Salah Satu Buku Dongeng Yang Recomended Untuk ABK

Judul Buku : Coka Ingin Jadi Beruang dan cerita-cerita lainnya

Penulis : Irene Tjiunata

Jumlah Halaman : 124 halaman

Kategori : Anak-anak / cerita

Penerbit : BIP (Bhuana Ilmu Populer) – Kelompok Gramedia

 COKA_INGIN_JADI_BERUANG___IRENE_TJIUNATA_

 

Dongeng didalam buku ini menggunakan 2 bahasa (bilingual), yaitu bahasa indonesia dan bahasa inggris. Sehingga anak bisa belajar kosakata bahasa inggris dan juga belajar speaking dengan membaca cerita didalamnya. Gambar didalamnya pun menarik dan berwarna warni. Di setiap akhir cerita juga terdapat game sederhana, agar anak tidak bosan dengan buku. Serta memberikan stimulasi pada anak untuk berpikir dan mengingat tentang cerita yang baru saja dibacanya.

 

Buku ini terdiri dari 5 dongeng yang berbedai. Antara lain :

 

1. Mimi sangat dicintai

Bercerita tentang seekor kucing biasa yang merasa iri dengan kucing milik seorang artis yang selalu dirawat, memiliki baju serta tempat tidur yang bagus. Namun ternyata kucing milik artis tersebut seringkali kesepian dan tidak disayang oleh majikannya.

Dalam cerita ini, mengajarkan pada anak bahwa kita harus selalu bersyukur dengan apa yang telah kita miliki selama ini. Karena kemewahan bukanlah segalanya dan apa yang orang lain miliki belum tentu baik untuk kita.

 

2. Hadiah istimewa Lota

Lota adalah seekor kijang kecil, tinggal dengan keluarganya yang sederhana. Saat itu Lota ingin memberikan hadiah kepada sang pangeran. Karena hewan lain datang berbondong-bondong memberikan berbagai macam hadiah yang cukup bagus dan mewah. Dengan kesederhanannya Lota pun akhirnya membuat sendiri kado untuk sang pangeran, berupa sebuah boneka singa kecil yang mirip seperti pangeran. Hewan lain menertawakannya saat Lota akan memberikan hadiah itu kepada pangeran, mereka meremehkan hadiah Lota namun Lota tidak peduli. Setelah hadiah tersebut diberikan kepada pangeran, ternyata sangat bermanfaat dan pangeran punsangat menyukainya.

Cerita ini mengajarakan bahwa, segala sesuatu tidaklah harus terlihat mewah. Tapi kita bisa melakukan hal yang kreatif. Di cerita ini juga mengajarkan untuk tidak peduli terhadap cemooh orang lain yang biasanya meremehkan kualitas diri.

 

3. Rumah baru Riri

Bercerita tentang Riri seekor umang-umang (keong) yang merasa bosan dengan rumahnya. sehingga dia meninggalkan rumahnya dan mencari rumah yang baru. Tapi beberapa kali mendapatkan rumah yang baru dia merasa tidak cocok. sampai pada akhirnya dia menemukan rumah yang paling nyaman yang ternyata adalah rumahnya yang lama.

Cerita ini mengajarkan anak untuk selalu bersyukur dengan apa yang telah dimiliki karena merupakan pemberian dari Tuhan yang terbaik.

 

4. Quincy kuda yang paling kecil

Menceritakan seekor kuda yang merasa tidak percaya diri karena fisiknya yang kecil. Dia merasa berbeda dengan saudara-saudaranya yang lain. Dia merasa tidak berguna, tidak seperti orang tua dan saudaranya yang menjadi kuda balap dan kuda yang membantu di perkebunan. Namun suatu hari raja datang, dan putri raja yang masih kecil juga  ingin memiliki seekor kuda. Dipilihlah Quincy si kuda kecil tersebut.

Cerita ini mengajarkan agar kita selalu bangga terhadap diri sendiri meskipun kita memiliki kekurangan. Karena dibalik setiap kekurangan pasti Tuhan memberikan kelebihan. Sehingga kita harus selalu bersyukur dan percaya diri.

 

5. Coka ingin jadi beruang

Bercerita tentang serkor kelinci yang merasa minder karena selalu dianggap lucu dan ditertawakan oleh hewan yang lain. Dia ingin menjadi seekor beruang yang ditakuti oleh siapapun. Namun ternyata si beruang seringkali merasa sedih karena dia ditakuti oleh hewan lain sehingga tidak memiliki teman. Akhirnya, kelinci itupun membatalkan keinginannya untuk menjadi seekor beruang.

Cerita ini mengajarkan agar anak-anak selalu percaya diri meskipun ada yang meremehkan. Karena setiap individu itu unik, sehingga kita harus menerima diri kita apa adanya.

 

Menurutku, dongeng didalamnya sangat recomended untuk ABK (Anak Berkebutuhan Khusus) agar mereka selalu bersyukur dalam kondisi apapun, termasuk bersyukur dengan kekurangan yang dimilikinya. Karena setiap individu itu unik dan istimewa, sehingga beberapa cerita di dalam buku ini memiliki pesan untuk selalu bersyukur, percaya diri, dan bangga pada diri sendiri. Semoga dongeng yang ada di buku ini dapat membantu ABK untuk dapat menerima dirinya apa adanya. Dengan segala kekurangan, kelebihan serta keunikannya.

Advertisements

Arthur ADB (Anemia Defisiensi Besi)

Arthur skrining ADB

Sekitar 6 bulan yang lalu, arthur sempat demam beberapa hari dan aku bawa ke dokter anak, waktu itu Arthur bertemu dengan dr rina triasih di RS Hermina Jogja. Dokter Rina melakukan anamnesis dan memeriksa fisik Arthur. Karena saat itu arthur juga sedikit diare. Dokter rina detail banget meriksanya, nggak keburu-buru juga padahal diluar masih banyak yang antri.

Seperti biasa, Arthur diperiksa dengan stetoskop dan termometer. Saat itu badannya anget tapi masih aktif. Waktu periksa mulutnya, ternyata gigi Arthur lagi pada mau keluar. Geraham atas dan bawah. Kemungkinan penyebab demam adalah gigi tumbuh. Karena langsung 4 geraham yang keluar. Padahal taring bawahnya aja baru keluar separo belum nongol full.

Dokter juga memeriksa penis Arthur, karena takutnya ada ISK. Demam adalah salah satu ciri ISK. Tapi Kata dokter, sepertinya tidak ada tanda ISK. Karena Arthur kalo pipis juga nggak keliat kesakitan. Sehingga tidak perlu cek urin. Hanya ada gejala fimosis, tapi nggak parah amat. Hanya penis nya harus sering di bersihkan. Supaya tidak ada kotoran yang menyumbat.

Lalu Arthur juga disarankan cek darah, karena demamnya udah sekitar 3 harian. Untuk memeriksa haemoglobin, trombosit, leukosit, dsb. Agak drama juga pas cek darah, diambil darah dari jarinya beberapa cc. Nangis kejer. Hasil cek darah langsung keluar sekitar 15-30menit kemudian dan langsung aku konsultasikan dengan dr rina. Ternyata Hb Arthur rendah. Hanya 8 g/dl, normalnya 10,8 – 12,8 g/dl. Dokter bilang, Arthur kemungkinan kurang asupan zat besi juga, disebut ADB (Anemia Defisiensi Besi). Karena Arthur memiliki riwayat prematur, BBLR, dan juga ASI eksklusif bahkan masih ASI sampai sekarang.

Kandungan zat besi didalam ASI tidak mampu memenuhi kebutuhan zat besi yang diperlukan oleh tubuh, namun zat besi yang di peroleh dari ASI dicerna dengan mudah oleh sistem pencernaan bayi.Selingan susu seperti UHT ataupun susu murni, biasanya kandungan zat besinya juga sedikit. Sehingga sebaiknya, diberikan suplemen zat besi tambahan.

Arthur pun diresepkan Fe (suplemen zat besi). Awalnya Arthur minum ferlin drop, 1 botol sampe habis dalam beberapa minggu. Lalu aku pun beli lagi di apotek, tapi Arthur sering muntah tiap dikasih ferlin yang baru. Akhirnya aku coba konsultasikan ke dokter lagi saat imunisasi, suplemennya pun diganti merk feriz. Dan sampai sekarang Arthur masih rutin minum feriz.

 

****************************************************************************

BB Arthur Stuck

Lalu sekitar 6 bulan kemudian, Aku sedikit galau. Setelah berdiskusi sebentar dengan dr rinawati di metro tv, beliau sambil kasih liat chart ke aku tentang pertumbuhan arthur. Katanya arthur kayak anak 12-13 bulan. Badannya tidak sesuai dengan usianya dan ada di garis merah 💔  Beliaupun menyarankan untuk konsultasi ke dsa sub gizi.

Mama Arthur dalam acara Selamat Pagi Indonesia @MetroTV , selasa 12 september 2017

Lalu aku pun berencana ke dr Rina Triasih di hermina jogja. Beliau sebenernya dsa sub spesialis respirologi (paru anak). Tapi aku pengen coba dulu Bagaimana saran beliau karena aku merasa klik konsultasi dengan beliau. Komunikatif, detail dan nggak kemrungsung. Aku pun menceritakan kegalauanku setelah pertemuanku dengan dr rinawati, karena Arthur BB nya kurang. Lalu setelah di cek ulang, di buku KMS nya Arthur ternyata pertumbuhannya ada di garis ijo muda. Bisa dibilang masih dalam batas aman, tapi kan tidak boleh santai dan kalo bisa dikejar.

Dokter Rina juga sempat menghitung sesuatu, entah apa aku nggak tau. Hehehe. Tapi dia menjelaskan bahwa berat badan dan tinggi badan Arthur Proporsional, di angka 85%. Jika berada di bawah 80% dapat dikatakan kurang gizi. Namun jika dilihat perbandingan berat badan dan tinggi badannya dengan usia koreksinya, memang harus dikejar. Karena arthur usia 2 tahun udah nggak pakai usia koreksi lagi buat tumbuh kembangnya. Anak prematur masuk usia 2 tahun, tumbangnya diusahakan sudah bisa sesuai dengan anak-anak seusianya.

Memanglah masalah berat  badan anak yang seret naiknya, dan bahkan stuck membuat galau para Ibu. Nggak terlalu di khawatirkan juga sih sebenernya, tapi ya nggak boleh terus jadi nyantai juga.

Waktu periksa, Arthur pas lagi agak batuk pilek,  ternyata hanya common cold. Batuk nya juga gak kelihatan, paru-paru bersih. Pileknya juga nggak parah sampai bikin mampet.  PAs diperiksa, Arthur sensi banget, kayaknya dia udah tau ketika masuk di ruang periksa akan ada sesuatu yang terjadi pada dirinya. Karena waktu mau di stetoskop pun dia nggak mau, padahal stetoskop nempel di bajunya bukan di kulitnya. Dia langsung menepis stetoskop itu. Sampai dr rina pelan-pelan banget periksanya, dia masih aja kerasa. Akhirnya yaudah, sambil nangis deh diperiksanya. Padahal udah dibilangin sebelumnya, kalau arthur mau pergi ke hermina ketemu dengan dr rina untuk diperiksa.

Aku sempet bikin beberapa list pertanyaan untuk dokter rina. Yang aku tulis di buku pasien hermina. Beliaupun jawab pertanyaan itu satu persatu. Katanya “Wah aku dikasih soal ujian, sebentar aku tak tes dulu” Hehehehe…

List pertanyaanku itu antara lain masalah BB arthur yang stuck, perlukah review ADB dan tes urin untuk cek ISK, perlukah asupan susu atau makanan cair tambahan selain ASI, dan perlukah ke dsa subspesialis gizi.

 Penyebab berat badan anak stuck, biasanya :

asupan makanan

padahal arthur maem doyan. kalopun gtm juga nggak parah amat karena lagi nggak tumbuh gigi juga. Makan udah pakai protein nabati hewani, dll juga.

ADB (Anemia Defisiensi Besi)

Arthur emang positif ADB tapi sudah di terapi pake suplemen sekitar 5-6bulanan, dan setelah di review ternyata udah bagus.

ISK (Infeksi Saluran Kencing)

Nggak ada tanda ISK, arthur nggak lagi demam juga. Jadi menurut dokter nggak perlu cek urin segala.

TB (Tuberkulosis)

Nggak ada tanda TB. Coba skoring sendiri hasilnya memang nggak ada tanda TB jadi tidak perlu mantoux segala.

 

Review ADB

Karena cek ADB terakhir sudah 6 bulan yang lalu, doter rina menyarankan untuk dilakukan review. Bagaimanakah hasilnya setelah diberikan suplemen zat besi secara rutin. Di review nya dengan tes darah di laboratorium seperti awal dulu. Dan dramaaakkk bangeetttt…. Di stetoskop aja nggak mau dan ngambek. Ini mau diambil darahnya segala. Sampe dipegangin 4 orang waktu ambil darah. Nangis kejer teriak sampai jackpot. Kasihan sebenenya, aku malah jadi inget perjalanan diagnosa Arthur dulu, bolak balik diperiksa ini itu segala macem. Tapi mau gimana lagi kan, balada antara tega nggak tega. Semua demi kesehatan Arthur kok.

Selesai ambil darah untuk sample, jari Arthur diplester tapi dia masih nangis dan malah ditarik plesternya soalnya dia risih. Sampai ganti 4x plesternya. Karena dia tarikin mulu, dan dikibasin. Akhirnya sama perawat ditebelin beberapa kali tuh buntelan plesternya, eehhh malah diteken-teken ama dia karena dia risih. Darahnya masih keluar dan merembes ke plester. Minta ganti lagi deh plester dan perbannya. Abis itu dia baru diem nangisnya karena dibeliin puding di kantin hermina, dan nggak lama kemudian dia molor digendong eyangnya. Antara capek nangis dan emang dasarnya udah ngantuk.

Hasil lab langsung keluar sekitar 15 menit kemudian, dan aku langsung serahkan ke dr rina untuk dikonsultasikan. Alhamdulillah hasilnya bagus jadi tidak ada tes lanjutan untuk pemeriksaan lab yang lebih detail. 6 bulan yang lalu Hb nya 8 g/dl, setelah terapi pakai vitamin zat besi secara rutin sehari 2 kali sekarang Hb nya udah naik jadi 13,1 g/dl. Dokter rina menyarankan suplemen zat besi tetap diberikan tapi sekarang sehari sekali aja.

Aku pun tanya kesimpulannya, jadi apakah penyebab bb nya Arthur stuck? Apa perlu diberikan susu atau suplemen tambahan lagi?

Dokter Rina menyarankan Arthur untuk diberikan tambahan makanan cair. Yaitu infantrini atau nutrinidrink. Namun disarankan, lebih baik konsul ke dsa sub gizi dulu, soalnya masalah begini wilayahnya dsa sub gizi.

Biasanya nanti  dsa sub gizi mereview pola makannya, dan juga membuatkan menu untuk asupan makanan apa saja yang sebetulnya diperlukan oleh tubuh Arthur. Kalau ternyata memang asupannya dari makanan masih kurang, baru deh dikasih tambahan makanan cair seperti susu tapi bukan susu juga sih yaitu infantrini atau nutrinidrink itu tadi.

Sebaiknya sih memang harus dikonsultasikan ke dsa sub spesialis gizi dulu. Karena makanan cair seperti infantrini atau nutrinidrink tidak boleh sembarangan diberikan, harus berdasarkan resep dokter atau ada indikasi medis tertentu.

Jadi setelah ini, kunjungan berikutnya adalah ke dokter subspesialis gizi.

 

 

Berikut Artikel yang diambil dari IDAI mengenai Anemia kekurangan zat besi

Secara sederhana anemia sering diartikan sebagai kekurangan darah. Secara teoritis anemia merupakan istilah untuk menjelaskan rendahnya nilai hemoglobin (Hb) sesuai dengan umur dan jenis kelamin. Pada anak anak, kekurangan zat besi atau Anemia defisiensi Besi (ADB) merupakan penyebab anemia terbanyak. Anemia kekurangan zat besi ialah anemia yang disebabkan oleh berkurangnya cadangan zat besi tubuh. Prevalensi anemia defisiensi besi di Indonesia masih sangat tinggi, terutama pada wanita hamil, anak balita, usia sekolah dan pekerja berpenghasilan rendah. Pada anak-anak Indonesia angka kejadiannya berkisar 40-50%. Hasil survei kesehatan rumah tangga (SKRT) melaporkan kejadian anemia defisiensi besi sebanyak 48,1% pada kelompok usia balita dan 47,3% pada kelompok usia anak sekolah.

ADB pada anak akan memberikan dampak yang negatif terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak, yaitu dapat menurunkan sistem kekebalan tubuh sehingga meningkatkan kemungkinan terjadinya infeksi. Selain itu berkurangnya kandungan besi dalam tubuh juga dapat menyebabkan gangguan pertumbuhan organ tubuh akibat oksigenasi ke jaringan berkurang. Masalah yang paling penting yang ditimbulkan oleh defisiensi besi yang berlangsung lama, adalah menurunkan daya konsentrasi dan prestasi belajar pada anak

Saat lahir, bayi memiliki Hb dan cadangan zat besi yang tinggi karena zat besi ibu mengalir aktif  melalui plasenta ke janin tanpa perduli status besi sang ibu. Setelah lahir akan terjadi 3 tahap, yaitu:

  1. Usia 6-8 minggu akan terjadi penurunan kadar Hb sampai 11 g/dl, karena eritropoeisis berkurang dan umur sel darah merah janin memang pendek
  2. Mulai umur 2 bulan, Hb akan meningkat sampai 12,5 g/dl, saat ini eritorpoeisis mulai meningkat dan cadangan besi mulai dipakai (deplesi)
  3. Diatas usia 4 bulan cadangan besi mulai berkurang dan dibutuhkan zat besi dari makanan.

Pada bayi aterm, deplesi jarang terjadi sebelum usia 4 bulan, dan anemia juga jarang terjadi bila mulai dikenalkan makanan saat usia 4-6 bulan. Tetapi pada bayi premature, deplesi dapat terjadi pada usia 3 bulan karena pertumbuhan lebih cepat dan cadangan besi memang lebih sedikit.

Beberapa faktor yang dapat memicu kekurangan zat besi pada manusia adalah status hematologik ibu hamil, Bayi dengan berat lahir rendah (BBLR), Bayi kembar, Infeksi, Infestasi parasit.

Sedangkan faktor faktor yang dapat menjadi penyebab kekurangan zat besi pada anak adalah:

  1. Pertumbuhan yang cepat
  2. Pola makanan. Susu merupakan sumber kalori utama bayi. Zat besi pada ASI  merupakan zat besi yang mudah diserap, tetapi zat besi pada susu formula memiliki bentuk ikatan non-heme sehingga lebih sulit diserap oleh usus. Pada bayi aterm, pemberian ASI saja sampai usia 6 bulan masih dapat memenuhi kebutuhan zat besi bayi, tetapi tidak bagi bayi premature. Komposisi makanan kita yang lebih banyak mengandung sereal/serat juga berperan dalam penyerapan zat besi. Besi pada serat bersifat non-heme dan serat sendiri dapat menghambat penyerapan zat besi.
  3. Infeksi. Kuman penyebab infeksi menggunakan zat besi untuk pertumbuhan dan multiplikasinya. Sehingga anak yang sering infeksi dapat menderita kekurangan zat besi
  4. Perdarahan saluran cerna
  5. Malabsorbsi (gangguan penyerapan makanan dalam usus)

Bagaimana mengetahui anak dengan ADB?

1. Klinis

Biasanya diagnosis klinis tegak sesudah terjadi anemia, yang sebenarnya merupakan gejala lanjut dari kekurangan zat besi. Pada tahap awal yang sering dikeluhkan orang tua adalah iritabel, lesu, lemas, nafsu makan berkurang, perhatian mudah teralih, tidak bergairah bermain, cepat lelah bila sedang bermain, sulit konsentrasi dalam belajar, pusing atau sakit kepala, dada berdebar-debar, sampai gejala yang sangat berat berupa pica (gemar makan atau mengunyah benda tertentu seperti tanah, kertas, kotoran, alat tulis, pasta gigi, dll)

2. Laboratoris

Hasil pemeriksaaan laboratorium biasanya sesuai dengan stadium kekurangan zat besi, yaitu:

– Stadium I: deplesi cadangan besi (penurunan kadar feritin)

– Stadium II: defisiensi besi tanpa anemia (penurunan SI dan TIBC)

– Stadium III: anemia defisiensi zat besi (penurunan Hb, MCV, Ht)

Dianjurkan pemeriksaan laboratorium untuk mendeteksi dini defisiensi zat besi pada usia 1 tahun untuk bayi aterm, usia 6-9 bulan untuk bayi preterm, usia anak 2-3 tahun, 5 tahun dan saat dewasa muda.

Apakah ADB dapat diobati? Tentu saja ADB dapat dan harus segera diobati bila diagnosis sudah ditegakkan. Pada keadaan anemia defisiensi zat besi dapat diberikan  preparat besi (ferosulfat / ferofumarat / feroglukonat), diberikan diantara waktu makan pengobatan dilanjutkan sampai 2-3 bulan setelah kadar Hb normal untuk mengisi cadangan besi dalam tubuh. Dengan pemberian yang teratur, kadar Hb akan meningkat 1 g/dl tiap 1-2 minggu. Penyerapan dapat ditingkatkan dengan pemberian vit. C. Penyerapan akan berkurang akibat zat tannin (teh), susu, telur, fitat dan fosfat yang terdapat dalam tepung gandum. Setelah kadar besi normal di dalam tubuh, penting untuk ibu ibu untuk mencegah agar tidak sampai jatuh dalam keadaan anemia lagi.

Pencegahan dapat dilakukan dengan menghindari minum susu segar sapi yang berlebihan, memberikan makanan yang mudah absorbsi besinya (daging, ikan, ayam, hati dan asam askorbat). Sedangkan untuk bayi baru lahir, ibu ibu harus menggalakkan ASI sampai 4-6 bulan untuk bayi aterm, tetapi untuk bayi premature mulai diberikan preparat besi saat usia 2 bulan atau makanan tambahan yang mengandung suplemen besi saat usia 4-6 bulan.

Penulis: Rini Purnamasari

Reviewer: Hikari Ambara Sjakti

Ikatan Dokter Anak Indonesia

Skrining Yang Wajib Dilakukan Pada Bayi Prematur

Bayi prematur dilahirkan lebih cepat dari perkiraan kelahiran. Bisa dibilang prematur kalau lahir nya maju lebih dari 3 minggu dari perkiraan atau usia kehamilan <37  weeks.

Bayi prematur wajib dilakukan berbagai macam skrining untuk mendeteksi gangguan kesehatan yang kemungkinan dialaminya. Karena dia born to soon, perkembangan organ terjadi di luar kandungan sehingga sangat riskan terjadi berbagai macam gangguan kesehatan. Bayi prematur juga bisa lahir dengan beberapa kondisi yang salah satunya menyebabkan disabilitas. . Jangan terus bilang “anak ku prematur tapi nggak apa-apa kok ngapain kudu skrining”. Bu ibuk, beberapa kejadian tidak bisa dilihat dengan kasat mata loh. Butuh pemeriksaan secara medis dengan alat tertentu. Misalnya saja pada kasus ROP ataupun loss hearing.

Kalau arthur, bisa dibilang skrining nya telat. Ya karena kurang pemahaman saya tentang informasi pentingnya skrining ini. Pihak medis yang merawat arthur saat di NICU juga kurang mengedukasi hal ini. Sangat disayangkan juga, saya mendengar cerita para ibu-ibu preemie yang lain, mereka juga nggak paham mengenai skrining apa saja yang harus dilakukan. Padahal ini sangat penting dan berdampak pada masa depan anak. Hal semacam ini pun kemudian menjadi tugas komunitas atau support group untuk mengedukasi secara benar.

Screening prematuritas yang wajib dilakukan antara lain adalah:

1. Skrining ROP (Penglihatan)

Skrining mata untuk pemeriksaan ROP hukumnya wajib bagi bayi prematur!!!

Skrining ROP, gold standard nya menggunakan alat yang bernama opthalmoskop indirect. Dilakukan oleh dokter spesialis mata (biasanya oleh subspesialis mata anak atau subspesialis retina). Jika dibutuhkan pemeriksaan yang lebih detail dapat dilakukan retcam (foto retina).

Arthur menjalani skrining mata pertamanya saat usia 5 minggu dan hasil nya baik, nggak ada gejala ROP. Dokter nya bilang terserah aja mau balik untuk skrining lagi atau nggak.  Bodohnya aku waktu itu, pikirku arthur nggak apa – apa kok. Yaudah nggak skrining mata lagi.

Setelah itu dia berkali-kali di skrining saat usia 4bulan karena mencari diagnosa yang tepat. Pakai Opthalmoskop Indirect, USG mata, dan akhirnya setelah dilakukan pemeriksaan dengan retcam (foto retina) Arthur pun fix terdiagnosa ROP stage 5.

Baca :

Diagnosa Final – ROP end of stage

Retinopathy Of Prematurity (ROP)

2. Screening THT (Pendengaran)

Kalau skrining THT pertama kali waktu arthur usia 2minggu. Ada perawat yang dateng ke NICU untuk periksa telinga arthur. Screening dilakukan dengan OAE. Jika hasilnya butuh tindak lanjut biasanya, dilakukan tes BERA yang hasilnya bisa lebih akurat.

Pas arthur pulang dari NICU aku dikasih laporan hasil skrining THT nya waktu  itu, hasilnya baik tidak ada masalah dan disitu di tulis skrining lagi akhir maret (saat usia Arthur UK 40 weeks atau sesuai HPL nya) . Aku juga nurutin dateng lagi buat skrining THT yang kedua walaupun telat beberapa hari datengnya. Hasilnya Baik. tidak ada masalah pada indra pendengarannya.

Saat ini banyak Rumah sakit yang sudah memiliki standard wajib, melakukan skrining OAE pada bayi yang baru lahir. Baik bayi premature maupun bayi yang lahir cukup bulan.

 

3. Skrining Kepala / Otak

Skrining kepala biasanya dilakukan dengan USG kepala, dan juga bisa dilakukan dengan MRI jika ingin pemeriksaan lebih lanjut atau ada indikasi medis tertentu. Kalau menurut aku, jika dokternya nggak nyaranin CT scan mending MRI aja. Soalnya CT scan radiasinya tinggi banget. Kasihan bayi nya. Tapi kalau memang perlu dilakukan CT scan, mau gimana lagi.

Kalau waktu itu arthur nggak dicurigai ada retinoblastoma mungkin aku nggak ngelakuin pemeriksaan CT scan ini, karena aku juga belum paham dan belum memiliki banyak informasi mengenai skrining kepala.

Baca :

Drama CT scan Arthur

4. Skrining Jantung

Arthur menjalani skrining jantung (ECHO) bisa dibilang telat banget. Pas dia udah 9 bulan. Itu juga karena dsa nya waktu itu lebih aware, sehingga langsung menyarankan dan memberi rujukan untuk ECHO. Karena dicurigai ada PFO, dan juga Arthur belum pernah ada riwayat dilakukan ECHO.  Alhamdulillah hasil ECHO nya juga bagus, dan ternyata tidak ada tanda PFO.

Baca :

arthur skrining jantung (echo)

5. Skrining paru-paru dan pencernaan

Saat pertama kali masuk NICU, arthur di rontgen dulu. Untuk mengecek bagaimana kondisi paru – paru dan pencernaannya. Karena Arthur juga sempat mengalami APNEA setelah lahir, dikawatirkan paru – parunya belum berkembang sempurna.

Waktu itu aku baru tahu kalau Arthur sempat di rontgen, saat Arthur akan pulang ke rumah. Perawat memberikan hasil babygram kepadaku , yang ternyata hasil foto rontgen Arthur sebelum masuk di ruang NICU.

 

6. Skrining Hipotiroid

Sebetulnya skrining Hipotiroid wajib dilakukan ke seluruh bayi yang baru lahir baik premature maupun cukup bulan. Namun masih banyak rumah sakit di Indonesia yang belum melakukan skrining hipotiroid pada bayi baru lahir. Skrining HK paling baik dilakukan saat bayi berumur 48-72 jam atau sebelum bayi pulang. Sedikit darah bayi diteteskan di atas kertas saring khusus, dikeringkan kemudian bercak darah dikirim ke laboratorium

Hipotiroid jika kadar hormon tiroid pada bayi dibawah normal.  Skrining hipotiroid kongenital dilakukan untuk mendeteksi adanya hipotiroid kongenital (bawaan lahir). Karena diawal kehidupan, gejala klinis hipotiroid kongenital tidak tampak dan seharusnya menjadi skrining wajib.

Salah satu dampak hipotiroid kongenital jika tidak mendapat penanganan adalah pembesaran pada leher yang sering disebut gondok. Hipotiroid kongenital juga bisa mengakibatkan gangguan tumbuh kembang dan kecerdasan anak. Seperti

  1. Tubuh pendek (cebol)
  2. Muka hipotiroid yang khas ( muka sembab, bibir tebal, hidung pesek)
  3. Mental terbelakang, bodoh (IQ dan EQ rendah)/ idiot
  4. Kesulitan bicara dan tidak bisa diajar bicara

Aku tau mengenai skrining Hipotiroid ini sebenarnya juga belum lama, saat chat whatsapp dengan dr Rinawati yang waktu itu aku temui saat live di metro tv. Karena aku juga belum mengetahui banyak mengenai Hipotiroid Kongenital ini, silahkan kunjungi website IDAI. Disana ada beberapa artikel yang membahas mengenai Hipotiroid Kongenital.

**********************************************************************

Berikut kutipan artikel dari seminar acara world prematurity day 2016 yang diselenggarakan oleh komunitas premature indonesia

Skrining bermanfaat untuk mengetahui secara dini masalah-masalah pada tubuh seseorang. Termasuk pada bayi prematur, skrining penting dilakukan. Mengingat pada bayi prematur, karena lahir sebelum waktunya organ tubuh mereka bisa dikatakan belum berkembang sebagaimana mestinya.

Diungkapkan dr Agung Zentyo Wibowo dari Prematur Indonesia, masalah pada bayi prematur menjadi masalah yang serius. Di Indonesia, 1 dari 7 kelahiran adalah bayi prematur sehingga penanganan bayi prematur seperti skirining dinilai sangat penting.

“Bayi prematur bisa lahir dengan beberapa kondisi yang salah satunya menyebabkan disabilitas. Oleh karena itu skrining sangat wajib dilakukan untuk mendeteksi dini masalah-masalah tersebut,” tutur dr Agung.

Hal tersebut ia sampaikan usai acara World Premature Day: Optimalisasi Tumbuh Kembang Bayi Prematur di Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia, Depok, Sabtu (3/12/2016). Lalu apa saja skrining-skrining yang harus dilakukan pada bayi prematur?

Skrining pertama ialah rontgen untuk memeriksa sistem pernapasan dan saluran pencernaan. Sebab, bayi yang lahir di bawah usia 34 minggu memiliki paru-paru yang tidak berkembang dengan baik sehingga berisiko mengalami masalah pernapasan.

Baca juga: Peneliti: Lahir Prematur, Perkembangan Bayi Lebih Berisiko Terhambat

“Pemeriksaan ini biasanya dilakukan 6 jam setelah lahir. Jika hasilnya bayi normal tanpa masalah berarti bisa dikatan aman,” sambung dr Agung.

Selanjutnya adalah pemeriksaan mata yakni retinopathy of prematury (ROP). Pemeriksaan ini dilakukan secara berkesinambungan dan berdasarkan dua hal. Jika bayi lahir di bawah usia kandungan 30 minggu, pemeriksaan ROP dilakukan setelah bayi berusia 4 minggu. Sedangkan, jika bayi lahir di atas usia 30 minggu, maka pemeriksaan dilakukan di usia 2 minggu.

“Pemeriksaan ini paling penting ya karena semua bayi prematur apalagi di bawah 28 minggu pasti mengalami ROP. Karena ROP bisa membuat retina berkembang abnormal sehingga berisiko kebutaan,” kata dr Agung.

Skrining ketiga adalah pemeriksaan pendengaran OAE (Otto Acoustic Emission). Pemeriksaan ini dinilai dr Agung sangat sederhana yaitu hanya dengan menempelkan alat pada telinga bayi kemudian alat bisa mengevaluasi hasilnya.

Yang terakhir adalah USG (ultrasound) kepala karena kepala pada bayi prematur rentan mengalami perdarahan. dr Agung menyebutkan pemeriksaan ini harus dilakukan pada minggu-minggu pertama.

“Jadi skrining 4 ini wajib harus dilakukan. Kalau masih kurang yakin ya bisa ditambah 1 lagi yaitu magnetic resonance imaging (MRI),” imbuh dr Agung.

Oleh karena itu, dr Agung mengingatkan kepada seluruh orang tua yang memiliki bayi prematur untuk segera melakukan skrining-skrining tersebut. Karena masalah yang diketahui dini bisa ditangani dini dan hasilnya, perkembangan anak pun jadi lebih baik.

“Pokoknya anak prematur di bawah 37 minggu harus skrining. Karena bayi yang nggak cukup bulan tetap memiliki risiko mengalami gangguan kesehatan. Meski memang, risiko paling tinggi pada bayi di bawah 32 minggu dan berat di bawah 700 gram,” pungkas dr Agung.

Kangaroo Mother Care (KMC)

Kangaroo Mother Care (KMC) atau Perawatan Metode Kanguru (PMK) sangat disarankan sekali dilakukan kepada bayi prematur. Banyak sekali manfaat yang didapatkan dari KMC ini daripada hanya mengandalkan peralatan inkubator saja. Setelah bayi diperbolehkan pulang ke rumah, lebih baik dan sangat disarankan untuk melakukan KMC saja daripada menggunakan inkubator rumahan. Karena saat bayi diperbolehkan pulang (bukan pulang paksa) artinya kondisi bayi sudah baik dan stabil. Tidak pelu menggunakan inkubator segala. Inkubator rumahan sebetulnya juga memiliki resiko. Karena inkubator adalah peralatan medis, sehingga harus diawasi penggunaannya oleh tenaga medis. Pernah denger berita tentang bayi yang gosong karena berada di dalam inkubator kan? Kira – kira seperti itulah salah satu resikonya. Jika sudah pulang ke rumah, lebih baik melakukan KMC yang sangat praktis, sederhana, nggak ribet, gratis, dan minim resiko.

KMC sangat ditunggu para bayi prematur. Karena KMC adalah kesempatan pertama bayi prematur untuk bertemu dan berada didekapan ibunya setelah beberapa hari dipisahakan di ruang NICU. KMC dilakukan setelah kondisi bayi benar-benar stabil dan dokter sudah memberikan ijin untuk bisa dilakukan KMC.

KMC merupakan alternatif pengganti inkubator dalam perawatan bayi prematur atau BBLR, dengan banyak kelebihan antara lain :

  1. Metode yang mudah, praktis, dan murah. Serta dapat dilakukan siapa saja selain ibu.
  2. Skin to skin ibu dan bayi. Merupakan cara yang palng efektif untuk memenuhi kebutuhan bayi yang paling mendasar yaitu adanya kontak kulit bayi ke kulit ibu , dimana tubuh ibu akan menjadi thermoregulator bagi bayinya, sehingga bayi mendapatkan kehangatan dari tubuh ibunya dan terhindar dari hipotermia. Karena bayi prematur rentan mengalami hipotermia (kedinginan). Dan juga dapat menurunkan suhu tubuh bayi saat bayi demam.
  3. KMC mempermudah pemberian ASI.
  4. Memberikan perlindungan dari infeksi, daya tahan tubuh yang lebih baik, memberikan stimulasi,keselamatan dan kasih sayang.
  5. Dapat menurunkan kejadian infeksi , penyakit berat, masalah menyusui.
  6. Mengurangi terjadinya post partum depression atau baby blues.
  7. Meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan bayi. KMC juga berpengaruh dengan kenaikan berat badan bayi.
  8. Bayi tidur lebih nyenyak.
  9. Mengurangi angka kematian pada bayi prematur.

Banyak banget kan manfaat KMC ini, dibandingkan hanya menggunakan inkubator saja? Apalagi jika bayi sudah berada di rumah, lebih baik dilakukan KMC sesering mungkin daripada mengandalkan inkubator rumahan.

Berikut juga Saya Copas dari Facebook tentang manfaat KMC, yang ditulis oleh Mbak FAtimah Berliana Monika Purba (Konselor ASI)

Merawat bayi preterm/prematur bukan hanya sekedar menghangatkan badan bayi, bukan hanya sekedar “membesarkan bayi” tetapi banyak hal yang perlu diperhatikan seperti : Apakah ROP (Retinopathy of Prematurity) ? Ini banyak sekali kasus yang terlambat diketahui, diketahui ketika bayi sudah kehilangan penglihatannya. Kemudian bagaimana kondisi jantungnya yang diketahui melalui Echo jantung? Lalu sudahkah lakukan EEG? Sudahkan OAE (Otoacoustic Emissions) – tes pendengaran? Bagaimana fungsi parunya? Apakah masih perlu alat bantu napas? Nah jadi bukan “hanya” sekedar perlu inkubator.

Tahukah bahwa ada yang namanya KMC (Kangoroo Mother Care) / PMK (Perawatan Metoda Kangguru)? Ketika bayi dinyatakan stabil dan boleh keluar RS pun ketika di rumah tidak dimasukkan ke inkubator, tapi terus melanjutkan KMC/PMK. Bila belum tau apa itu PMK mari simak tulisan saya ini :

Perawatan Metoda Kangguru (PMK) / Kangaroo Mother Care (KMC) adalah perawatan untuk bayi preterm / prematur, bayi yang lahir dengan usia gestasi kurang dari 37 minggu dan BBLR (Bayi Berat Lahir Rendah) dengan cara bayi melakukan skin to skin contact / kontak kulit dengan kulit dengan Ibunya.
Nama kangguru dipilih untuk menggambarkan bahwa metoda PMK mirip dengan cara kangguru membawa anaknya (kantung di perut Ibu kangguru).

Pada tahun 1978, karena meningkatnya angka kematian bayi dan bayi yang sakit di sebuah NICU di Bogota, Kolombia, Dr. Edgar Rey Sanabria memperkenalkan metoda baru dalam merawat bayi BBLR dengan kondisi terbatasnya tenaga kesehatan dan fasilitas kesehatan. Rekomendasinya adalah Ibu melanjutkan kontak kulit dengan kulit dengan bayi untuk menjaga agar bayi tetap hangat dan memberikan ASI eksklusif sesuai kebutuhan bayi.

Dengan cara ini, kebutuhan akan inkubator dan tenaga kesehatan berkurang. Tubuh Ibu berfungsi sebagai thermoregulator (pengatur suhu tubuh) bagi bayi sehingga badan bayi tetap hangat dan dapat terhindar dari hipotermia (suhu tubuh dingin, di bawah 36,5 derajat Celsius). Hampir 2 dekade pelaksanaan dan penelitian mengenai PMK menyatakan bahwa PMK lebih dari sekedar alternatif pengganti inkubator – jadi bukan hanya bualan/omong kosong/janji surga semata. PMK adalah intervensi yang berdampak besar dan low cost + efisien yang telah terbukti menyelamatkan nyawa bayi preterm/premature &/ BBLR.

Secara spesifik manfaat PMK untuk Ibu dan bayi sbb:

Manfaat Perawatan Metoda Kangguru (PMK)

A. Untuk Ibu :

– Meningkatkan kedekatan (bonding) dan kasih sayang dengan bayi
– Meningkatkan produksi ASI
– Meningkatkan hingga 2 kali lipat kesuksesan menyusui dan lamanya menyusui
– Secara fisiologis tubuh Ibu terutama payudara Ibu merespon kebutuhan bayi akan kehangatan
– Meningkatkan kepercayaan diri, merasa mampu dan puas dalam merawat bayi
– Mengurangi stress (tertekannya hormon kortisol)
– Menghemat pengeluaran

 

B. Manfaat Untuk bayi preterm / prematur dan BBLR (Bayi Berat Lahir Rendah) :

– Suhu tubuh, detak jantung dan pernapasan normal
– ASI mudah didapat dan selalu tersedia, membantu memperkuat daya tahan tubuh bayi
– Kontak kulit dengan kulit memberikan rasa tenang, mengurangi stress bayi
– Mengurangi rasa sakit
– Membantu meningkatkan pertumbuhan bayi (berat badan, tinggi badan, lingkar kepala)
– Meningkatkan kedekatan dan kasih sayang dengan Ibu
– Berkurangnya resiko akan infeksi nosokomial, penyakit berat – penyakit saluran pernapasan bawah
– Tidur lebih nyenyak
– Keluar RS lebih cepat
– Berkurangnya resiko SIDS (Sudden Infant Death Syndrome)
– Membantu perkembangan motorik bayi
– Salah satu cara menangani bayi kolik
– Perkembangan kognitif & motorik yang lebih baik

Alhamdulilah ternyata sudah ada penelitian2 Evidence Based mengenai: Perbandingan hasil PMK vs Inkubator :

1. Penelitian tingkat Meta analisis dari 3 RCT menunjukkan penurunan tingkat kematian bayi dengan BBL <2kg sebesar 51% bila mendapatkan PMK dibanding dengan perawatan konvensional inkubator.

2. Ruth Feldman & Arthur tahun 2002 membanding 73 bayi premature di NICU yang menerima PMK vs perawatan inkubator. Hasilnya para Ibu bayi premature yang melakukan PMK memiliki perasaan yang lebih tenang dan positif, terhindar dari depresi, sementara bayi menunjukkan respon positif yaitu lebih alert & berkurang keengganan untuk menatap.

3. Bayi yang melakukan PMK kenaikan Berat Badan per harinya LEBIH BAIK dibanding bayi yang dirawat konvensional (inkubator) : 23,99 gr vs 15,58 gr

4. Para Ibu yang melakukan PMK lebih besar kemungkinan untuk menyusui & mencapai keberhasilan menyusui

5. Perkembangan kognitif & motorik bayi2 yang mendapatkan PMK lebih baik dibandingkan bayi2 yang dirawat konvensional

6. PMK yang dilaksanakan selama bayi dirawat RS neurodevelopmentalnya lebih baik. Skor Mental Development Index & Psychomotor Development Index menggunakan Bayley Scales of Infant Development yang dinilai pada saat usia 6 bulan & 12 bulan hasilnya Lebih Tinggi dibanding bayi2 yang dirawat konvensional

 

2 cara PMK (Perawatan Metoda Kangguru) :

1. PMK Sesi pendek / PMK intermiten

PMK tidak dapat dijalankan sepanjang waktu karena kondisi kesehatan bayi yang tidak memungkinkan (bayi dirawat intensif di NICU). PMK dilakukan saat Ibu mendapat jadwal mengunjungi bayi. PMK dilakukan minimal satu jam per hari walau bayi masih diberikan alat-alat bantu jadi ya, bayi dengan kondisi ini memang banyak berada di inkubator.

2. PMK Kontinu

Bila kondisi bayi sudah stabil terutama bayi dapat bernapas sendiri (spontan) tanpa bantuan oksigen.

 

MasyaaAllah sambil saya mengumpulkan dan mempelajari berbagai penelitian mengenai PMK , makin saya bersyukur bahwa Allah sudah beri kemudahan jalan untuk merawat bayi2 yang ditakdirkan lahir lebih cepat dari perkiraan. Tiada lain tulisan saya ini untuk mengEdukasi, sayapun berharap pemerintah, terutama Kemenkes menaruh perhatian, melatih para tenaga kesehatan mengenai pelaksanaan PMK dan tentunya para orang tua tidak terus berhenti belajar.

Sumber :

1. KMC Saves Newborn : Maternal & Child Health Integrated Program USAID

2. KMC – No More Incubator Care : Muhammad Ali Jan, Department of Pediatrics Saidu Group of Teaching Hospitals

3. Kangaroo mother care’ to prevent neonatal deaths due to preterm birth complications : http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/20348117

4. [Kangaroo Mother Care and conventional care: a review of literature]. http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/21843431

5. Effect of Kangaroo Mother Care on Vital Physiological Parameters of The Low Birth Weight Newborn http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4215507/

6. Kangaroo care for the preterm infant and family : http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3287094/

7. Incubation and Kangaroo Mother Care : https://www.eemec.med.ed.ac.uk/wiki/wikinode.asp…

8. Kangaroo Mother Care in reducing pain in preterm neonates on heel prick. http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/22544676

9. Effect of Early Skin-to-Skin Contact on Mother-Preterm Infant Interaction Through 18 Months: Randomized Controlled Trial http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2818078/

Selengkapnya di wall saya :

https://mobile.facebook.com/photo.php?fbid=10207749558682826&id=1409280466&set=a.1070999501093.13218.1409280466&source=43

F.B. Monika
La Leche League (LLL) International Leader
Konselor Menyusui & MPASI

Dan Berikut ini juga bisa dibaca penjelasan mengenai KMC di web resmi IDAI :

IDAI – PMK (perawatan metode kanguru)

 

Arthur dan Buku

Membuat anak seperti Arthur agar tertarik dengan buku itu sebenernya agak sulit juga. Buku anak pada umumnya dipenuhi gambar yang menarik supaya anak menyukainya. Tapi siapa bilang anak dengan hambatan penglihatan tidak bisa bermain dan belajar dengan buku.

Salah satu family project kami adalah membraillekan buku-buku arthur. Dan sebagian sudah di braillekan tapi masih ada sebagian lagi yang masih menjadi PR kami.

Family Project : Membraillekan Buku-Buku Arthur

 

Yang menjadi prioritas saat ini adalah hardbook dan touch and feel book, yang memang cocok untuk seusia arthur. Dan di buku tersebut belum banyak kalimatnya, ceritanya pun cukup sederhana.

Aku lebih sering beliin Arthur buku jenis touch and feel. Yang dia bisa raba berbagai macam tekstur. Sambil aku ceritakan, dia sambil meraba. Kebanyakan sih tentang hewan-hewan dan bukunya berbahasa inggris. Arthur sebenernya cukup tertarik dengan buku. Dia sering juga mengambil buku nya sendiri di rak  buku. Walaupun pada akhirnya kadang dia gigitin buku-bukunya. Tapi yang penting Arthur mau meraba berbagai macam tekstur yang ada di dalamnya.

Untuk huruf braillenya, Arthur belum cukup tertarik untuk merabanya. Karena mungkin usianya memang belum sesuai untuk belajar huruf braille. Setidaknya sudah mulai diperkenalkan dari sekarang.

❌ Visual : ❌👀❌

✅ auditori : mendengarkan informasi yang ada di buku atau mendengarkan cerita di buku tersebut.

✅ kinestetik : menggunakan indra perabanya untuk meraba berbagai macam tekstur di buku touch and feel.

#auditoriXkinestetik

#Day9

#Tantangan10Hari

#Level4

#GayaBelajarAnak

#KuliahBunsayIIP

#InstitutIbuProfesional

Teman Kesayangan Arthur

“Ayo belajar sambil bermain supaya kita pintar, dan disayang Allah serta Rasulullah”

Begitulah kalimat yang dikatakan Hafidz waktu baru nyala.

img_1413

 

Boneka Hafidz ini udah menemani Arthur sejak Arthur usia sekitar 3-4 bulan. Boneka ini dulu beli online, dan dia datang disaat yang tepat. Saat itu Arthur baru pulang dari CT scan karena diduga terdiagnosa retinoblastoma. Boneka hafidz langsung dibawa ikut ke Jakarta saat itu, untuk perjalanan pencarian diagnosa Arthur yang sebenarnya. Yang ternyata Arthur sudah kehilangan penglihatannya karena ROP stadium 5, salah satu resiko dari kelahirannya yang prematur.

Dialah kemudian yang menemani hari-hari Arthur, terlebih saat Arthur mau tidur. Sambil nenen, biasanya sambil dengerin murotal Al Quran atau kisah para nabi. Kadang boneka hafidz ini juga di kelonin dan disayang-sayang sama Arthur.

Apalagi sekarang Arthur sedang dalam tahap menirukan apa yang dia dengar. Boneka hafidz terdapat fitur vocabulary, berbagai macam kosakata dalam 3 bahasa. Yaitu bahasa indonesia, bahasa inggris dan bahasa arab. Kadang Arthur menirukan beberapa kata meskipun hanya kosakata terakhirnya saja.

Selain itu, Arthur juga suka Mendengarkan Muratal AlQuran, Asmaul Husna, kisah nabi dan rasul, doa sehari-hari, lagu-lagu, dan fitur hafidz yang lainnya.

Dengan membiasakan Arthur untuk memperdengarkan lantunan ayat AlQuran sejak dini, Semoga suatu saat nanti Arthur bisa menjadi seorang Hafidz. Dan mengamalkan ajaran yang terkandung dalam Al Quran.

 

#auditori

#Day8

#Tantangan10Hari

#Level4

#GayaBelajarAnak

#KuliahBunsayIIP

#InstitutIbuProfesional

Mama Arthur dalam acara Selamat Pagi Indonesia @MetroTV , selasa 12 september 2017

Kasus bayi debora cukup viral. Di berita pun sering dibahas.Debora memiliki riwayat prematur, sehingga metro tv hari itu akan mengangkat tema tentang perawatan bayi prematur.

Secara mendadak, aku diundang untuk live di acara selamat pagi indonesia tanggal 12 september 2017 kemarin.

Sehari sebelumnya, aku dapet DM di instagram. Dari seorang jurnalis metro tv, yang ternyata produser program selamat pagi indonesia di metro tv. Dia meminta kontakku atau komunitas premature indonesia. Untuk berdialog seputar perawatan bayi premature. Chat kami pun lanjut ke wa, dan aku juga memberikan nomor dr Agung selaku founder komunitas premature indonesia.

Tiba-tiba mas produser bilang, misal aku diundang metro tv besok pagi bisa nggak. Untuk acara selamat pagi indonesia.

Hehh.. aku syok..

Tambah syok pas tau kalau programnya dialog live di studio 😂

Secara aku ini nggak pinter public speaking. Nggak pinter ngomong. Jaman kuliah aja males presentasi di depan kelas, apalagi debat. Eh ini diminta untuk dialog live di TV, ditonton ribuan orang Indonesia.

Tapi aku pikir, ah nanti ada dr Agung yang bisa membantu menjelaskan penanganan bayi prematur. Aku bisa agak terbantu sedikit lah…

Awalnya aku agak ragu datang atau tidak. Aku di bekasi sementara studio metro tv di kedoya jakarta barat. Jauh banget dan pagi gitu pasti macet. Karena acara livenya jam 8 pagi. Ternyata pihak metro tv menawarkan fasilitas antar jemput.

Setelah aku pikir dan aku diskusikan dengan papa arthur dan juga komunitas. Akhirnya bismillah aja aku mengiyakan undangan dialog dari metro tv tersebut.

Dan…. ternyata dr Agung tidak bisa hadir, karena itu kapasitas dokter anak yang memberikan penjelasan. Karena dr Agung sendiri adalah dokter umum. Sementara pihak metro tv meminta narasumber 1 dokter anak dan 1 anggota komunitas premature indonesia.

dr Agung akhirnya sedikit kasih “training” ke aku tentang apa yang mesti disampaikan, sebagai pesan dari komunitas. Seperti misalnya mengenai masalah ASI, pentingnya screening, dampak dan resiko prematuritas, pentingnya KMC, big no inkubator rumahan, dll. Dan ternyata sesuai dengan apa yang ingin aku sampaikan, apalagi tentang masalah screening dan bahaya ROP. Supaya tidak ada lagi kasus ROP. Meskipun ternyata tidak semua nya bisa aku sampaikan, karena aku agak gugup dan hanya mengikuti pertanyaan yang diberikan reporter.

Akhirnya, aku pun datang ke acara dialog live tersebut sebagai anggota komunitas premature indonesia. Dan ternyata dokter anak yang akan hadir adalah dr Rinawati spA, yang memang spesialisasinya menangani bayi prematur. Beliau adalah dokter di perinatologi RSCM.

 

 Selasa, 12 September 2017

 

Pagi itu pun, kami berangkat ke studio metro tv. Dijemput driver metro tv ke rumah. Aku ditemenin arthur dan mama mertua. Arthur nggak mandi, cuma dilap tisu basah aja 😂 Soalnya jam 5 pagi aku udah dihubungi driver nya kalau udah hampir sampai. Sementara arthur masih molor. Akhirnya ya arthur dibangunin, dilap bentar ama ganti baju. Soalnya, kalau nggak diajak dia bakalan cari mamanya mulu. Supaya sekalian pada tau, ini lho anak premature dengan efek prematuritasnya.

Sampai di sana, kami menunggu sekitar 1 jam sebelum mulai live. Dan Arthur pun sempat bertemu dengan dr rina, aku pun cerita tentang prematuritas dan kondisi arthur saat ini. Eh dr rina bilang, arthur kurang gizi 😭 Karena berat badannya nggak sesuai sama usianya, beliau pun menunjukkan grafik nya. Dan beliau menyarankan untuk konsultasi ke dr anak subspesialis gizi. Padahal Arthur makannya banyak, ngemil doyan, vitamin zat besi juga tiap hari. Baiklah, besok atur jadwal untuk konsutasi ke dokter anak.

Aku dan dr rina pun dipanggil untuk masuk ke studio. Arthur dibawa mama jalan-jalan keluar supaya nggak nyari-nyariin mamanya. Karena didalem gedung ada tv nya, nanti kalau denger suaraku ndak malah nyariin terus nangis kan rempong. Soalnya arthur itu nempel kayak magnet banget ama aku.

Selama live, aku agak grogi juga sih. Tapi ternyata dialog dan diskusi nya cukup santai. Kayak ngobrol & ditanya-tanyain biasa. Presenternya juga ramah, saat break pun kami ngobrol santai. Di dalem studio juga cuma ada beberapa doang aja, Kalau ada banyak yang nonton baru deh aku bisa gugup banget. Hahahaha.. Padahal ya itu juga ditonton ribuan orang Indonesia di TV.

Dan Alhamdulilah semua berjalan lancar. Walaupun aku agak grogi juga 😂

Setelah selesai on air, aku sempat ngobrol dengan dr rina dan bertukar kontak. Karena dr rina menawarkan kerjasama dengan komunitas premature indonesia dalam menyambut acara world prematurity day november mendatang.

*World Prematurity Day diperingati setiap tanggal 17 november

Kalau ada yang belum sempat nonton acara selamat pagi indonesia di metro tv kemarin, bisa ditonton di web metro tv. Berikut link nya :

– PART 1: http://video.metrotvnews.com/selamat-pagi-indonesia/GNl6Bj9k-penanganan-ekstra-bayi-prematur-1

– PART 2: http://video.metrotvnews.com/selamat-pagi-indonesia/0KvG8VRN-penanganan-ekstra-bayi-prematur-2

– PART 3: http://video.metrotvnews.com/selamat-pagi-indonesia/akW874BK-penanganan-ekstra-bayi-prematur-3

 

Ternyata banyak yang nunggu Arthur nongol pas acara live kemarin. Pada nanya Arthur nya mana, kok nggak ikutan. Arthur ikut kok, tapi nggak ikut masuk studio. Dia nunggu di luar sama Uti nya. Kalau Arthur nya ikut masuk live di studio, yang ada mama malah ngemong enggak jadi ngomong. Hehehe…

 

img_1273
Bersama tante Widya Saputra dan Om Iqbal Himawan, Presenter MetroTV

Main Perosotan di Rumah Kakak

Hari ini Arthur main ke rumah kakak sepupu nya. Kakak icha & Abang enji. Mereka punya plosotan dirumahnya.

Arthur coba main perosotan, eh malah ketagihan minta terus. Yang jelas mainnya masih sambil dipegangin.

Arthur bener-bener nggak bisa duduk diem sambil mainan. Jadi, main perosotan kayak gini cocok buat dia. Cuma ya capek yang meganginnya. Karena Arthur bener-bener harus pengawasan ekstra di usia nya yang sedang aktif-aktifnya ini. Anak yang matanya awas aja beresiko jatuh, tersandung, kepleset, kejedut, kejepit, dll. Sementara Arthur dengan kondisi keterbatasan penglihatannya harus diawasi serta didampingi terus. Disambi bentar atau Ditinggal meleng dikit aja biasanya dia bisa kejedut. Walaupun nggak nangis, karena mungkin udah biasa kejedut. Tapi kan kasihan juga.

Nggak bisa diem = Kinestetik. #Day2 #Tantangan10Hari #Level4 #GayaBelajarAnak #KuliahBunsayIIP

A post shared by ranny aditya dewi (@rannyaditya) on

#Day2

#Tantangan10Hari

#Level4

#GayaBelajarAnak

#KuliahBunsayIIP

Mengenal Gaya Belajar Arthur : Auditori – Kinestetik

Saat aku membaca materi level 4 kelas bunda sayang ini, sebenernya ya bikin sedikit baper juga.

Ketika dijelaskan mengenai 3 gaya belajar anak : visual, auditori dan kinestetik. Karena anak lain pasti bisamelakukan  ke tiganya. Aku jadi agak bingung juga, gimana nanti aku ngerjain tugas level 4 ini. Tapi, ah sudahlah…. Aku nggak mau jadi terlarut, karena aku yakin Arthur bisa seperti anak yang lain dengan caranya sendiri.

Sebelum memulai tugas game di level 4 ini, pada tantangan #day1 kali ini aku akan jelaskan lebih dulu. Karena gaya belajar Arthur sudah terlihat. Yaitu auditori-kinestetik. Auditori yaitu melalui indra pendengarannya, dan kinestetik melalui gerakan maupun indra perabanya.

Keterbatasan penglihatan Arthur, otomatis akan mempengaruhi gaya belajarnya.

Aku sebenarnya ingin skip mengenai gaya belajar visual (gaya belajar dengan cara melihat). Meskipun kami juga sedang berusaha untuk memaksimalkan sisa penglihatan yang dimilikinya. Sesuai saran dari low vision therapist, yaitu Dengan melatih dan mengobservasi sejauh mana serta seluas mana sisa penglihatannya saat ini. Kira-kira objek seperti apa yang bisa dia lihat. Yang jelas dia ada respon dengan cahaya dan benda yang berwarna terang. Meskipun ada kemungkinan nantinya Arthur tidak bisa melihat atau membaca dengan huruf awas, setidaknya dia bisa memanfaatkan sisa penglihatannya tersebut untuk kemandiriannya.

Saat ini salah satu ikhtiar yang kami lakukan adalah menstimulasi, mengembangkan, dan memaksimalkan fungsi indra yang lain. Terutama indra peraba dan indra pendengaran. Sehingga gaya belajar Arthur cenderung auditori – kinestetik. Bukannya kami memaksakan, tapi dia memang harus seperti itu untuk kemandirian dan masa depannya.

Arthur itu anak yang tidak bisa diam. Susah banget ngajak Arthur main sambil duduk anteng, supaya dia sibuk dengan mainannya. Dia lebih suka eksplorasi, jalan kesana kemari sesukanya, meraba ini itu. Dia sibuk bergerak, dan sepertinya nggak punya rasa capek. Sehingga Arthur terlihat sebagai anak dengan type kinestetik.

Sementara itu, dia menerima perintah dan juga tahu ini-itu berdasarkan informasi apa yang dia dengarkan. Apalagi akhir-akhir ini Arthur sedang berada di tahapan “meniru”. Arthur lagi suka belajar ngomong, dengan menambah kosakata baru. Apa yang dia dengar, akan dia tirukan. Meskipun saat ini dia lebih sering menirukan suku kata terakhirnya saja. Jadi, gaya belajar Arthur juga secara auditori.

Misalnya pada Saat orientasi mobilitas, belajar makan, bermain, dan lainnya, Arthur menangkap informasi melalui apa yang dia dengar dan yang dia pegang atau yang sedang dia lakukan. Gaya belajarnya pun langsung terlihat, yaitu perpaduan antara auditori dan kinestetik.

Meskipun Kadang aku jadi baper sendiri melihat anak lain yang sedang bermain koordinasi mata dan tangan, permainan yang menggunakan warna, dan lainnya. Tapi aku yakin suatu saat Arthur pasti bisa dengan caranya sendiri. Koordinasi antara otak dan tangannya.

#Day1

#Tantangan10Hari

#Level4

#GayaBelajarAnak

#KuliahBunsayIIP

Membeli Whitecane di SAVH (Singapore Association of the Visually Handicaped)

Waktu kami jalan-jalan ke Singapore kemarin, Alhamdulillah Arthur diberi kesempatan mengunjungi SAVH (Singapore Association of the Visually Handicaped). Awalnya kami nggak tau tentang SAVH. Tiba-tiba bu prima (mentornya Arthur 😁) mau nitip whitecane di SAVH, untuk balqiz putrinya yang juga ROP stage5.

Aku browsing deh tentang SAVH ini dan dimana lokasinya. Dan aku baru tau kalau SAVH ini semacam low vision centre di Singapore. Lokasinya sebenarnya cukup jauh dari pusat kota dan tempat menginap kami. SAVH berada di daerah toa payoh, meskipun jauh tapi ternyata SAVH sangat dekat sekali dengan stasiun MRT. Sehingga kami mudah untuk menuju kesana. Dari Bugis Hanya transit di 1 stasiun untuk ganti kereta. Transit di Botanic Garden, Lalu ganti kereta menuju Caldecott. Dari stasiun MRT caldecott keluar melalui exit A, sudah terlihat bangunan SAVH. Tinggal nyeberang jalan raya aja.

Awalnya kami bingung di gedung bagian mana yang menjual whitecane. Tapi setelah melihat petunjuk di depan gedung, Akhirnya kami coba masuk ke yusuf building. Begitu masuk gedung tersebut, di ruang paling depan ada pegawai yang ternyata resepsionisnya dan dia penyandang tuna netra. Setelah kami tanyakan dimana kami bisa membeli whitecane kamipun dipersilahkan masuk ke dalam, melalui pintu yang ada di sampingnya, disanalah tempat menjual whitecane.

Dan ternyata di dalam tidak hanya menjual whitecane. Tapi bermacam alat bantu penglihatan. Yang aku belum tahu apa nama dan fungsinya. Tapi yang jelas keren banget dan peralatannya cukup canggih. Entah di Indonesia ada nggak peralatan semacam itu. Aku ngeliat peralatan tersebut, jadi agak katrok juga. Hehehe… Pegawai yang melayani pun seorang penyandang tuna netra, namun dia dibantu oleh 1 orang “awas” yang mempunyai tugas mengambil stok barang. Aku ngeliat tuna netra tersebut melayani pembeli, kagum banget. Ya kayak orang biasa melayani pembeli gitu. Dan dia hafal dimana letak barang-barangnya.

Whitecane yang dipesan bu prima adalah merk ambutech, dengan rolling. Aku belum berpengalaman beli whitecane, megang aja belum pernah. Baru kali itu aku memegang whitecane secara langsung. Waktu aku bilang mau beli whitecane ambutech dengan size sesuai yang dipesan ibu prima, ternyata lagi kosong. Akhirnya aku belikan 1 size diatasnya, karena aku pikir balqiz pasti tambah tinggi supaya masih bisa awet agak lamaan dipakainya. Whitecane ini ada size nya dalam inch, panjangnya diukur dari dada sampai ke ujung kaki si pemakai.

Waktu aku beli, pegawai tuna netra tersebut meminta tolong temannya untuk mengambilkan stok whitecane. Setelah diambilkan, dia meraba dulu untuk meyakinkan apakah benar itu sesuai size dengan yang aku minta. Dia juga memintaku untuk mengecek yang tertulis di situ. Ternyata benar. Aduh, aku merinding deh waktu itu, dia sampai bisa tau size whitecane cuma dengan meraba. Belum lagi barang yang lainnya, padahal dia sama sekali tidak bisa melihat. Keren banget. Aku sempat agak miss komunikasi juga, karena dia chinese, dia berbahasa inggrisnya pakai logat chinese dan ngomongnya cepet gitu. Aku nggak pinter english ya mikir dua kali dulu to ya kalau mo ngomong dan dengerin omongannya. hehehe..

Aku sempat bertanya ke bu Prima, apakah Arthur sudah perlu whitecane? Menurut bu prima, anak yang sudah mulai bisa berjalan, sudah bisa dibekali dengan whitecane. Anak-anak bule biasanya sudah diberikan whitecane sejak kecil saat mulai berjalan. Tapi semua kembali kepada ortu, karena ortu yang lebih mengenal anak. Aku yang tadinya mau beliin Arthur juga, mumpung sekalian di singapore tapi aku tunda dulu sajalah. Karena aku belum tau bagaimana ngajarin seusia Arthur untuk pakai whitecane. Yang ada nanti malah digigitin, di lempar atau buat pukul-pukul. Yah semoga esok kami ada rejeki lebih untuk membelikan Arthur whitecane di singapore.

Pasti banyak yang bertanya kenapa bu prima titip ampe singapore segala? emangnya di Indonesia nggak ada? Di Indonesia ada kok whitecane, merk lokal. Kalau merk Ambutech made in canada dan belum ada distributornya di Indonesia. Sewaktu pertemuan baby community jabodetabek, bu prima memberikan materi mengenai whitecane. Dan beliau membawa beberapa whitecane lokal dan ambutech.

Tentang pertemuan baby community jabodetabek hari itu bisa dibaca di : Belajar Tentang Orientasi Mobilitas di Luar Ruangan

Aku sih cuma komentar “wow” sama ambutech ini, karena saat dibuka dan dilipat dia langsung “klik klik” seperti magnet. Sementara untuk whitecane lokal, saat membuka kita harus sedikit merangkainya. Dan begitupun saat melipat. Tapi kalau untuk usia anak yang masih belajar menggunakan whitecane. Menurutku sayang juga kalau pakai merk import. Karena ujung tongkat biasanya akan sering penyok disaat tahap belajar dan juga sayang di harganya (prinsip emak emak banget hehe). Ambutech harganya sekitar 300-500ribuan tergantung ukurannya. Kalau merk lokal sekitar 50-100ribu tergantung ukurannya. Lagian anak yang masih dalam masa pertumbuhan, pasti akan sering berganti whitecane. Untuk menyesuaikan tinggi si anak. Jadi mending pakai yang lokal dulu aja. Kecuali jika memang ada rezeki yang berlebih, karena kualitas impor emang enak dipakai. Ada harga ada rupa lah. Hehehe…