Counting Beads On Pipe Cleaner

Counting Beads On Pipe Cleaner

Bahan : 

beads

pipe cleaner
Cara memainkan :

Ajak anak untuk memasukkan beads ke pipe cleaner satu persatu sambil menghitung beads nya (seperti kegiatan meronce).
Anak balita yang awas saja butuh konsentrasi untuk melakukan hal ini, bagaimana dengan anak balita yang memiliki hambatan penglihatan? 

Untuk anak yang memiliki hambatan penglihatan kita bantu dengan memegang kedua tangannya untuk mengarahkannya agar bisa mengira-ngira saat memasukkan beads ke pipe cleaner sambil menginformasikan bentuk benda tersebut. Dimana letak lubang beadsnya dan dimana letak ujung pipe cleaner. 

Bermain beads dan pipe cleaner ini, selain belajar berhitung juga bisa digunakan untuk melatih kreatifitas anak dan sebagai media belajar pertambahan pengurangan sederhana. Tapi untuk anak seusia Arthur belum saat nya dia bisa memahami hal tersebut. 

Untuk ide-ide lain bermain dengan Pipe cleaner dan Beads ini bisa juga lihat di pinterest.

Pelajaran yang didapat :

  • counting
  • meronce
  • melatih kreativitas anak
  • thumbs and finger activity
  • melatih kesabaran dan konsentrasi
  • melatih ketajaman indra peraba
  • belajar mengira-ngira posisi suatu benda

     

    #Tantangan10Hari

    #Level6

    #ILoveMath

    #MathArroundUs

    #KuliahBunsayIIP

    Advertisements
    DIY counting beads 1-5 (Quiet book page ideas)

    DIY counting beads 1-5 (Quiet book page ideas)

    Bahan :

    kalungnya mama jaman cabe2an

    kain flanel

    jarum
    cara membuat :

    1. Gunting kalung, benangnya jangan dibuang. Benangnya dibagi 5 untuk dipakai meronce.
    2. Ronce beads (manik-manik) nya. isi masing-masing 1 sampai 5 biji.  
    3. dengan bantuan jarum, pasang ke kain flanel dan ditali kenceng di belakangnya. 
    4. sudah jadi dan siap dimainkan. 
    Sebenernya benang bisa juga diganti dengan menggunakan pipe cleaner, supaya tidak gampang putus. tapi stok pipe cleaner nya nggak cukup jadi aku pake benang. Semoga aja sama Arthur sekali main nggak langsung ambyar πŸ˜…

    Yang didapat anak saat bermain counting beads ini antara lain :
    – belajar berhitung

    – belajar menggeser-geser benda kecil 

    – finger and thumbs activities

    – pre braille skills

    – belajar mengenal warna untuk anak awas

     

    #Tantangan10Hari

    #Level6

    #ILoveMath

    #MathArroundUs

    #KuliahBunsayIIP

    Bermain dan Belajar Dengan Buku

    Bermain dan Belajar Dengan Buku

    Bagi Arthur, buku adalah salah satu teman bermain nya.

    Usia Arthur saat ini, tentu saja belum bisa diajari untuk membaca. Tapi memperkenalkannya dengan buku dan bermain-main dengan buku. Untuk mengajarkannya Literasi dini. Yaitu kemampuan untuk menyimak dan memahami bahasa lisan dan komunikasi.

    Untuk anak seusia Arthur dan juga hambatan yang dimiliki Arthur, bukan menjadi penghalang untuk dia dalam bereksplorasi, bermain dan belajar dengan buku.

     Saya lebih memilih menggunakan activity book sebagai media buku Arthur. Seperti buku touch and feel, touch and trail, sound book, dan yang lainnya. Yang bisa dia eksplorasi melalui indra lainnya tanpa harus menggunakan indra penglihatan.

    Banyak hal yang didapat saat bermain dan belajar menggunakan buku-buku tersebut. Tidak hanya untuk media belajar membaca saja. Tapi ada aktivitas lain seperti meraba, belajar berhitung, mendengarkan dan juga makna cerita yang ada di dalam buku tersebut.

    Menceritakan isi buku kepada anak, juga memberikan stimulasi kepada anak untuk berbicara. Apalagi disaat usia anak sedang dalam tahap meniru atau belajar ngomong, biasanya membantu dalam menambah perbendaharaan kosa kata nya.

    #aliranrasa #gamelevel5 #ToThingsChangeIMustChangeFirst

    #BunsayIIP #InstitutIbuProfesional

    Arthur dan Buku

    Arthur dan Buku

    Membuat anak seperti Arthur agar tertarik dengan buku itu sebenernya agak sulit juga. Buku anak pada umumnya dipenuhi gambar yang menarik supaya anak menyukainya. Tapi siapa bilang anak dengan hambatan penglihatan tidak bisa bermain dan belajar dengan buku.

    Salah satu family project kami adalah membraillekan buku-buku arthur. Dan sebagian sudah di braillekan tapi masih ada sebagian lagi yang masih menjadi PR kami.

    Family Project : Membraillekan Buku-Buku Arthur

     

    Yang menjadi prioritas saat ini adalah hardbook dan touch and feel book, yang memang cocok untuk seusia arthur. Dan di buku tersebut belum banyak kalimatnya, ceritanya pun cukup sederhana.

    Aku lebih sering beliin Arthur buku jenis touch and feel. Yang dia bisa raba berbagai macam tekstur. Sambil aku ceritakan, dia sambil meraba. Kebanyakan sih tentang hewan-hewan dan bukunya berbahasa inggris. Arthur sebenernya cukup tertarik dengan buku. Dia sering juga mengambil buku nya sendiri di rakΒ  buku. Walaupun pada akhirnya kadang dia gigitin buku-bukunya. Tapi yang penting Arthur mau meraba berbagai macam tekstur yang ada di dalamnya.

    Untuk huruf braillenya, Arthur belum cukup tertarik untuk merabanya. Karena mungkin usianya memang belum sesuai untuk belajar huruf braille. Setidaknya sudah mulai diperkenalkan dari sekarang.

    ❌ Visual : βŒπŸ‘€βŒ

    βœ… auditori : mendengarkan informasi yang ada di buku atau mendengarkan cerita di buku tersebut.

    βœ… kinestetik : menggunakan indra perabanya untuk meraba berbagai macam tekstur di buku touch and feel.

    #auditoriXkinestetik

    #Day9

    #Tantangan10Hari

    #Level4

    #GayaBelajarAnak

    #KuliahBunsayIIP

    #InstitutIbuProfesional

    Teman Kesayangan Arthur

    Teman Kesayangan Arthur

    “Ayo belajar sambil bermain supaya kita pintar, dan disayang Allah serta Rasulullah”

    Begitulah kalimat yang dikatakan Hafidz waktu baru nyala.

    img_1413

     

    Boneka Hafidz ini udah menemani Arthur sejak Arthur usia sekitar 3-4 bulan. Boneka ini dulu beli online, dan dia datang disaat yang tepat. Saat itu Arthur baru pulang dari CT scan karena diduga terdiagnosa retinoblastoma. Boneka hafidz langsung dibawa ikut ke Jakarta saat itu, untuk perjalanan pencarian diagnosa Arthur yang sebenarnya. Yang ternyata Arthur sudah kehilangan penglihatannya karena ROP stadium 5, salah satu resiko dari kelahirannya yang prematur.

    Dialah kemudian yang menemani hari-hari Arthur, terlebih saat Arthur mau tidur. Sambil nenen, biasanya sambil dengerin murotal Al Quran atau kisah para nabi. Kadang boneka hafidz ini juga di kelonin dan disayang-sayang sama Arthur.

    Apalagi sekarang Arthur sedang dalam tahap menirukan apa yang dia dengar. Boneka hafidz terdapat fitur vocabulary, berbagai macam kosakata dalam 3 bahasa. Yaitu bahasa indonesia, bahasa inggris dan bahasa arab. Kadang Arthur menirukan beberapa kata meskipun hanya kosakata terakhirnya saja.

    Selain itu, Arthur juga suka Mendengarkan Muratal AlQuran, Asmaul Husna, kisah nabi dan rasul, doa sehari-hari, lagu-lagu, dan fitur hafidz yang lainnya.

    Dengan membiasakan Arthur untuk memperdengarkan lantunan ayat AlQuran sejak dini, Semoga suatu saat nanti Arthur bisa menjadi seorang Hafidz. Dan mengamalkan ajaran yang terkandung dalam Al Quran.

     

    #auditori

    #Day8

    #Tantangan10Hari

    #Level4

    #GayaBelajarAnak

    #KuliahBunsayIIP

    #InstitutIbuProfesional

    Main Perosotan di Rumah Kakak

    Main Perosotan di Rumah Kakak

    Hari ini Arthur main ke rumah kakak sepupu nya. Kakak icha & Abang enji. Mereka punya plosotan dirumahnya.

    Arthur coba main perosotan, eh malah ketagihan minta terus. Yang jelas mainnya masih sambil dipegangin.

    Arthur bener-bener nggak bisa duduk diem sambil mainan. Jadi, main perosotan kayak gini cocok buat dia. Cuma ya capek yang meganginnya. Karena Arthur bener-bener harus pengawasan ekstra di usia nya yang sedang aktif-aktifnya ini. Anak yang matanya awas aja beresiko jatuh, tersandung, kepleset, kejedut, kejepit, dll. Sementara Arthur dengan kondisi keterbatasan penglihatannya harus diawasi serta didampingi terus. Disambi bentar atau Ditinggal meleng dikit aja biasanya dia bisa kejedut. Walaupun nggak nangis, karena mungkin udah biasa kejedut. Tapi kan kasihan juga.

    #Day2

    #Tantangan10Hari

    #Level4

    #GayaBelajarAnak

    #KuliahBunsayIIP

    Family Project : Membraillekan Buku-Buku Arthur

    Family Project : Membraillekan Buku-Buku Arthur

    Kemarin aku sempat berburu buku-buku touch and feel untuk Arthur. Dan pas ada event Big Bad Wolf 2017, sempet agak kalap juga beli buku anak-anak lewat jastip. Yang tadinya mau beli touch and feel aja, malah beli ini itu. Soalnya harganya pada miring sih (Penyakit emak-emak πŸ˜…).

    Sebenernya di Jogja udah banyak buku Arthur yang aku braille kan.

    Nah, pas di bekasi project kami adalah mem braille kan buku-buku Arthur yang ada disini. Sekalian biar papa Arthur belajar cara nya bikin huruf braille. Tapi ternyata papa nya Arthur keburu berangkat dinas selama 1 minggu di ujung timur Indonesia. Yaudah deh, nunggu pulang dulu sambil nyicil nge-braillein buku nya.

    Aku membuat huruf braille, menggunakan riglet dan stylus. Kapan-kapan aku posting tutorial sederhana tentang cara menulis huruf braille deh. Kertas yang digunakan harus tebal supaya nggak bolong dan mudah diraba. Tapi karena aku mau tempelin ke buku cerita hard book yang didalamnya banyak gambar, jadi aku pakai kertas mika bening yang biasa dipakai untuk sampul. Supaya saat ditempel, gambar atau tulisannya masih terlihat. Biar besok bukunya bisa dipake adek-adeknya Arthur juga.

    Alhamdulillah, Arthur mulai bisa dikenalkan dengan buku dan dia mau diajarkan untuk meraba berbagai macam tekstur di buku touch and feel.

    <
    Day10

    #Level3

    #FamilyProject

    #MyFamilyMyTeam

    #KuliahBunsayIIP

    #InstitutIbuProfesional