permasalahan yang dihadapi, dll. Sebenarnya sih kembalikan ke masing-masing lagi aja, karena setiap orang tua pasti memiliki alasan tersendiri dan ingin yang terbaik untuk buah hatinya. Pendapat seriap ortu pasti berbeda-beda.

Kalau menurut aku dan lingga, sebagai ortu kami saat ini fokus pada tumbuh kembang arthur. Kami konsultasikan kepada dsa tumbuh kembang yang menurut kami memang ahli nya, beliau menyarankan fisioterapi. Beberapa dsa juga menyarankan demikian. Terapi melalui fisioterapi ini membantu dalam proses tumbang anak, karena aku dan lingga orangnya kudu diajarin secara praktek dulu baru mengerti. hehhehe.. Kan terapis nya juga ngajarin langsung secara praktek untuk melatih arthur dirumah. Jadi prosesnya bukan cuma tergantung pada terapis saja. Terapis ngajarin praktek yang bener untuk latihan, takutnya ngajarin stimulasi nya salah dan malah resiko cedera pada anak. Kadang di rumah aku juga tambahin melatih stimulasi indra lain, karena terapis nggak ngasih stimulasi indra lainnya.

Pokoknya masalah terapi itu intinya cuma : sering – sering aja anaknya dilatih dirumah, karena terapis cuma ngajarin dan bantu ngoreksi. 

17 november  : World Prematurity Day

Hallo.. Nama aku arthur, kata mama aku lahir nya kecepeten waktu mama hamil 30minggu. Aku lahir kecil banget cuma 1,5kilo. 
Aku juga terdiagnosa ROP, tapi nggak apa-apa kata mama aku bisa melihat dengan hati ❤️

Selamat hari prematur se-dunia teman2 prematur ku. 

Follow yuk IG @premature.indonesia untuk informasi dan edukasi seputar prematuritas

#worldprematurityday2016

our little fighter
Tanggal 17 november diperingati sebagai world prematurity day atau hari prematuritas se-dunia. Warna ungu yang dipakai sebagai bentuk dukungan dalam memperingati world prematurity day. 

arthur skrining jantung (echo) 

Kalau inget dulu waktu di NICU, pernah nanya sama dokter yang rawat arthur. “dok, ini udah menjalani skrining apa aja organnya”

dan jawabannya?

“ini saya pakai stetoskop gini namanya juga skrining bu, jantung nya baik-baik saja. paru-paru juga baik.”

Pakai stetoskop memang skrining, tapi hanyalah skrining awal dan hasilnya tidak mendetail. Menurut aku kok jawaban dokter itu seperti nya menyepelekan prosedur penanganan bayi prematur ya. Namanya juga Bayi prematur. Waktu lahir ada organ yang belum mateng, sehingga pertumbuhannya terjadi di luar rahim dan beresiko. Sebenarnya, dokter yang bener itu menjelaskan kemungkinan apa saja yang bisa terjadi pada bayi prematur sehingga bisa dilakukan tindakan preventif agar tidak terjadi resiko-resiko.

Jadi ceritanya, Pas arthur udah usia 9bulanan, mau vaksin campak sama Dokter anak subspesialis tumbuh kembang biar sekalian konsultasi tumbuh kembangnya. Lumayan irit biaya dokternya kalo sekalian, hehehe.. DSA subspesialis tumbang arthur ini enak konsultasi nya. Ngerevisi buku KMS arthur juga, gimana cara isi untuk anak prematur dan ngajarin stimulasi apa saja yang harus diberikan ke arthur. Dokternya juga nggak buru-buru.

Waktu itu Arthur pas pilek, tapi katanya nggak apa-apa tetep di vaksin karena nggak demam. Pas di cek pakai stetoskop dibilang paru-paru bersih nggak ada batuk juga. Dan ngga diresepin obat, soalnya di rumah udah disemprotin hidungnya pakai aqua maris.

Dokter periksa pakai stetoskop lagi sambil nanya “dulu waktu di NICU hasil echo nya gimana”

jrenggg… aku terus cerita aja arthur belum pernah echo karena dulu dokternya di NICU nggak nyaranin. Dokter meriksa lagi sambil bilang kalo dirujuk ke dokter spesialis jantung gimana. Karena takutnya ada PFO.

Terus dirumah langsung browsing tentang PJB terutama pada bayi prematur. Banyak yang jelasin tentang PDA kalo resiko penyakit jantung pada bayi prematur.

– duktus arteriosus persisten (PDA) 

PDA sering dijumpai pada bayi yang lahir prematur, disebabkan karena otot pembuluh darahnya belum matang (PDA adalah pembuluh darah) demikian juga paru-parunya juga belum matang fungsinya. PDA yg cukup besar pada bayi prematur sering menimbulkan masalah gagal jantung, yang mengakibatkan bayi sesak napas. Di samping itu, paru-paru bayi prematur yang belum matang membuat PDA sulit menutup. Apabila bayi prematur dalam kondisi baik, fungsi pernapasannya bai, PDA dapat menutup namun memerlukan waktu yg lebih lama dari normal. Kadang2 dokter memberikan obat untuk membantu mempercepat penutupannya. PDA yg terdapat pada bayi genap bulan dan belum menutup sampai usia 2 minggu biasanya memang tidak akan menutup secara spontan. Bila PDA tetap terbuka dan cukup besar ukurannya dapat menimbulkan masalah gagal jantung. Penyulit lain dari PDA adalah infeksi pada jantung.

– Foramen ovale persisten (PFO)

Foramen ovale persisten dapat dijumpai pada beberapa hari setelah lahir. Namun sebagian besar menutup spontan. Pada beberapa penelitian foramen ovale yg tetap terbuka sampai dewasa meningkatkan kejadian stroken meskipun PFO ini tidak akan menganggu fungsi jantung dan tidak akan mengakibatkan gagal jantung. Oleh sebab itu ada yg menyarankan PFO utk ditutup juga utk menghindarkan terjadinya stroke pada masa dewasa. Umumnya penutupan dilakukan secara transkateter, nonoperatif.
sumber : https://sehatjantunganakku.wordpress.com/2012/07/15/jantung-bocor-apakah-itu/u

Akhirnya aku bawa arthur ke RSUP sardjito jogja. Sebenernya agak males ke sardjito soalnya antriannya pasti banyak banget dan disana pasti seharian. Udah gitu rame banget banyak koas nya juga. Tapi di Sardjito ilmu nya lebih update dan tempat berkumpul para dokter-dokter ahli. Takut arthur kenapa-kenapa lagi, jadi cus ke sardjito aja.

Setelah ditimbang nunggu dipanggil lagi buat masuk ruangan. Didalem ruangan ditanya dulu mengenai keluhannya apa. Aku kasih surat rujukan dari DSA tumbuh kembang dan cerita riwayat arthur dari lahir, ketahuan ROP, sampai kenapa kok dikasih surat rujukan untuk periksa jantung. Arthur terus disuruh echo. Hampir kayak CT scan, arthur kudu tenang atau bobo dulu biar gampang diperiksainnya. Terus diresepin obat tidur buat arthur. Pas mau nebus obat, arthur digendong eyangnya malah udah pules duluan sebelum minum obatnya. Tapi giliran masuk ruang echo dan direbahin dia malah bangun terus nangis. Akhirnya diminumin juga obat tidurnya ke arthur walaupun sempet muntah soalnya susah minuminnya ke dia. Abis diminumin terus nenen di ruang menyusui, dia udah liyer-liyer mulai merem. Akhirnya arthur bobo juga, terus balik ke ruang echo. Lagi-lagi pas mau ditidurin dia malah kebangun tapi mukanya ngantuk banget. Kata dokter ngga apa-apa asal anaknya anteng. Jadi Pas di echo arthur tampangnya teler gitu.

img_5535
arthur ngantuk lagi di echo
Sekitar 2-3menit dada arthur di USG. Kalo orang awam gini nggak ngerti tampilan yang di layar itu maksudnya gimana, yang jelas itu jantung arthur. Arthur diperiksa sama Dokter spesialis kardilogi anak, beliau ahli jantung anak terbaik di jogja. Selain rujukan dari dokter tumbang nya arthur, aku sempet nanya ke temen yang anaknya sempet diagnosa PDA. Anaknya juga ditangani oleh beliau.

Alhamdulillah dokter bilang tidak ada tanda PFO maupun PDA. Kondisi jantung arthur baik dan normal. Walaupun skrining jantung nya ini bisa dibilang terlambat ya. Seharusnya saat di NICU atau pas pulang dari NICU itu dilalukan skrining. Tapi ini usia 9 bulan skrining. Yang penting kondisi jantung arthur baik dan tidak ada apa-apa.

hasil echo arthur
Eh Pulang nya dari rumah sakit arthur masih teler efek obat tidur nya. Di jalan bobonya pules banget..

Hernia Umbilikalis

Tali Pusar arthur puput (lepas) waktu usia 11 hari saat masih di NICU. Aku sering nanya juga ke perawat pusernya udah puput belum. Pas hari itu aku anter ASI sambil nanya, ternyata udah puput waktu mandi pagi. Perawat terus ngasihin tali pusernya ke aku. Soalnya mama bilang suruh simpen tali pusernya. Katanya bisa jadi obat kalau anaknya sakit, misal lagi demam pusernya direndem air terus di kompres pake air nya. (Nggak tau ya ini mitos atau fakta tapi aku belum pernah coba sih).

Aku nggak ngerti cara perawatan tali pusar pada bayi baru lahir, aku cuma tau teorinya karena baca di buku KMS arthur. Soalnya selama di rumah sakit, perawatan tali pusar sampai tali pusar nya puput dilakukan oleh perawat.

Saat itu usia arthur kurang lebih sekitar 2 bulanan. Usia koreksinya 0 minggu. Ya kira-kira tanggal segituan lah arthur seharusnya lahir. Puser arthur masih nampak keluar menonjol, hampir seperti benjolan. Atau bisa dibilang Me istilahnya bodong. Padahal udah lama tali pusernya lepas kok ini masih aja bodong.

Oiya sekitar 1 bulan awal setelah lahir arthur nggak pakai gurita yang tali. Arthur pakainya gurita yang ada perekat nya. Karena pada bilang yang tali nggak disarankan, kasihan bayi nya bisa sesek. Aku juga nggak tau fungsi gurita apaan, setau aku ya cuma buat bikin bayi anget dan nggak gampang masuk angin, semacem dalemannya bayi gitu. Ternyata kalo kata orang tua, bikin bentuk perut bayi bagus nggak beleber.

Pas jadwal imunisasi, sekalian nanya ke dokter yang ngerawat arthur biasanya. Katanya itu hernia umbilikalis. Tau hernia kan? jadi hernia itu sesuatu yang ada didalam tubuh yang tidak seharusnya menonjol keluar. Hernia macem-macem. Yang ini dinamakan hernia umbilkalis karena terdapat di umbilikus (pusar). Hernia umbilikalis ini memang sering terjadi pada bayi prematur atau bayi BBLR. Hernia Umbilikalis pada bayi terjadi karena penutupan tertunda dari lubang kecil di dinding perut di umbilikus. Kondisi ini jarang menimbulkan masalah serius di masa kecil dan biasanya dibiarkan untuk menutup secara alami. Saat bayi masih dalam kandungan, terdapat sebuah lubang pada perut bayi, di mana tali pusat bayi melwati lubang tersebut. Lubang tersebut harus menutup segera setelah lahir, tetapi dalam beberapa kasus otot tidak menutup sebagaimana mestinya. Hal tersebut menyebabkan beberapa titik di sekitar pusar bayi mengalami kelemahan sehingga memudahkan adanya tonjolan pada sekitar pusar.

Kata dokter, nanti puser arthur bisa masuk sendiri seiring pertumbuhan dan kenaikan berat badan dia. Rata – rata pada menutup dan masuk sendiri sebelum usia 12 bulan. Tapi kalau sampai usia 5 tahunan masih bodong juga, maka harus dioperasi. Aku dah takut denger arthur mau dioperasi kalau masih bodong. Moga aja pusernya bisa masuk deh.

umbilical_hernia_growth
pertumbuhan hernia umbilikalis

Terus ama dokter dilihat lagi puser nya, ternyata diteken bisa masuk tapi kalau arthur ngulet-ngulet sambil ngeden pusernya keluar lagi. Dokter bilang, ini kemungkinan bisa masuk sendiri nanti pusernya. Soalnya bayi nya masih suka ngulet sambil ngeden. Iya sih, emang arthur pas umur segituan kalau ngulet sambil ngeden, pas ngulet muka nya juga bisa sampai item merah gitu. Kadang kalau nangis juga terlihat semakin menonjol pusernya. Dokternya terus ngajarin, kalo abis mandi pusernya diteken masuk ke dalem lalu dikasih kasa steril terus dikasih perekat supaya kalau arthur ngulet pusernya nggak keluar lagi. Sampe diresepin kasa steril dan perekat yang biasa buat rekatin perban buat di rumah.

Selama di rumah puser arthur jadi kayak di plester gitu. Plesternya di ganti tiap dia mau mandi. Tapi sayang nya perekat nya itu kalau mau di copot susah, kudu pakai baby oil pelan-pelan. Dan bekasnya kadang bikin kulit arthur merah. Padahal kudu diganti sehari 2 kali. Akhirnya pas mama mertua (uti nya arthur) dateng ke jogja, diajarin pakai koin. Kalau nggak pakai koin 100 lama yang perak gede wayang itu ya pake koin 1000an lama yang warna emas perak. Koinnya di bungkus pakai kasa steril. Pusernya arthur dimasukin nya diteken sambil diputer dulu pakai jempol, terus dikasih koin baru diplester. Lama – lama kasihan juga kulitnya kalau diplester. Bekasnya itu bikin kulit arthur merah, takutnya lecet. Akhirnya pakai gurita tali deh. Jadi diteken – diputer pake jempol terus dikasih koin abis itu diiket-iket dipasang gurita nya.

Sebetulnya cara ini bukan sebagai solusi supaya hernia umbilikalis tersebut hilang. Menahan dengan kain, plester, koin, dan sebagainya tidak ada bukti ilmiahnya. Tetapi kadang tetap dilakukan semata hanya untuk ketenangan si orang tua. Penahanan seperti ini sebenarnya tidak memberikan manfaat apapun karena sampai saat ini belum ada bukti ilmiah yang kuat. HErnia umbilikalis ini pada umumnya akan menutup sendiri tanpa bantuan penahan tersebut. Jika hernia umbilikalis tersebut termasuk yang tidak bisa menutup sendiri, maka pilihannya hanya dilakukan tindakan operasi.

Waktu sekitar umur 3 bulanan lama-lama puser arthur bisa masuk juga. Dan sampai sekarang pusernya biasa aja. Nggak bodong lagi. Soalnya usia 3 bulan keatas arthur juga udah nggak ekstrim lagi nguletnya, udah nggak sambil ngeden sampe mukanya merah item. Jadi, sebenernya wajar aja kalau masalah hernia umbilikalis ini ditemui pada bayi prematur atau bayi BBLR. Namun, tetap konsultasikan ke dokter anak yang menangani.