Membeli Whitecane di SAVH (Singapore Association of the Visually Handicaped)

Membeli Whitecane di SAVH (Singapore Association of the Visually Handicaped)

Waktu kami jalan-jalan ke Singapore kemarin, Alhamdulillah Arthur diberi kesempatan mengunjungi SAVH (Singapore Association of the Visually Handicaped). Awalnya kami nggak tau tentang SAVH. Tiba-tiba bu prima (mentornya Arthur 😁) mau nitip whitecane di SAVH, untuk balqiz putrinya yang juga ROP stage5.

Aku browsing deh tentang SAVH ini dan dimana lokasinya. Dan aku baru tau kalau SAVH ini semacam low vision centre di Singapore. Lokasinya sebenarnya cukup jauh dari pusat kota dan tempat menginap kami. SAVH berada di daerah toa payoh, meskipun jauh tapi ternyata SAVH sangat dekat sekali dengan stasiun MRT. Sehingga kami mudah untuk menuju kesana. Dari Bugis Hanya transit di 1 stasiun untuk ganti kereta. Transit di Botanic Garden, Lalu ganti kereta menuju Caldecott. Dari stasiun MRT caldecott keluar melalui exit A, sudah terlihat bangunan SAVH. Tinggal nyeberang jalan raya aja.

Awalnya kami bingung di gedung bagian mana yang menjual whitecane. Tapi setelah melihat petunjuk di depan gedung, Akhirnya kami coba masuk ke yusuf building. Begitu masuk gedung tersebut, di ruang paling depan ada pegawai yang ternyata resepsionisnya dan dia penyandang tuna netra. Setelah kami tanyakan dimana kami bisa membeli whitecane kamipun dipersilahkan masuk ke dalam, melalui pintu yang ada di sampingnya, disanalah tempat menjual whitecane.

Dan ternyata di dalam tidak hanya menjual whitecane. Tapi bermacam alat bantu penglihatan. Yang aku belum tahu apa nama dan fungsinya. Tapi yang jelas keren banget dan peralatannya cukup canggih. Entah di Indonesia ada nggak peralatan semacam itu. Aku ngeliat peralatan tersebut, jadi agak katrok juga. Hehehe… Pegawai yang melayani pun seorang penyandang tuna netra, namun dia dibantu oleh 1 orang “awas” yang mempunyai tugas mengambil stok barang. Aku ngeliat tuna netra tersebut melayani pembeli, kagum banget. Ya kayak orang biasa melayani pembeli gitu. Dan dia hafal dimana letak barang-barangnya.

Whitecane yang dipesan bu prima adalah merk ambutech, dengan rolling. Aku belum berpengalaman beli whitecane, megang aja belum pernah. Baru kali itu aku memegang whitecane secara langsung. Waktu aku bilang mau beli whitecane ambutech dengan size sesuai yang dipesan ibu prima, ternyata lagi kosong. Akhirnya aku belikan 1 size diatasnya, karena aku pikir balqiz pasti tambah tinggi supaya masih bisa awet agak lamaan dipakainya. Whitecane ini ada size nya dalam inch, panjangnya diukur dari dada sampai ke ujung kaki si pemakai.

Waktu aku beli, pegawai tuna netra tersebut meminta tolong temannya untuk mengambilkan stok whitecane. Setelah diambilkan, dia meraba dulu untuk meyakinkan apakah benar itu sesuai size dengan yang aku minta. Dia juga memintaku untuk mengecek yang tertulis di situ. Ternyata benar. Aduh, aku merinding deh waktu itu, dia sampai bisa tau size whitecane cuma dengan meraba. Belum lagi barang yang lainnya, padahal dia sama sekali tidak bisa melihat. Keren banget. Aku sempat agak miss komunikasi juga, karena dia chinese, dia berbahasa inggrisnya pakai logat chinese dan ngomongnya cepet gitu. Aku nggak pinter english ya mikir dua kali dulu to ya kalau mo ngomong dan dengerin omongannya. hehehe..

Aku sempat bertanya ke bu Prima, apakah Arthur sudah perlu whitecane? Menurut bu prima, anak yang sudah mulai bisa berjalan, sudah bisa dibekali dengan whitecane. Anak-anak bule biasanya sudah diberikan whitecane sejak kecil saat mulai berjalan. Tapi semua kembali kepada ortu, karena ortu yang lebih mengenal anak. Aku yang tadinya mau beliin Arthur juga, mumpung sekalian di singapore tapi aku tunda dulu sajalah. Karena aku belum tau bagaimana ngajarin seusia Arthur untuk pakai whitecane. Yang ada nanti malah digigitin, di lempar atau buat pukul-pukul. Yah semoga esok kami ada rejeki lebih untuk membelikan Arthur whitecane di singapore.

Pasti banyak yang bertanya kenapa bu prima titip ampe singapore segala? emangnya di Indonesia nggak ada? Di Indonesia ada kok whitecane, merk lokal. Kalau merk Ambutech made in canada dan belum ada distributornya di Indonesia. Sewaktu pertemuan baby community jabodetabek, bu prima memberikan materi mengenai whitecane. Dan beliau membawa beberapa whitecane lokal dan ambutech.

Tentang pertemuan baby community jabodetabek hari itu bisa dibaca di : Belajar Tentang Orientasi Mobilitas di Luar Ruangan

Aku sih cuma komentar “wow” sama ambutech ini, karena saat dibuka dan dilipat dia langsung “klik klik” seperti magnet. Sementara untuk whitecane lokal, saat membuka kita harus sedikit merangkainya. Dan begitupun saat melipat. Tapi kalau untuk usia anak yang masih belajar menggunakan whitecane. Menurutku sayang juga kalau pakai merk import. Karena ujung tongkat biasanya akan sering penyok disaat tahap belajar dan juga sayang di harganya (prinsip emak emak banget hehe). Ambutech harganya sekitar 300-500ribuan tergantung ukurannya. Kalau merk lokal sekitar 50-100ribu tergantung ukurannya. Lagian anak yang masih dalam masa pertumbuhan, pasti akan sering berganti whitecane. Untuk menyesuaikan tinggi si anak. Jadi mending pakai yang lokal dulu aja. Kecuali jika memang ada rezeki yang berlebih, karena kualitas impor emang enak dipakai. Ada harga ada rupa lah. Hehehe…

Advertisements
Arthur at Festival Of Light

Arthur at Festival Of Light

the only thing worse than being blind is having sight but no vision

(Hellen Keller)

 

sight is what you see with your eyes, vision is what you see with your mind

(Robert T. Kiyosaki)

 

Arthur udah balik lagi ke jogja lagi. Kita akhirnya mudik ✈️. Disaat orang-orang kembali masuk ke jakarta dan ramai arus balik, waktunya kita keluar dari Jakarta.

Kita sebenernya balik buat lebaranan di Jogja karena papanya Arthur juga ada training seminggu di Jogja dari kantornya. Lumayanlah bisa semingguan di Jogja sama anak lanangnya. Jadi bisa jalan-jalan juga. Karena kalau di Bekasi mau jalan hawanya males, karena macet dan u knowlah yang katanya planet Bekasi jauh dari mana-mana. Hahaha..
Ternyata di Jogja pas lagi ada event Festival of Light di Kaliurang. Lokasi nya di gardu pandang Kaliurang, di Kaliurang atas sana. Liat di instagram temen-temen kayaknya bagus juga. Banyak cahaya, lampu, laser, lampion. Mungkin Arthur bisa seneng karena cahaya-cahaya disana. Hari minggu Sore itu kami pun kesana, sekalian ngajakin tante-tantenya Arthur jalan-jalan juga.

Ternyata show baru dimulai jam 19.30, padahal kita sudah sampai jam 5-an. Akhirnya kita jajan dulu, dan foto-foto. Arthur juga ketemuan sama keanu & killa, anaknya vanya temen kantor aku dulu, dia dulu kerja di jogja tapi terus mutasi ke bekasi. Kebetulan dia pas lagi mudik ke Magelang dan main ke jogja. Sekalian ketemuan aja kita. Jadi, nggak di jogja nggak di bekasi playdate deh. Hehehe..

Disana Arthur enjoy aja. ada live music, dia dengerin dan kadang ikutan nyanyi. Walaupun nyanyinya cuma la la la na na na… Hahaha… Dia kadang jalan digandeng, kadang minta gendong. Mungkin karena dikeramaian dia sedikit bingung. Kita pun menjelaskan dan menceritakan disana ada banyak orang dan disana ada apa aja. Sebenernya dia bisa jalan sendiri, nggak digandeng. Tapi karena disana bukit naik turu dan tanah nggak rata, banyak orang juga, daripada kenapa-kenapa kan. Pas digandeng, biasanya kita juga mengikuti kemauan dia mau jalan kemana. Disana, dia jalan narik tantenya ke tempat taman lampu. Lampu-lampu kecil yang bentuk bunga. Dia nyamperin ke lampu bunga yang warna hijau. Dan main disana, pengen megang.

Arthur mainan lampu @ Festival of Light

Kita jadi tau, tapi masih menebak sendiri juga sih. Dia ada respon dengan lampu dengan Jarak 10 meter. Dan juga ada respon dengan cahaya warna hijau, selama ini kami taunya dia respon dengan warna terang seperti kuning, oranye. Waktu diajakin main ke lampu warna biru dia nggak mau, dia minta ke lampu warna hijau lagi. Bisa jadi karena lampu biru lebih gelap dia tidak tertarik atau tidak ada respon.

Saat show dancing water mulai, Arthur sebenernya udah agak ngantuk. Tapi dia penasaran. Karena ada laser warna warni dan juga cahaya api. Meskipun dia nggak bisa lihat dancing water, air mancur yang menari-nari tapi dia bisa menikmati cahayanya itu, walaupun entah seperti apa penglihatannya saat melihat cahaya-cahaya itu.

Kita berdiri jarak sekitar 300meteran dari kolam water dancing. Waktu ada api keluar saat pertunjukan, Arthur terlihat kaget menoleh dan mencari-cari. Sayangnya api nya cuma hembus sebentar-sebentar. Jadi arthur kayak nyari-nyari.
Disana, Arthur enjoy aja. Nggak rewel. Karena ada banyak cahaya-cahaya dan suara musik, walaupun suasananya cukup ramai. Dibandingkan kalau kita ajak Arthur ke tempat permainan di mall. Udah terlanjur masukin koin atau gesek cardnya , eh Arthurnya nggak betah dan nggak mau naik mainan-mainan disana. Maunya gendong, mungkin karena suasana di mall ramai dan berisik, dia jadi bingung dan takut kalau pisah.

Yang penting hari ini Arthur happy…