Bermain Stacking Donuts

Bermain Stacking Donuts

Mainan ini banyak ditemukan di toko mainan. Mulai dari abang-abang mainan keliling, toko mainan di pinggir jalan, sampai toko mainan bermerek di dalem mall menjual mainan ini. Harganya juga macem-macem. Tergantung mau yang biasa aja, ada rodanya, atau yang ada merknya (misal kayak merk f*sher p*ice). 

Permainan ini cukup “menantang” untuk dilakukan oleh anak yang memiliki hambatan penglihatan. Karena membutuhkan koordinasi mata, tangan, dan otak.

Setiap kali ada permainan yang membutuhkan koordinasi mata dan tangan, aku ngerasa baper. Karena cukup sulit untuk mengajarkannya ke Arthur. Tapi keyakinanku adalah “Arthur pasti bisa dengan caranya sendiri”. Keyakinanku itu membuat kebaperan tidak hinggap lama-lama.
Biasanya, anak yang awas bermain Stacking Donuts dengan cara menirukan saat dia diberikan contoh, dia pun bisa membedakan ukuran besar kecil dengan melihatnya. 

Lalu bagaimana cara mengajarkan anak dengan hambatan penglihatan bermain Stacking Donuts ini?

Kita harus memaksimalkan indra perabanya. Dengan memegang kedua tangannya dan menginformasikan tentang besar, kecil, dan bagaimana bentuk donat tersebut. Serta membantunya untuk meletakkan di tempatnya sesuai dengan urutannya, sambil berhitung. Arthur belum bisa main sendiri, jadi masih harus diajari untuk diarahkan. 

Pelajaran yang didapat :

1. Counting

2. Menyusun benda

3. Mengenak konsep besar – kecil

4. Mengurutkan benda besar – kecil

5. Meningkatkan kemampuan 

6. Koordinasi antara kedua tangan

7. Belajar meletakkan benda pada tempatnya

8. Belajar mengira-ngira posisi suatu bendaa

9. Koordinasi antara otak, mata, dan tangan (untuk anak awas)

10. Mengenal warna (untuk anak awas)

#Day7

#tantangan10hari #level6 #kuliahbunsayiip #ILoveMath #MathAroundUs 

Advertisements
Arthur dan Buku

Arthur dan Buku

Membuat anak seperti Arthur agar tertarik dengan buku itu sebenernya agak sulit juga. Buku anak pada umumnya dipenuhi gambar yang menarik supaya anak menyukainya. Tapi siapa bilang anak dengan hambatan penglihatan tidak bisa bermain dan belajar dengan buku.

Salah satu family project kami adalah membraillekan buku-buku arthur. Dan sebagian sudah di braillekan tapi masih ada sebagian lagi yang masih menjadi PR kami.

Family Project : Membraillekan Buku-Buku Arthur

 

Yang menjadi prioritas saat ini adalah hardbook dan touch and feel book, yang memang cocok untuk seusia arthur. Dan di buku tersebut belum banyak kalimatnya, ceritanya pun cukup sederhana.

Aku lebih sering beliin Arthur buku jenis touch and feel. Yang dia bisa raba berbagai macam tekstur. Sambil aku ceritakan, dia sambil meraba. Kebanyakan sih tentang hewan-hewan dan bukunya berbahasa inggris. Arthur sebenernya cukup tertarik dengan buku. Dia sering juga mengambil buku nya sendiri di rakΒ  buku. Walaupun pada akhirnya kadang dia gigitin buku-bukunya. Tapi yang penting Arthur mau meraba berbagai macam tekstur yang ada di dalamnya.

Untuk huruf braillenya, Arthur belum cukup tertarik untuk merabanya. Karena mungkin usianya memang belum sesuai untuk belajar huruf braille. Setidaknya sudah mulai diperkenalkan dari sekarang.

❌ Visual : βŒπŸ‘€βŒ

βœ… auditori : mendengarkan informasi yang ada di buku atau mendengarkan cerita di buku tersebut.

βœ… kinestetik : menggunakan indra perabanya untuk meraba berbagai macam tekstur di buku touch and feel.

#auditoriXkinestetik

#Day9

#Tantangan10Hari

#Level4

#GayaBelajarAnak

#KuliahBunsayIIP

#InstitutIbuProfesional

Teman Kesayangan Arthur

Teman Kesayangan Arthur

“Ayo belajar sambil bermain supaya kita pintar, dan disayang Allah serta Rasulullah”

Begitulah kalimat yang dikatakan Hafidz waktu baru nyala.

img_1413

 

Boneka Hafidz ini udah menemani Arthur sejak Arthur usia sekitar 3-4 bulan. Boneka ini dulu beli online, dan dia datang disaat yang tepat. Saat itu Arthur baru pulang dari CT scan karena diduga terdiagnosa retinoblastoma. Boneka hafidz langsung dibawa ikut ke Jakarta saat itu, untuk perjalanan pencarian diagnosa Arthur yang sebenarnya. Yang ternyata Arthur sudah kehilangan penglihatannya karena ROP stadium 5, salah satu resiko dari kelahirannya yang prematur.

Dialah kemudian yang menemani hari-hari Arthur, terlebih saat Arthur mau tidur. Sambil nenen, biasanya sambil dengerin murotal Al Quran atau kisah para nabi. Kadang boneka hafidz ini juga di kelonin dan disayang-sayang sama Arthur.

Apalagi sekarang Arthur sedang dalam tahap menirukan apa yang dia dengar. Boneka hafidz terdapat fitur vocabulary, berbagai macam kosakata dalam 3 bahasa. Yaitu bahasa indonesia, bahasa inggris dan bahasa arab. Kadang Arthur menirukan beberapa kata meskipun hanya kosakata terakhirnya saja.

Selain itu, Arthur juga suka Mendengarkan Muratal AlQuran, Asmaul Husna, kisah nabi dan rasul, doa sehari-hari, lagu-lagu, dan fitur hafidz yang lainnya.

Dengan membiasakan Arthur untuk memperdengarkan lantunan ayat AlQuran sejak dini, Semoga suatu saat nanti Arthur bisa menjadi seorang Hafidz. Dan mengamalkan ajaran yang terkandung dalam Al Quran.

 

#auditori

#Day8

#Tantangan10Hari

#Level4

#GayaBelajarAnak

#KuliahBunsayIIP

#InstitutIbuProfesional

Orientasi Mobilitas di Sekitar Rumah

Orientasi Mobilitas di Sekitar Rumah

Dulu, Arthur kalau diajak keluar rumah maunya digendong. Diturunin nggak mau, padahal dia udah bisa jalan.

Sekarang dia udah mulai mau berjalan keluar rumah. Malah udah mulai suka kabur-kaburan keluar. Mungkin karena di sekitar rumah banyak anak kecil, dia pengen ikutan main bareng. Walaupun kalau udah disamperin temennya, dia malah sibuk sendiri 🀣

View this post on Instagram

♦️Orientasi Mobilitas di Sekitar Rumah ♦️ . Dulu, Arthur kalau diajak keluar rumah maunya digendong. Diturunin nggak mau, padahal dia udah bisa jalan. Sekarang dia udah mulai mau berjalan keluar rumah. Malah udah mulai suka kabur-kaburan keluar. Mungkin karena di sekitar rumah banyak anak kecil, dia pengen ikutan main bareng. Walaupun kalau udah disamperin temennya, dia malah sibuk sendiri 🀣 . ❌ Visual : βŒπŸ‘€βŒ . βœ… auditori : mendengarkan informasi mengenai situasi dan kondisi lingkungan disekitarnya. . βœ… kinestetik : berjalan tiada henti πŸ˜… dan menggunakan indra perabanya untuk meraba tekstur2 tembok di sekitar rumah. #BayiPrematurIndonesia #20months #ROPstage5 #OrientasiMobilitas #auditoriXkinestetik #Day7 #Tantangan10Hari #Level4 #GayaBelajarAnak #KuliahBunsayIIP #InstitutIbuProfesional

A post shared by ranny aditya dewi (@rannyaditya) on

❌ Visual : βŒπŸ‘€βŒ

.

βœ… auditori : mendengarkan informasi mengenai situasi dan kondisi lingkungan disekitarnya.

.

βœ… kinestetik : berjalan tiada henti πŸ˜… dan menggunakan indra perabanya untuk meraba tekstur2 tembok di sekitar rumah.

#BayiPrematurIndonesia #20months #ROPstage5

#OrientasiMobilitas

#auditoriXkinestetik

#Day7

#Tantangan10Hari

#Level4

#GayaBelajarAnak

#KuliahBunsayIIP

#InstitutIbuProfesional

Arthur Belajar Menabung

Arthur Belajar Menabung

Untuk anak-anak pada umumnya, memasukkan uang koin ke celengan membutuhkan koordinasi mata dan tangan.

Jadi harap dimaklumi, Arthur masih sesukanya dan belum bisa masukin koinnya ke lubang celengan. Tapi jangan terus2an dijadikan pemakluman, suatu saat nanti arthur pasti bisa sendiri 😊 namanya juga masih belajar. Yang paling penting menanamkan nilai “suka menabung” daripada duitnya buat jajan ke warung mulu.

View this post on Instagram

♦️Arthur Belajar Menabung♦️ . Untuk anak-anak pada umumnya, memasukkan uang koin ke celengan membutuhkan koordinasi mata dan tangan. . Jadi harap dimaklumi, Arthur masih sesukanya dan belum bisa masukin koinnya ke lubang celengan. Tapi jangan terus2an dijadikan pemakluman, suatu saat nanti arthur pasti bisa sendiri 😊 namanya juga masih belajar. Yang paling penting menanamkan nilai "suka menabung" daripada duitnya buat jajan ke warung mulu. . ❌ Visual : βŒπŸ‘€βŒ . βœ… auditori : menerima dan mendengarkan informasi yang diberikan papa dimana dia harus meraba lubang celengan dan disebelah mana dia harus memasukkan koinnya. . βœ… kinestetik : menggunakan indra perabanya. . #BayiPrematurIndonesia #20months #ROPstage5 #auditoriXkinestetik #Day6 #Tantangan10Hari #Level4 #GayaBelajarAnak #KuliahBunsayIIP #InstitutIbuProfesional

A post shared by ranny aditya dewi (@rannyaditya) on

❌ Visual : βŒπŸ‘€βŒ

βœ… auditori : menerima dan mendengarkan informasi yang diberikan papa dimana dia harus meraba lubang celengan dan disebelah mana dia harus memasukkan koinnya.

βœ… kinestetik : menggunakan indra perabanya.

#BayiPrematurIndonesia #20months #ROPstage5

#auditoriXkinestetik

#Day6

#Tantangan10Hari

#Level4

#GayaBelajarAnak

#KuliahBunsayIIP

#InstitutIbuProfesional

Arthur Belajar Ngomong

Arthur Belajar Ngomong

Anak adalah peniru ulung. Arthur lagi masuk fase suka menirukan omongan. sudah mulai banyak kosakata baru walaupun hanya suku kata terakhir yang dia ucapkan (mungkin efek mamanya cerewet πŸ˜…)

Kita harus terus menstimulasi anak dengan mengajarinya berbagai macam kosakata baru. Selain itu, seringlah mengajak anak untuk berbicara. Jangan lah menganggap “ahh masih kecil emangnya ngerti kalo diajak ngomong”

Jangan salah, Anak itu paham dan ngerti lho. Mereka itu pintar. Tetapi belum bisa untuk mengungkapkannya.

Selain itu dengan mengajaknya berbicara dan bercerita juga bisa menstimulasi untuk mereka berbicara. Agar tidak terjadi speech delay.

❌ Visual

❌ Kinestetik

βœ… Auditori : Menirukan apa yang dia dengarkan.

#BayiPrematurIndonesia #19months

#auditori

#Day5

#Tantangan10Hari

#Level4

#GayaBelajarAnak

#KuliahBunsayIIP

Menaiki Anak Tangga

Menaiki Anak Tangga

Arthur suka banget naik tangga. Bagaimana mengajari Arthur untuk naik tangga?

Ada di video yang saya posting di instagram berikut ini.

❌ Visual : Lebih ke feelingnya.

βœ… auditori : menerima informasi yang diberikan mama & papa (suara disamarkan πŸ˜…)

βœ… kinestetik : menaiki anak tangga sendiri.

Cara memberikan informasi ke Arthur juga harus memakai ilmu komunikasi produktif agar Arthur dapat menerima dan memahami informasi yang disampaikan.

#AuditoriXKinestetik

#Day3

#Tantangan10Hari

#Level4

#GayaBelajarAnak

#KuliahBunsayIIP